Rabu, 27 April 2011

Susahnya Berkomitmen dengan Diri Sendiri

Tugas, janji, jadwal mengembalikan buku, jadwal kegiatan, dkk sebisa mungkin selalu saya catat di notes mungil saya. Tujuannya, apalagi kalau bukan sebagai pengingat, maklum daya ingat saya lumayan menyedihkan untuk seumuran saya. Dan tiap seminggu sekali saya menyusun jadwal harian selama satu minggu ke depan. Saya tuliskan rencana apa-apa saja yang harus saya lakukan dan saya selesaikan pada masing-masing hari, dengan harapan semua bisa terselesaikan dengan baik tepat pada waktunya. Tapiiiiiiii selalu saja timbul masalah a.k.a ada kesenjangan antara harapan dan kenyataan. Harapannya sih semua bisa berjalan sesuai jadwal, tapi selalu ada saja halangan dan gangguannya....ya yang males lah, yang maen bareng temen lah, yang ngobrol ngalor ngidol gak jelas, yang maen poker bersama temen sekontrakan sampai tengah malam, yang baca komik sampe lupa waktu lah , dan bla bla bla....



Intinya,,,saya seringkali mengkhianati komitmen yang saya buat dengan diri saya sendiri,,,
Berkomitmen dengan diri sendiri saja masih kesulitan apalagi berkomitmen dengan orang lain,,,huaaahhh....
all is (not) well..........

Selasa, 19 April 2011

Belajar dari Kupu-Kupu

Jadi tadi ketika kuliah PPSD (Penelitian Pendidikan SD) Bu Widi, dosen saya menayangkan sebuah slide buat 'memompa' semangat kami, mahasiswanya, maklum sekarang kami sudah berada di semester tua, jadi sudah tidak bisa santai-santai kayak dulu lagi. Mata kuliah semakin sulit, banyak tugas, dan mulai memikirkan nasib masa depan menjelang PPL , KKN, SKRIPSWEET. 

Nah di slide itu diceritakan tentang perjalanan seekor kupu-kupu semenjak masih berupa kepompong. Diceritakan ketika masih menjadi kepompong, kepompong tersebut berusaha keluar dari wadahnya, dia mencoba berjam-jam namun belum bisa keluar juga. Tanpa sengaja, ada seorang laki-laki yang menyaksikan kejadian itu. Dia merasa kasihan pada kepompong itu. Si laki-laki baik hati itu pun memotong wadah tempat kepompong, sehingga kepompong tadi bisa keluar dan akhirnya menjadi kupu-kupu, meskipun dengan sayap yang lemah yang mengakibatkan seumur hidupnya ia tak akan bisa terbang.

Kenapa? Ternyata tindakan 'pertolongan' yang diberikan oleh laki-laki tadi, tanpa sepengetahuannya telah membuat perkembangan sayap kupu-kupu menjadi tidak sempurna. Sebenarnya usaha yang dilakukan oleh kepompong selama berjam-jam agar bisa keluar dari wadahnya merupakan sebuah proses/perjuangan agar sayapnya bisa tumbuh kuat dan bisa terbang dengan sempurna.

Yang menjadi poin pelajarannya adalah perjuangan hidup yang harus kita lalui sebenarnya merupakan proses pendewasaan kita, semua perjuangan itulah yang akan membuat kita lebih kuat dan pada akhirnya menjadikan kita manusia dewasa....

Senin, 18 April 2011

No Romance Novel Anymore

Sejak kecil, sejak mulai mengenal a-b-c-d-.... saya sudah dibelikan buku cerita oleh orang tua saya. Sepertinya sejak saat itu (kalau tidak salah ingat,hehehe) saya mulai suka membaca, meskipun harus mengeja huruf per huruf dan belum tentu mudeng dengan apa yang saya baca. Aku ingat ibu saya pernah bilang "Kamu dulu baru tamat TK aja udah bisa lancar baca koran lho," 
"Masa sih?" tanyaku. 

"He em, katanya orang-orang, kalau masih kecil aja udah pinter baca ntar gedenya pasti jadi orang pinter. Tapi kamu kok nggak ya? (nggak pinter maksudnya-red)" Gubrak...
Haaaa Ibu' kok gitu sih? *Tapi emang bener juga sih....hahaha*

Ya sudahlah, sekarang kan katanya orang pinter kalah sama orang bejo... Ya semoga saja saya termasuk dalam golongan orang-orang yang bejo... :p

