Sabtu, 29 September 2012

Pensiun Gaul

Teman saya langsung tertawa ketika melihat saya membeli buku Pensiun Gaul. “Baru juga lulus, belum kerja pula, udah mau pensiun aje” kata teman saya itu. Emang sih, saya baru saja resmi melepas status mahasiswa saya, kurang lebih 2 minggu yang lalu.  Belum punya pekerjaan pula, masih berstatus pengangguran bertitle sarjana. Eits, belum bekerja, belum berpenghasilan, bukan berarti saya tidak bisa menerapkan kiat-kiat yang ada dalam buku Pensiun Gaul kan? Kalau orang bilang sedia payung sebelum hujan. Na, saya juga ni, menyiapkan diri untuk PHK, VRP, ataupun pensiun dini. Salah satu dari kiat yang sudah saya terapkan adalah investasi berupa deposito. Sejak satu tahun terakhir ini, tiap bulannya saya mendapat jatah uang (di luar uang saku) dari ayah saya. Biasanya jatah uang tersebut langsung saya masukkan ke tabungan saya dan sampai saat ini jumlahnya sudah lumayanlah bagi seukuran saya. Setelah membaca buku pensiun gaul, saya terinspirasi untuk memindahkan tabungan saya itu ke deposito. Dan rencanannya, setiap beberapa bulan sekali, ketika nominal jatah uang saya itu mencapai jumlah tertentu akan saya depositokan lagi, begitu seterusnya. Kelak saya tinggal memetik hasilnya :D
O ya, buku Pensiun Gaul bisa didapat di toko buku terdekat ^^ 


Kamu Suka?

Kalian suka musik? Mandi sambil dengerin musik? Ngerjain tugas sambil dengerin musik? Jemur baju sambil dengerin lagu? Belum bisa tidur kalau nggak ndengerin lagu dulu?
Kalau iya toss dulu...

Sebenernya ni ye saya awam tentang musik, entah genre nya entah tetek bengek nya. Yang saya tau sih musik itu lagu, genrenya dangdut dan bukan dangdut, udah itu aja.

picture from :  http://weheartit.com/entry/38594942/

Saya suka dengerin semua lagu entah apapun itu genrenya. Tapi paling suka dengerin lagu2 nya air taylor swift, katy perry, air supply, bonjovi, aerosmith, lenka, chantal, beyonce, lagu2 jadulnya Dewa 19, SO7, padi, gigi, naif, trus juga judika, sherina, iwan fals, de el el.

Kalau lagi demen banget sama sebuah lagu, dalam sehari bisa muter tu lagu belasan kali bahkan lebih.....apalagi kalau lagi galau....^^

Nggak bisa bayangin deh kalau di dunia ini nggak ada musik,nggak ada lagu,,,
Btw siapa ya yg pertama kali menemukan musik? 

Jumat, 28 September 2012

Fedi Nuril

Selamat malam semuaaaaa......
Cuma mau bilang :
FEDI NURIL MUANISSSS yaaaaaa........^^





picture from: google.co.id

Siap?

Yippiee..akhirnya saya sudah tidak lagi menyandang status sebagai mahasiswi...ya meskipun belum sepenuhnya resmi lulus (masih nunggu wisuda) sih....
Tapi perjalanan belum usai. Malah bisa dibilang perjalanan yang sesungguhnya baru akan dimulai.
Pintu gerbang menuju era baru sudah dibuka (cieeeee) tinggal siap nggak ni mulai melangkah melewati gerbang itu?   

Siap menjadi pribadi yang lebih dewasa?
Siap menjadi pribadi yang lebih mandiri?
Siap menjadi pribadi yang lebih kuat?
Siap menjadi pribadi yang bisa diandalkan?
Siap menjadi pribadi yang lebih berani?
Siap menjadi pribadi yang tidak plin-plan?

Picture from:  http://weheartit.com/entry/38595103

Siap terjun ke dunia yang sesungguhnya?
Siap bertanggung jawab dengan apa yang diperbuat?
Siap untuk menjadi profesional?
Siap menghadapi orang-orang dengan berjuta karakter yang berbeda?
Siap menanggung resiko atas pilihan yang diambil?
Siap? Siap? Siap?

