Minggu, 31 Mei 2015

Pake Keki Loh ?!

Hati-hati deh sama omongan sendiri….bisa-bisa kemakan omongan sendiri tuh.
Kayak saya ni…Beberapa waktu lalu saya dapat undangan dari teman sesama guru. Calonnya dari angkatan udara. Di undangannya itu ada foto prewed….yang laki pake seragam kebesarannya, yang temen saya itu pakai seragam keki. Weheee saya dan temen-temen saya ketawa aja… “Pake seragam keki lohh sodara-sodara…kekiiiii” kata saya kala itu.

Tidak lama kemudian, saya dapat undangan lagi dari temen kuliah saya dulu. Dannn foto prewed mereka juga pakai seragam kebesaran. Seragam PGRI kali ini. Saya cuma bilang “Ngapain ini Riana foto pake seragam PGRI?”

Bagi saya lucu aja gitu…prewed pake seragam kerja….Aihhhh

Nahhhh…..jengjengjeng……kemarin ngobrol-ngobrol ringan sama si mas….ehhhh dia bilang entar foto prewed nya pengen pake baju kebesaran masing-masing. Si mas pake seragam kerjanya..saya pakai seragam keki….

Aduh mak…… Kayakya saya kemakan omongan sendiri ni gara-gara ngetawain temen saya. Hmmmmm


Jumat, 29 Mei 2015

Keluarga Gen Halilintar

gambar dari google

Lagi hits nih Keluarga Halilintar. Lagi sering wara wiri di acara-acara talk show di tv. Saya ngefans deh sama keluarga ini. Bayangkan aja…..punya 11 anak loh bok…tanpa rewang, tanpa baby sitter, tanpa driver.
Kerennya lagi, kesebelas anaknya itu pintir-pintir…..kreatif pula ...euhhhh….

gambar dari google
Keren tuh cara orang tuanya mendidik mereka. 
Bener-bener keluarga yang inspiratif... Btw sudah ada buku tentang keluarga mereka nih. Kudu beli ini kayaknya....hehe



Duh, Aku Seorang Prokrastinator!

Haduh…ini makin lama kebiasaan menunda menyelesaikan tugas saya semakin parah aja deh. Semua deadline yang sudah saya buat sendiri mundur semua nggak karuan. Mending kalau mundur tapi segera terlaksana….lhah ini? Banyak tugas/kerjaan yang udah kelewat deadline sampai saat ini masih belum tersentuh. Apa-apa an ini?

Hmm….kayak sekarang ini ni…ada koreksian ulangan anak-anak, administrasi kelas, rekap daftar nilai, proposal tesis, deadline artikel….semuanya antre menunggu untuk disentuh tapiiiiii apa yang saya lakukan? Hmmmm….malah browsing-browsing nggak jelas.
Dan….ternyata kebiasaan menunda menyelesaikan pekerjaan ini ada istilahnya sendiri loh, namanya prokrastinasi. Apa itu?


Prokrastinasi berasal dari bahasa latin yaitu “pro” yang berarti “maju”, ke depan, lebih menyukai dan “crastinus” yang berarti “besok” (Steel, 2006). Jadi dari asal katanya prokrastinasi adalah lebih suka melakukan tugasnya besok. Orang yang melakukan prokrastinasi disebut sebagai prokrastinator. Prokrastinasi adalah menunda dengan sengaja kegiatan yang diinginkan walaupun mengetahui bahwa penundaannya dapat menghasilkan dampak buruk.