Yak, kembali ke awal,,,,jadi dari kecil emang saya sudah gemar membaca,,sampai sekarang juga masih. Tapiiiiiiii......hanya untuk buku-buku tertentu saja...alias cuma suka baca komik, cerpen, novel. Kalau untuk buku-buku pelajaran, kuliah, buku-buku yang serius, pokoknya buku-buku yang butuh pemikiran tingkat tinggi saya ogah deh. Dulu pernah nyoba baca buku-buku tentang psikologi tapiii hampir semua mandeg di BAB 1, pernah juga nyoba baca novel sastra, nyerah juga... Ha, emang susah ya punya kemampuan otak yang pas-pasan. Intinya, saya suka baca buku yang punya alur cerita (yang alurnya simple tentunya :p)

Kalau dulu waktu masih berseragam merah putih saya hanya berminat pada komik dan cerpen anak yang ada di majalah BOBO, beranjak SMP dan SMA saya mulai merambah novel teenlit dan novel-novel cinta romantis. Nah seingat saya, hampir di semua novel cinta-cinta an yang saya baca, mengisahkan kisah cinta seorang cewek dengan prince charmingnya yang endingnya bisa dipastikan hampir semua selalu happy ending, happy ever after. Tanpa sadar novel-novel romantis yang saya baca itu turut membentuk pola pikir saya waktu itu. Makanya, saya selalu berpikir (seperti yang ada di novel-novel cinta) bahwa yang namanya cinta itu pasti indah, yang namanya cinta itu selalu berakhir bahagia.


Namun seiring berjalannya waktu, seiring bertambahnya usia, dan yang jelas semakin bertambahnya pengalaman, saya jadi tahu kalau cinta itu tidak selalu indah, tidak selalu bahagia, tidak selalu happy ending. Semakin ke sini saya semakin tahu kalau cinta itu tidaklah semanis kisah cinta di novel-novel romantis yang konon dengan cinta bisa membawa orang terbang hingga ke langit ke-7. awawawawa...haha
Ya benar, cinta itu tidak hanya manis tapi adakalanya juga pahit. Kadang indah tapi juga tak urung menyakitkan. Maka dari itu mulai saat ini saya akan jaga jarak dengan yang namanya novel cinta-cintaan dari pada menyebabkan masalah ( baca : kesenjangan antara harapan dan kenyataan ) :p
Maka dari itu mulai sekarang No Romantic Novel Anymore..... Saya akan baca novel-novel thriller aja dehhh... :D hehe

Rabu, 13 April 2011

You Are What You ( . . . . . )

Pernah dengar kalimat "You Are What You Eat" di iklan produk makanan? Atau "You Are What You Drive" di iklan produk mobil?


Berarti kalau mau menawarkan produk fashion, "You Are What You Wear", kalau sales man/girl "You Are What You Say",,,nah kalo yg mau lagi nyalon jadi pejabat, wakil rakyat berarti "You Are What You Promise" yah meskipun "kadang" (atau malah sering ya) pada suka lupa dengan janjinya sendiri waktu kampanye dulu  :p

Kalau saya sih nggak mau ya menganut "You Are What You bla bla" di atas. Hahaha...Secara ya "You Are What You Drive" lhah,,transportasi andalan saya  kan bis, angkot, dan...ojek,,
Kalau "You Are What You Wear",,sudah jelas saya terpinggirkan....hahaha...liat aja deh penampilan saya sehari-hari,,,gitu-gitu aja, nothing special,,dan jauh deh dari fashionable..xixi



Kalau begitu saya menganut "You Are What You Dream" aja deh..... Karena cuma itu yang saya punya... meskipun banyak orang yang berkomentar "halah,,nggak usah ketinggian deh kalau bermimpi, ntar kalau jatuh sakit" parahnya lagi ada yang bilang "penting ya punya mimpi?"  ketika saya bercerita pada mereka tentang mimpi-mimpi saya.... Tapi so what?? Saya suka bermimpi dan saya suka punya banyak mimpi. Karena saya yakin, semua berawal dari mimpi....Mimpilah yang membuat hidup  lebih berwarna  (#gombalan yang gagal). Dan perjalanan dalam mewujudkan mimpi itulah yang membuat hidup menjadi lebih "berasa". :D



picture : NOEEEEE.TUMBLR.COM

Senin, 11 April 2011

Jalan-Jalan ke Museum Ronggowarsito

Akhirnya,,,setelah hampir 3 tahun kuliah di Semarang, kesampaian juga jalan-jalan ke Museum Ronggowarsito yang terletak di Jalan Abdurrahman Saleh Semarang.
 












Museum Ronggowarsito  ini merupakan museum terlengkap di Semarang. Di dalamnya ada koleksi sejarah, alam, arkeologi, kebudayaan, era pembangunan dan wawasan nusantara. Pokoknya nggak nyesel deh jalan-jalan ke sini.

Al-Quran yang ditulis tangan

bersama fosil gajah, tapi belalainya di mana ya?
ababil a.k.a Anak yang Bukan Abege lagi tapi masih Labil