Ya HARUS siap donk Cint..... ^^ 

Rabu, 22 Agustus 2012

Lebaran, Cabai, Sambal Goreng


Masih suasana lebaran. Masih ketupat. Masih opor ayam. Masih sambal goreng. Masih halal-bihalal-an.

Jadi ni ceritanya besok di rumah bakal ada acara ngumpul-ngumpul keluarga besar dari bapak. Alhasil seharian tadi sibuk bantuin ibuk nyiapin ini itu, masak ini itu. Berhubung saya nggak jago masak, jadinya cuma bantuin nyiapin bahan-bahan, nyuci-nyuci piring, motong ini itu, ngupas ini itu, ngiris ini itu. Yang paling ‘malesi’ adalah yang berhubungan dengan cabai. Tapi kalo mau masak sambal goreng nggak mungkinlah menghindari sesuatu yang bernama cabai ini. Hah....bikin tangan puanasss...
gambar dari : google.co.id
Eitss...tapi ternyata ada solusinya kok biar tangan nggak panas biarpun mencincang cabai yang seabrek banyaknya. Cara paling gampang sih dengan membungkus telapak tangan pakai plastik bening. Tapi rasanya kok nggak leluasa ya kalau mengiris cabai dengan telapak tangan terbungkus plastik. Alternatif lainnya adalah dengan melumuri telapak tangan dengan garam secukupnya sebelum mulai ‘berinteraksi’ dengan cabai. Setelah selesai berurusan dengan cabai, entah mengiris, memotong, atopun mencincang cabai, sebelum cuci tangan dengan air, lebih dulu ambil beras segenggam kemudian remas-remas beras tersebut. Setelah itu baru cuci tangan. Dan voilaaaa.....meskipun habis pegang cabai dalam waktu yang lama dan dalam jumlah yang seabrek, telapak tangan nggak terasa pedes tuh....

Selasa, 21 Agustus 2012

Menunggu (lagi)

gambar dari http://weheartit.com/entry/35398621

Dear  :  You
Aku menunggu.
Menunggu saat-saat ketika aku tak lagi sungkan mengirim pesan padamu, bertukar cerita padamu, bertanya padamu : di mana, bersama siapa, dan sedang apa.

Aku menunggu.
Menunggu saat-saat ketika aku bisa leluasa berkata “I miss you”.
Menunggu saat-saat aku tanpa ragu bisa berucap “I love you”.

Aku menunggu.
Menunggu saat-saat aku bisa mendengarmu berNYANYI untukku.

Aku menunggu.
Menunggu saat-saat aku dan kamu menjadi kita.


*Untuk kamu yang merasa*

Jumat, 17 Agustus 2012

Quote of the day (4)










 














taken from : http://www.facebook.com/lessonslearnedinlife

(hampir) Lebaran

Nggak terasa ya 2hari lagi udah lebaran. Hmmmm ramadhan tahun ini kok saya berasa “rusuh” ya, nggak kayak ramadhan tahun2 lalu. Ramadhan ini rasanya nggak syahdu, nggak tenang, nggak khusyuk....
Laju Salatiga-Semarang, bolak-balik  sana sini berburu dosen, berangkat pagi, pulang (hampir) malam, buka puasa di bis, tarawih bolong banyak buanget, nggak bisa ikut tadarusan #GaraGaraSkripsi

Tapi alhamdulillah deh,,,semuanya nggak sia2...akhirnya kemarin Selasa, 14 Agustus 2012 bisa sidang skripsi, dan hasilnya juga lumayan banget. Meskipun perjalanan belum usai, masih harus revisi, bimbingan (lagi), ngurus ini itu...tapi bersyukur sudah bisa sampai pada titik ini.

gambar dari: http://weheartit.com/entry/35105393
Untuk beberapa hari ke depan, lupakan skripsi sejenak, saatnya mudik, ketemu keluarga besar, keliling ke rumah-rumah tetangga, ngabisin kue-kue lebaran.