Menurut Ferrari et.al (1995) menyimpulkan bahwa pengertian prokrastinasi dapat dipandang dari berbagai sudut pandang yaitu 1).prokrastinasi adalah setiap perbuatan untuk menunda mengerjakan tugas tanpa mempermasalahkan tujuan dan alasan penundaan 2). Prokrastinasi sebagai suatu pola perilaku (kebiasaan) yang mengarah kepada trait dan  penundaan yang dilakukan sudah merupakan respon yang menetap seseorang dalam menghadapi tugas dan biasanya disertai dengan keyakinan yang irrasional 3). Prokrastinasi sebagai suatu trait kepribadian, tidak hanya perilaku menunda tetapi melibatkan struktur mental yang saling terkait.
Di bidang Akademik cukup sering terlihat secara langsung perilaku prokrastinasi di kalangan mahasiswa. Menurut Ferrari et al (1995), sebagai suatu perilaku penundaan, prokrastinasi akademik dapat termanifestasikan dalam indikator tertentu dan diamati melalui ciri-ciri tertentu berupa :
  • Penundaan untuk memulai menyelesaikan tugas yang dihadapi
  • Keterlambatan dalam menyelesaikan tugas, karena melakukan hal-hal lain yang tidak dibutuhkan.
  • Kesenjangan waktu antara rencana yang ditetapkan dan kinerja aktual
  • Melakukan aktivitas lain yang lebih menyenangkan daripada tugas yang harus dikerjakan (seperti ngobrol, nonton, mendengarkan musik, jalan-jalan, dll)

Hahaha…..saya banget nggak sih itu? Jadi ada istilahnya sendiri toh….Prokrastinasi..hehe keren juga yah istilahnya…
Tapi nggak keren donk kalau kebiasaan ini diterus-terusin……Insyaf donk Diannnnn…..
Hmmmmmm

Rabu, 20 Mei 2015

100 %

CPNS 2014 uyeeee

Alhamdulillah…satu per satu yang dinanti bisa tergapai….
Sudah resmi 100% jadi PNS, setelah hari ini dilakukan penyerahan SK plus pengambilan sumpah janji PNS.





Satu anak tangga sudah terlewati lagi….masih banyak anak tangga lain yang menanti untuk dilewati :P

Selasa, 19 Mei 2015

Dia...Dia...Dia...

Lebih cakep aslinya daripada di foto :D

Namanya Galih. Pertama kali ketemu akhir Maret 2015. Kami berdua ini hasil dari program pencomblangannya Nyah Musrifah sama bulik Surti.  Sebenarnya sih saya ini tipe yang paling males dikenal-kenalin gitu. Sebelum ketemu sama Galih, sempet beberapa orang gencar banget pengen nyomblangin saya…ya sama anaknya..ya sama temennya temen..ya sama tetangga… Tapi saya nya ogah...males aja gitu. Soalnya sama yang dulu-dulu nggak pernah satu pun dari hasil pencomblangan, semua selalu berawal dari pertemanan yang kemudian tumbuh benih-benih cinta (duileeee….)

Tapi pas sama Galih ini, tanpa sepengetahuan saya tiba-tiba aja orangnya udah diajak ke sekolahan, mau nggak mau tetep saya temuin donk. Sempet sebel sama ni orang awalnya. Gimana enggak? Baru juga kenal sehari, ehhh udah BBM terus-terus an…pagi, siang, sore, malem….. Errrrr….
Tapi semakin lama justru itulah yang membuat saya jatuh hati :P

Perhatiannya….nyempetin BBM di sela2 kerjanya…rajin pamit sebelum brangkat kerja…rajin update apa aja yang sedang dia lakukan…intinya membuat saya merasa ‘dipentingkan’. Dan entah mulai kapan, rasa sayang mulai tumbuh.
Ditambah lagi semakin ke sini dia menunjukkan keseriusannya ke saya, menujukkan kedewasaannya, tanggung jawabnya, komitmennya, membuat saya tambah jatuh hati deh. Hal-hal itu kan ya yang penting untuk kelangsungan sebuah hubungan, karena gimanapun nggak cukup hanya dengan sayang dan cinta aja. Intinya insyaAllah udah mantep sama bang Galih. Tinggal doa aja….kalau emang dia yang terbaik untuk saya, pun sebaliknya saya yang terbaik untuk dia, baik di dunia maupun akhirat semoga segalanya dimudahkan dan dilancarkan. Aamiin.