Selamat menjelang lebaran, selamat berburu diskon baju baru, selamatmengumpulkan angpao, selamat mencari gandengan baru untuk dikenalkan ke sanak saudara #eh

Kamis, 02 Agustus 2012

Kalau mereka seperti saya?


Kecewa 1x? Biasa. Kecewa 2x? Biasa juga. Kecewa 3x? Masih biasa juga. Kecewa BERKALI-KALI?? BIASSSSAAAA BANGET!

*HelaNafas*  Emang sih nggak semua yang kita pengen itu bisa terwujud, nggak semua bisa berjalan sesuai dengan rencana kita. Harapan untuk ujian skripsi di awal bulan Juli pun pupus tinggal harapan. Sampai bulan Agustus datang pun,,,masih belum ada titik terang kapan bisa segera menyandang gelar SARJANA. Beberapa kali bimbingan tapi hasilnya gitu-gitu aja, belum ada kemajuan, belum ada kejelasan. Dan akhirnya sampai di sinilah saya. Di titik jenuh. Di titik abu-abu. Di titik yang....... *speechless*. Intinya saya ingin MENYERAH.

Lalu? Beberapa hari yang lalu ketika saya sedang di dalam bis yang sedang ngetem di terminal saya melihat sesuatu. Bukan sesuatu yang luar biasa sih. Bahkan hal yang biasa banget bagi orang-orang yang sering naik bis.
Sore itu, seperti biasa beberapa penjaja minuman dan makanan kecil naik ke bis menawarkan dagangan mereka. Seperti biasa juga, ada dagangan mereka yang terbeli ada juga yang tidak. Saya sempat mengamati dagangan salah satu dari mereka. Seorang bapak-bapak. Sekitar 40-50 tahun lah. Saya masih ingat, dia membawa 3 botol aq*a, 2 botol miz*ne, dan beberapa tahu asin ketika naik ke bis yang saya tumpangi. Ketika turun saya lihat dagangannya masih utuh. Tidak ada yang beli. Kemudian dia beralih ke bis yang ngetem di depan saya. Ketika turun dari bis itu, saya lihat dagangannya masih dalam jumlah yang sama. Itu berarti tidak ada yang beli (lagi). 3 menit, 4menit, lewat. Bis di depan saya berangkat, digantikan dengan bis lain. Bapak pedagang tadi  naik ke bis itu. Begitu turun, saya lihat dagangannya masih sama seperti tadi. Tandanya tidak ada yang beli (lagi).
Gambar dari http://weheartit.com/entry/33973256

Saya berani bertaruh, ketika turun dari bis yang saya tumpangi pasti ada rasa kecewa yang dirasakan bapak tadi ketika dagangannya tidak satupun yang laku. Apakah dia menyerah? Tidak. Dia kembali lagi naik ke bis yang lain. Masih juga belum ada yang beli. Kecewa? Saya yakin pasti iya. Menyerahkah bapak tadi? Tidak. Dia naik ke bis yang lain lagi. Dan masih juga belum ada dagangannya yang terjual. Kecewa? Saya rasa iya. Menyerah? Tidak. Buktinya bapak itu masih bertahan di terminal, menunggu bis lain lagi yang datang.

Lalu? Satu pertanyaan muncul di pikiran saya. Apa jadinya kalo bapak pedagang tadi seperti saya?Yang beberapa kali mencoba, beberapa kali tidak ada hasil yang positif, kemudian menyerah. Mau dikasih makan apa anak istrinya?

Jadi...in my opinion  Kecewa 1x? Biasa. Kecewa 2x? Biasa juga. Kecewa 3x? Masih biasa juga. Kecewa BERKALI-KALI?? BIASSSSAAAA BANGET!

Merasa kecewa karena apa yang kita inginkan tidak tercapai, apa yang kita rencanakan tidak berjalan mulus, adalah hal yang wajar.

Pointya adalah boleh kecewa, tapi jangan berlarut-larut.  Gagal - kecewa - mencoba lagi - gagal lagi - kecewa lagi - mencoba lagi - begitu seterusnya hingga mendapatkan apa yang saya inginkan, apa yang saya harapkan.

Yang sedang kecewa, senyum dulu yuk...
Selamat hari ini.

Jumat, 27 Juli 2012

quote of the day (3)

Hidup itu seperti eskalator, apapun yang terjadi, hidup membawamu maju.
Jadi, lebih baik nikmati saja pemandangannya dan raih tiap kesempatan selagi kau melewatinya. Kalau tidak, semua akan terlambat

(Sophie Kinsella)

“No matter how you feel today,  
get up, dress up, and show up
(Paulo Coelho)


Demen banget deh sama 2 quote tadi. Jadiin motto di skripsi ahhhh... :D

Sabtu, 21 Juli 2012

Bercanda Dengan Waktu

Selama ini saya berpikir hal yang paling mudah untuk dilakukan di dunia ini adalah buang-buang duit. Punya duit dikit langsung beli ini. Punya duit dikit lagi langsung beli itu. Punya duit agak lebih dari dikit beli ini itu. Sampai akhirnya dompet miris, tabungan kritis. Tapi belakangan ini saya menyadari sesuatu. Ternyata ada yang lebih gampang dibuang dari pada duit yaitu WAKTU. Sekali lagi W-A-K-T-U. Boleh setuju boleh tidak. Setidaknya itulah yang saya alami. Saya lebih sering membuang-buang waktu saya dari pada duit saya (secara duit juga cuma dikit,,,hehe)

Entah jadi berapa detik, berapa menit, berapa jam, berapa hari, berapa minggu, berapa hari, berapa bulan bila waktu yang telah saya buang begitu saja diakumulasikan. Nggak sanggup ngitungnya deh, saking banyaknya.
Gambar dari http://weheartit.com/entry/33114958



Buang-buang waktu versi saya ini banyak wujudnya. (1) Niat awal mau ngerjain skripsi. Hidupin leptop. Bukanya segera buka file skripsi, malah colokin modem. Mantengin facebook, timeline twitter, dan berlanjut dengan ngepo-in orang. 10 menit, 15 menit, setengah jam, satu jam, satu jam setengah,............ sampai akhirnya mata udah pedes duluan berlama-lama di depan layar. Niat mau ngerjain skripsi pun akhirnya berhenti sampai di niat saja. Akibatnya butuh waktu lamaaaa buat nyelesein skripsi. (2)Malem saatnya tidur. Tarik selimut. Bukannya langsung merem berusaha tidur, malah bernostalgila dengan mengenang masa-masa silam. Mengenang ini mengenang itu. Mengenang dia. Mengenang dia. Mengenang dia lagi. Berandai-andai jika waktu bisa diputar lagi agar saya bisa melakukan apa yang dulu seharusnya saya lakukan. Berandai-andai jikalau saya bisa mengubah masa-masa itu. OHHh what a wasting time!! Meralat masa lalu? Hellooooo.....masa lalu mana bisa diubah jenk? (3) Sore hari. Bangun tidur siang. Nyalain tv, mantengin gosip-gosip artis dari satu infoteiment ke infoteiment berikutnya. Padahal paginya udah liat infoteiment juga. Beritanya itu-itu juga. Artisnya itu-itu juga. Dan saya? Masih tetepnonton juga. HHHHHhhhhh padahal kehidupan artis2 itu nggak ngefek juga lho ke kehidupan saya,,,tapi kenapa hobi banget ya ngikutin berita-berita mereka. Padahal juga mereka bukan termasuk figur-figur yang saya idolakan lho. (4) Punya mimpi itu halal. Punya mimpi itu sah-sah saja. Punya mimpi itu keren. Asaaall nggak sekedar punya aja, tapi ada usaha untuk merealisasikannya. Saya juga punya mimpi. Satu. Dua.Tiga. Lima. Sepuluh. Lebih. Ah banyak lah mimpi saya. Tapi apa yang saya lakukan? Saya hanya ‘mengangan-angankan’ mereka saja. Mengangan-angankan apa yang harus saya lakukan. Setelah itu? Mandek. Nggak ada realisasinya. Yaaaaa....nggak heran deh kalo mimpi-mimpi saya yang seabrek itu MASIH SEKEDAR mimpi yang BELUM terwujud, atau malah mimpi yang ENTAH AKAN terwujud atau tidak. (5) Parno alias paranoid. Setiap kali akan melakukan sesuatu selalu saja menakutkan yang tidak-tidak. Dan berlebihan! Jadi ni ye seringkali saya cuma duduk tangan di bawah dagu, kalo nggak nongkrong di kursi ruang tamu, ngliatin kendaraan2 pada lewat, sambil mikir ‘gimana entar kalo nggak sesuai rencana? Gimana entar kalo bla bla bla bla’ Nggak adanya salah sih kalo kita  berfikir tentang kemungkinan-kemungkinan yang tidak sesuai dengan harapan tapi mbok ya yang realistis dan sesuai takaran. Lha ini? Seringkali parno tingkat dewa. Dan akhirnya waktu hanya habis untuk piya piye tok. Tanpa memikirkan solusinya.