Belum punya foto berdua....jadinya foto pas nikahannya mbak Anis kmarin di crop deh :D


Selasa, 10 Maret 2015

Pinocchio

gambar dari : google picture

Untung ya dulu saya nggak kesampean jadi reporter. Kayaknya saya kurang tangguh kalau jadi seorang reporter keren.
Ceritanya, kemarin habis nonton drama korea Pinocchio. Sukaaa…..
Berkisah tentang ‘hancurnya’ sebuah keluarga lantaran seorang reporter salah memberitakan suatu kejadian. Jadi si reporter tadi sebut saja Song Cha Ok, memberitakan sebuah peristiwa kebakaran dengan memojokkan ketua tim pemadam kebakaran yang dianggapnya tidak cermat dalam memberi instruksi pada anak buahnya hingga menyebabkan beberapa nyawa petugas pemadam kebakaran melayang. Keluarga ketua tim pemadam kebakaran tadi pun menjadi sasaran olokan masyarakat bahkan sampai dikucilkan.  Si ibu yang tidak kuat menghadapi tekanan dari masyarakat akhirnya memutuskan untuk mengajak anaknya mengkahiri hidupnya. Nah….ternyata yang dilakukan reporter tadi itu disengaja! Untuk mengalihkan perhatian publik dari pemberitaan kasus yang sebenarnya menjadi akar dari masalah tadi, dia sengaja ‘melimpahkan’ kesalahan pada ketua tim petugas kebakaran tadi dengan mengeksposnya secara besar-besaran.

Itu tadi baru cerita pengantar…..cerita lengkapnya nonton sendiri deh….hehe
Seruuu….jadi tau gimana proses sebuah berita bisa sampai ke pemirsa. Bagaimana seorang reporter harus akurat dalam memberitakan, karena meleset sedikit saja bisa sangat berpengaruh terhadap kehidupan sesorang. Terus jadi tau juga 'kotornya' ‘dunia pemberitaan’, ya meskipun ada yang bersih juga sih. Seringkali ada berita sepele yang sengaja dibesar-besarkan..diekspos terus-terusan, sengaja untuk mengalihkan perhatian publik dari kasus lain yang sebenarnya jauh lebih penting. Seperti yang (katanya) sering terjadi di pemberitaan di Indonesia kini. Pemberitaan ditumpangi oleh kepentingan pihak-pihak tertentu.


gambar dari google picture


Saya jadi belajar…jangan mudah percaya begitu saja informasi yang kita terima. Harus cek dan ricek dulu kebenarannya. Seperti kejadian yang sempat saya alami beberapa waktu silam. Kala itu saya percaya saja pada omongan-omongan yang mereka sampaikan ke saya. Seiring berjalannya waktu saya tahu kalau ada beberapa omongan mereka yang entah maksudnya apa diplesetkan. Tapi sekarang, semakin lama saya mengenal mereka, semakin saya bisa membedakan apakah yang mereka sampaikan itu bisa benar-benar dipercaya atau perlu diragukan, dari cara mereka bicara.  

gambar dari google picture
Oh iya btw...suka banget sama senyumnya Lee Jong Suk...... :P

My First Doodle



Nggak tau belakangan ini lagi seneng liat-liat doodle karya orang-orang.
Pengen buat juga deh.
Dan itulah doodle pertama buatan saya.
Hmmmm…..alay ya? Hahaha
Nggak papa deh….Itu bikinnya dari hati plus curcol…wkwkwk

Bisa Sajaaa

Saya pikir yang punya masalah dengan amandel tu cuma anak-anak, tapiiii ternyata bisa juga dialami orang dewasa. Well….baru sekali ini sih saya menemuinya. Siapaa dia? Si bos saya….xixixixixi…ups…nggak bermaksud menertawakan…tapi beneran lucu deh…

Dari awal mendengar si pak bos cerita saja saya udah ngakak. Hmmm…jadi si bos ini periksa ke sebuah RS ke bagian THT lantaran sudah lama kok rasanya ada sesuatu yang aneh di tenggorokannya…suaranya pun dirasa agak-agak bindeng gimana gitu…nah ketika periksa itu ketahuanlah kalau ternyata amandelnya udah lumayan gede dan kudu segera diambil. Hmmm entah karena males operasi atau tengsin gegara biasanya yang operasi amandel kan anak TK/SD (hehehe….) beliau pun kurang begitu menghiraukan saran si dokter. Esoknya pak bos cari tempat lain untuk periksa, dengan maksud hati cari second opinion, siapa tahu nggak harus operasi…dan jenk jenk jenk….coba tebak siapa yang memeriksa? Nggak dinyana yang memeriksa pak dokter yang sama dengan yang memeriksa beliau di tempat pertama…hihihihi…ternyata pak dokter itu praktek di dua tempat itu.

Ya sudah akhirnya si bos mantap operasi. Hari esksekusi pun ditentukan. Jumat sore. Nah besoknya (hari Sabtu), guru-guru pada besuk deh ke RS. Ketika di parkiran, saya ketemu salah satu guru dari SD tetangga. Dia tanya “Jenguk siapa mba?”
“Pak Bos” jawab saya.
Bu guru tadi tampak kaget. “Sakit apa? Perasaan kemarin Kamis sehat-sehat aja tu waktu nganter pesta siaga.”
“Hehehehe….nganu buk….operasi amandel.”
Si bu guru tadi bengong.
Hening sesaat.

Dengan sedikit menahan ketawa si ibu guru tadi bilang “Oalaaaahhh…….”


Hmmm….jadi memang kadang hal-hal di luar dugaan itu bisa terjadi. Pada siapa saja. Kapan saja. 

Kamis, 05 Maret 2015

Harus Siap!

picture from : ambil punya temen :P

Segala sesuatu itu emang perlu disiapkan supaya bisa mendapat hasil seperti yang diinginkan. Beberapa kali memang terbukti terpampang nyata kalau kata Syahrini.
Saya ingat dulu waktu akan menghadapi tes cpns, saya dioyak-oyak bapak saya untuk mempersiapkannya jauh-jauh hari, tidak hanya satu bulan dua bulan tiga bulan….hampir satu tahun saya mempersiapkannya….yaahhh meskipun hampir nangis rasanya hampir tiap hari denger bapak tanya “Udah belajar?” Hadeeehhh….tapi Alhamdulillah sekarang tinggal memetik hasilnya.

Begitu juga dengan lomba drumband, dokter kecil, siswa berprestasi beberapa waktu lalu. Persiapan bener-bener we-o-we. Hampir tiap siang/sore jalan sampai ke lapangan ikut menggiring anak-anak latihan drumband sampai wajah gosong nggak ketulungan gegara panas matahari. Hampir dua minggu penuh pulang sore menemani anak-anak latihan soal untuk persiapan lomba siswa berprestasi. Liburan sekolah pun rela masuk mendampingi anak-anak untuk persiapan lomba dokter kecil. Daaannn hasilnya tidak mengecewakan. Anak-anak mampu bersaing dengan sekolah lainnya.

Seperti hari ini juga. Pesta siaga regu putra putri, keduanya mendapat juara 3 dan masuk ke tingkat selanjutnya. Dan itu bukan hasil dari sim salabim. Persiapan hampir satu bulanan. Kerja keras banget. Yahhh….bukan saya sih yang kerja keras….hehe…teman-teman saya. Bidang yang berkaitan dengan fisik dan seni bukan keahlian saya.

Jadi intinya semua itu butuh persiapan matang jika pengen berhasil. Begitu juga dengan masa depan. Pengen punya keluarga yang bahagia, punya anak yang sholeh/sholehah, jadi istri yang oke, jadi ibu yang keren bagi anak-anaknya juga butuh persiapan banget. Kudu bener dulu solatnya…bener akhlaknya…bener pengetahuan agamanya…paham banget masalah parenting….belajar gimana mengelola keuangan keluarga, belajar mengurus keluarga……*duhhhh berat banget omongan gue* :P

Intinya…..manfaatkan waktu “menunggu” ini dengan mempersiapkan diri…belajar ini itu…supaya ketika orang yang tepat datang…dan waktunya tiba…saya sudah siap…. Dududududu……*gaya banget yaahhhh gue*

Sabtu, 14 Februari 2015

He is my superman!




Pernah liat video itu? Kalau belum pernah sempatkan untuk liat sebentar deh.
Kemarin malam saya dikirimi video itu oleh adik saya. Berulang kali saya menonton ulang, berulang kali pula saya mewek.