See? Pinter banget kan saya membuang-buang waktu?
Gambar dari http://weheartit.com/entry/33115102



Jika dalam sehari waktu yang saya gunakan untuk hal-hal di atas paling tidak 3-4 jam, kalo seminggu berarti minimal 21 jam. Kalo sebulan? 85 jam. Kalo setahun? 1020 jam. Umur saya sekarang 22 tahun Anggap masa akil baligh saya 17 tahun. 22 tahun-17 tahun = 5 tahun. 5tahunx1020 jam= 5100 jam!
5100 jam bahkan mungkin lebih terbuang sia-sia begitu saja!
Mengenaskan! Nggak heran deh sampai usia segini kehidupan saya masih gini-gini aja. Masih datar-datar aja. Belum ada prestasi yang membanggakan. Belum ada pencapaian yang WOW....

Ada nggak sih kuliah dengan jurusan manajemen waktu? Mau donk kuliah di sana.
Eh tapi setelah saya pikir-pikir lagi, saya kan udah tau ni ye apa yang menyebabkan waktu saya terbuang begitu saja. Ya tinggal dihindari aja. Pastikan selalu melakukan sesuatu. Apapun itu. Kalopun belum ada kerjaan dan lagi nggak pengen ngerjain skripsi, ya lakukan apa aja deh. Entah baca komik, baca majalah, nulis,  nyuci baju, setlika, blabla bla..pokoknya selain 5 poin di atas.


Jumat, 20 Juli 2012

hAPPY FASTINg


Marhaban Ya Ramadhan
                   Yeeeeyyyy....Besok udah mulai puasa
                                   Semoga puasa ini penuh berkah dan menjadikan kita menjadi manusia yang lebih baik lagi

........HAPPY  FASTING.......

                                Selamat menunaikan ibadah puasa
Mohon maaf lahir dan batin :D

Minggu, 01 Juli 2012

Coklat Monggo

Kesampaian juga beli coklat Monggo..... *kibas poni*
Pertama tahu coklat Monggo dari twitter. Karena penasaran, seperti apa wujud coklat monggo akhirnya cari sana-sini, dan taraaa ketemu juga di supermarket tanpa sengaja. Kebetulan waktu itu ada 2 pilihan. Yang satu cocoa 59%, yang satunya cocoa 69%. Pilihan jatuh pada cocoa 69%.

Gambar dari : http://chocolatemonggo.com/en/content/monggo-products
Keren nggak tu kemasannya :D Vintage2 gimana gitu.... Sampai dirumah langsung capcus buka ni coklat dan rasanyaaa..... agak pahit,,,,hehe... Secara ya biasanya makan coklat yang manis,,, Tapi setelah kloter kedua, lidah mulai terbiasa dengan pahitnya,, Cocok banget buat temen lembur di malem hari,,,bikin melek.

Dan ternyata coklat Monggo ini asli Indonesia lho. Diproduksi di Kota Gede, Yogyakarta. Dan ternyata juga coklat monggo ada banyak variannya lho... Kalo mau tau lebih banyak tentang coklat Monggo, buka aja website nya http://chocolatemonggo.com/en/

Target selanjutnya coklat Monggo yang rasa ini ni :