Pertanyaan untuk diri sendiri : “Bisakah kita meniru sosok ayah di video itu?”
Di saat kita sedang ada masalah, di saat kita sedang susah, di saat kita sedang terhimpit, bisakah kita tetap pasang tampang “AKU RAPOPO” di hadapan orang-orang yang kita sayangi? Atau pasang senyum 5 cm ala pepsodent?

Kalau saya sihhhh…..masih syulit….
Ada sesuatu yang nggak beres dikit aja, langsung deh ketara banget tampang kusut saya (emang aslinya udah kusut dink :P). Menghadapi masalah dikit aja lebay nya nggak ketulungan, seolah menjadi orang paling nelangsa. Cemen banget ya saya…
Hingga akhirnya orang tua pun jadi kepikiran “Ni anak ada apa ya?”

Hmmm….melihat video tadi mengingatkan saya pada bapak. Bapak saya yang super duper keren. Seringkali menomersekian kan urusannya demi menomersatukan urusan kami, putri2 kesayangannya.
Rela ijin nggak berangkat kerja demi mengantar saya tes masuk kuliah kala itu. Lagi-lagi rela ijin nggak berangkat kerja demi menunggui saya tes cpns. Rela capek-capek pulang dari kerja mampir ke kampus saya dulu untuk legalisir ijasah demi agar saya nggak harus susah2 naek motor ke Semarang. Rela beliin ini itu demi menghibur saya yang tukang galau ini. Rela punya rumah sederhana, meskipun rumah teman2 nya banyak yang bak istana, gegara lebih memilih menggunakan uangnya untuk saya lanjut kuliah. Rela langsung tancap gas ke Semarang atau Jogja ketika tau anaknya yang sedang merantau mengeluh sakit. Dan itu semua dilakukannya tanpa mengeluh sedikit pun. Tanpa menunjukkan ekpresi capek meskipun saya tau bapak capek.

Nah….saya juga ingin menirunya.
Tidak lagi menunjukkan muka masam, muka kusut, muka sedih, muka semrawut meski sedang ada yang tidak beres, meski sedang ada masalah.

Pun juga kelak ketika sudah hidup mandiri menjadi orang tua. Apapun yang dihadapi entah itu senang atau sedih…ringan atau berat…selalu pasanglah tampang bahagia di depan orang tua, di depan anak-anak kita, di depan orang-orang yang kita sayangi. Jangan mengeluh. Mengeluhnya cukup di atas sajadah saja.

Jumat, 13 Februari 2015

CLBK

Hemmm....pernah merasakan CLBK atau malah sedang mrasakan CLBK?
Kalau iya toss dulu donk....
Saya juga lagi CLBK ni...
Bukan....bukan dengan mantan saya atau cimon saya...tapi dengan blog ini...
Setelah hampir setaunan saya 'selingkuh' ke blog sebelah....entah sekarang tiba2 aja pengen kembali mengisi rumah saya ini...
Jadi.....mulai ini rutin memenuhi rumah saya ini lagi...
Hm...semoga isinya bukan sesuatu yang berbau2 galau melulu...malu donk ah..
Soalnya saya pengen kelak anak saya baca catatan2 saya ini. Biar tau kelakuan emaknya dulu kayak gimana...hehe
Anyway....Assalamualaikum rumah lama saya...emak kembali lagi niiii... :D


Minggu, 16 Februari 2014

My New Home

Bosan. Setiap orang pasti pernah merasakan bosan. Bosan dengan pacar, bosan dengan rutinitas sehari-hari, atau bosan pada apapun.

And yea, gue lagi bosan sama blogspot. Jadilah gue selingkuh ke tumblr.
Ini dia blog baru gue. I named it THE JOURNAL. Sounds norak, isn’t it? Hehehe....

Anyway, ini alamat rumah baruku diardiani.tumblr.com

Sabtu, 08 Februari 2014

Bye-bye

Bersyukur banget deh tinggal di Salatiga......
Meski kota kecil,, tapi apa-apa ada. Termasuk perpusda, yang kini jauuuuuuhhh lebih keren dibandingkan beberapa tahun silam. Sekarang tempatnya kece, koleksi bukunya juga kece-kece, lumayan lengkap. Mulai dari buku-buku yang serius sampai novel-novel. Ajiiibb....
Nah...berhubung di perpusda koleksinya bukunya lengkap, termasuk novel-novel yang saya punya di perpusda juga ternyata ada, muncullah niat saya untuk memindah tangankan (baca: menjual) beberapa novel  koleksi saya sejak jaman kuliah dulu ( kecuali buku2 favorit saya tentunya ) Dari pada menuh-menuhin almari, hehe... Toh kalau suatu saat saya pengen baca ulang novel-novel itu, tinggal pinjem di perpusda aja.  Ehemmm...sebenarnya modus utamanya sih biar duit hasil penjualannya bisa buat beli buku baru lagi...hehehe

Btw, yang minat mau beli novel-novel koleksi saya, bisa cek di sini......

Selasa, 14 Januari 2014

Menjadi Pengatur Waktu bukan Budak Waktu


Judul     : Manajemen Waktu
Penulis   : Alan Lakein
Penerbit : Mata Khatulistiwa
Terbit    : Mei 2007
Tebal      : viii + 244 hlmn

Salah satu resolusi saya di 2014 ini adalah belajar mengatur waktu. Jadilah kemarin ke perpus pinjem buku Manajemen Waktu. Dan sudah selesai terbaca *tepuk tangan*.

Buku yang lumayan apik menurut saya. Cukup memberi gambaran bagaimana seharusnya mengoptimalkan waktu yang kita miliki untuk mencapai tujuan-tujuan hidup yang kita inginkan, untuk menyeimbangkan waktu antara karier, keluarga, teman, dan diri kita sendiri.

Kurang lebih garis besarnya seperti ini :
Untuk mengisi hari-hari kita, kita perlu yang namanya RENCANA. Rencana ini kalau menurut Alan Lakein “Mencoba menghadirkan masa depan pada masa sekarang sehingga kita bisa melakukan sesuatu untuk mewujudkannya dari sekarang.

Untuk membuat rencana, yang perlu kita lakukan antara lain :

Minggu, 12 Januari 2014

353 hari lagi

Nggak tau kenapa, belakangan ini bawaannya kemrungsung (bahasa Indonesia kemrungsung apa ya? -.-‘) terus.
Yes, sepertinya saya butuh butuh butuh banget belajar yang namanya Manajemen Waktu. Kemarin sempat pinjam buku Manajemen Waktu di perpus, tapi belum kebaca. Hihi

Btw, ini hari ke-12 di tahun 2014. Masih tersisa 353 hari lagi menuju 2015. Mau diisi apa 353 hari ke depan?

Sabtu, 04 Januari 2014

Artikel "Menembus" Otak Reptil Siswa


Alhamdulillah...setelah sekian lama, akhirnya sempat nulis lagi... dan dimuat di media. Yang mau baca, monggo buka link ini "Menembus" Otak Reptil Siswa 

Kamis, 02 Januari 2014

Hari ke-10

Liburan hari ke-10. Sudah mulai mati gaya. Dan jadilah seharian tadi nonton video-video seputar Pak Anies Baswedan. Nggak pernah bosen liatnya. Inspiratif sangat.
Udah pinter bingit, baik hati, kreatif,berintegritas tinggi, insyaAlloh taat ibadah, penebar inspirasi, penebar optimisme, berbakti pada orang tua, sayang istri anak, tampan pulaaa ^^. Adem banget liatnya. Semoga suami saya kelak sebelas dua belas sama Pak Anies Baswedan #ngarep.. hehe..

Rabu, 01 Januari 2014

Welcome 2014

gambar dari : google picture

Yippiee.... Selamat Tahun Baru....
Hari pertama di awal tahun ini gue isi dengan jalan-jalan ke Solo. Enggak muter2 Solo sih,,cuma ke Gramedia (dan nggak bisa masuk karena ternyata bukanya jam 14.00, padahal gue sampe sana jam 10..pffftt), Solo Grand Mall (niatnya sih mau ke TBS,tapi nggak ketemu, entah emang nggak ada atau gue nyarinya yang nggak bener, dan akhirnya cuma beli wadah HP di strawberry,sama kuas bedak) trus lanjut jalan ke Toga Mas (beli 3 buku...berhubung buku baru dapet diskon 25%, plus karena punya kartu member Larissa, dapet tambahan diskon lagi 20% >> bahagianyaaaa). Dari Toga Mas lanjut ke Solo Square (kesampaiannya juga ke TBS, beli night cream aloe vera...daaaannnn lumayan nguras dompet bangettt. Terus di matahari lihat ada rok imut...mau beli tapi diempet, dompetnya nggak kuat :P)


Dari Solo Square langsung naik bis Solo-Semarang. Niat awalnya sih di bis mau ‘merenung’, merefleksi hidup gue di 2013, soalnya duduk deket jendela, liat jalanan ketika naik bis seringkali mendatangkan inspirasi (beneran lhooo), tapi ternyata baru sampe terminal Kartasura udah ngantuk aje...dan jadilah tertidur...bangun-bangun udah nyampe terminal Tingkir. 

Btw,, demi apa pula ini gue cerita sampai Solo juga, niatnya kan cuma mau ngucapin selamat Tahun Baru....
Ngomong-ngomong soal tahun baru, tahun ini gue memutuskan melakukan lagi ritual gue dulu : bikin resolusi. Tapi nggak usah gue share di sini yaaa...Malu..hehe

Oya...menjelang tahun baru  kemarin pengennya ganti genre musik. Biasanya playlist di HP isinya lagu-lagu kalem, bahkan juga menye-menye. Jadilah gue hapus semua playlist gue, dan gue ganti dengan lagu-lagu genre punk rock macam Blink 182 gitu...biar garang nan kece...tapi sodara-sodara.....baru juga 1 hari gue udah nggak betah. Gue nggak bisa nikmatin lagunya, bukan karena lagunya nggak bagus, tapi emang kurang sreg aja. Mungkin memang genre gue yang slow, kalem, nan menye-menye kali yaaa....

Ya sudahlah, nanti ganti ke playlist lama lagi.

Anyway, selamat tahun baru. Semoga 2014 ini nanti menjadi tahun yang menyenangkan. Yang penuh berkah. Yang memacu kita menjadi pribadi yang lebih lagi.
Selamat hari ini, kawan!

Minggu, 29 Desember 2013

^_^

Hasil Seleksi Tes CPNSD Salatiga

Alhamdulillah akhirnyaaaa........sampai tahap ini juga (semoga diberi kelancaran sampai selesai)
Rasanya? Campur-campur.
Seneng? Pastilahh...
Sedih? Yups....sedih karena banyak juga teman-teman deket saya yang tidak lulus tes ini, ya temen sekos dulu, ya temen seperjuangan bimbingan skripsi, ya temen PPL, ya temen KKN,  ya temen seatap kerja. Sedih, dulu berjuang bareng, tapi untuk saat ini belum bisa bersuka cita bareng. Semoga tes berikutnya segera menyusul diterima. Aamiin.

Selasa, 17 Desember 2013

Happy Wedding Deuw

Kurang dari 1 minggu lagi salah satu temen deket saya waktu kuliah di Semarang dulu bakalan married. Begitu mendengar kabar ini saya langsung merinding, ada yang berdesir di hati rasanya (serius deh ini nggak lebay....).
Akhirnyaaaa...... salah satu dari kami (anak2 kos B7) ada yang ‘mengawali’.
Rasanya nggak cuma seneng, tapi juga excited  bingit.
Melihat salah satu teman akan memasuki tahap baru di hidupnya. Berubah status dari single  menjadi bini orang. Tanggung jawab yang semula ada di bapaknya beralih ke suaminya.
Sebenarnya sudah banyak sih temen yang udah pada married, tapi yang ini ngerasa beda aja. Secara ya dulu hampir 4 tahun-an deh kita sekos, jadi berasa gitu pertalian emosinya...hehe...
Pokoknya hanya bisa mendoakan, semoga menjadi keluarga SAMAWA. Selalu diridhoi Alloh. Rumah tangganya diberi kedamaian juga  kekuatan dalam menapaki jalan yang didalui kedepannya. Aamiin

Calon pengantinnya yang nomor dua dari kanan (jilbab abu2)