Tampilkan postingan dengan label REVIEW. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label REVIEW. Tampilkan semua postingan

Jumat, 23 November 2012

Skandal Terselubung

Aslinya ni ye saya udah agak males baca novel-novel macam Harlequin. Tapi di persewaan buku deket rumah belakangan ini banyak banget nyetok novel-novel harlequin. Nggak tega deh lihat buku gress, dengan aroma kertas yang masih baru dianggurin begitu aja. Ya udah deh akhirnya tergoda untuk minjem. Yang saya pinjam kali ini adalah karangan Christie Kelley berjudul Skandal Terselubung.

Judul Asli                          : Something Scandalous
Judul Terjemahan       : Skandal Terselubung
Penulis                               : Christie Kelley
Genre                                  : Historical Romance
Target                                 : Dewasa
Terbit pertama kali    : 2010
Terbit di Indonesia     : 2012







Masa Lalu Yang Kelam
Setelah dibesarkan sebagai putri Duke of Kendal, Elisabeth mendapati kenyataan mengejutkan bahwa sang Duke ternyata bukan ayah kandungnya. Karena sang Duke tidak memiliki anak laki-laki, seluruh gelar dan harta kekayannya harus diwariskan pada satu-satunya pewaris prianya, seorang sepupu jauh yang hijrah ke Amerika bertahun-tahun lalu. Berusaha menghalangi pria itu menguasai seisi rumahnya, Elizabeth pun mati-matian mencari buku harian ibunya, demi mengungkap asal usul dirinya . . .

Masa Depan Yang Tak Terduga
Tiba di London dengan ketujuh adiknya, William Atherton berniat menjual segala harta warisannya dan kembali ke ladang miliknya di Virginia, serta menikahi tunangannya, secepat mungkin. Namun, seiring dengan usaha Elizabeth untuk mengenalkan William pada masyarakat bangsawan London, terlihat jelas bahwa keduanya ditakdirkan untuk bersama. Elizabeth pun membulatkan tekad untuk memenangkan hati pria yang tidak hanya dapat menjaga harkat nama keluarganya, namun juga hatinya . . .

Saya sudah mulai menyukai cerita di awal novel ini. Perjumpaan pertama antara William dan Elizabeth telah menghadirkan rasa tertarik di antara keduanya. Jadi dari awal emang udah muncul ketertarikan, berbeda dari tipikal novel harlequin yang seringkali bercerita tentang dua orang yang saling benci di awal namun berubah jadi cinta di akhir.

Saya sempat ikut deg-degan ketika Abigail, kekasih Will selama 5 tahun belakangan datang meminta Will untuk menikahinya. Takut aja kalau Will kembali lagi ke pelukan Abigail, sementara dia sudah sedemikian dekatnya dengan Elisabeth.

Saya menyukai novel ini karena pada dasarnya saya suka cerita yang berbau-bau kerajaan dan bangsawan dengan istananya yang megah. Romantis. Hehe. FYI saya menggambarkan Will seperti Pangeran William dan Elisabeth seperti Kate Middleton ^^

Tapi saya agak tidak suka dengan bagian akhir cerita ketika ELisabeth menyamar menjadi wanita panggilan dan menggoda Will untuk mencari tahu bagaimana sesungguhnya perasaan Will kepadanya. Dan meskipun Will mengetahui penyamaran itu, dia pura-pura tidak tahu dan menikmatinya. Ahhh klise dan terlalu biasa....



Rabu, 07 November 2012

KalaKali

Judul  : Kala Kali
Penulis : Valiant Budi & Windy Ariestanty
Penerbit : Gagas Media
Cetakan pertama 2012



Aku merasa kembali menjadi balita, mengentak-entakkan kaki ke lantai sambil bertepuk-tepuk tangan gembira. Tidak ingin membuang-buang waktu, aku segera meniup lilin sambil berharap dalam hati akan ada lilin serupa untuk tahun depan, di atas sepotong kue yang dibawakan Ibu. AMIN
(Ramalan dari Desa Emas, Valiant Budi)

Setiap kali berulang tahun, aku semakin mendekati tempat asalku : ketiadaan. Ibuku bilang, dunia ini sendiri pun lahir dari ketiadaan. Karena lahir dariketiadaan, mengapa pula harus mencemaskan kehilangan? Ketiadaan itu meluaskan, kata Ibu, dan mempertemukan manusia dengan banyak hal, diantaranyan cinta.”Aku berharap bisa melindungimu dari patah hati. Tapi itu tak mungkin.”
(Bukan Cerita Cinta, Windy Ariestanty)

Kala Kali : Hanya Waktu yang Tak Pernah Terlambat adalah Gagas Duet, novella dari dua penulis kenamaan Gagas Media, Valiant Budi dan Windy Ariestanty. Keduanya mempersembahkan sebuah cerita yang bermain-main sekaligus memberi ruang pada waktu.
*** 

Salah satu motivasi saya membaca novel ini adalah terteranya nama Windy Ariestanty sebagai salah satu penulis novel ini. Tau donk, mbak Windy? Yups, mbak Windy adalah editor di Gagas Media. Jadilah saya menaruh ekspekstasi tinggi pada novel ini.  Meskipun novel ini merupakan proyek duet 2 penulis, namun antara cerita yang satu dengan yang lainnya terpisah, tidak saling berhubungan.

Cerita pertama ditulis oleh Valiant Budi, bercerita tentang seorang gadis bernama Keni Arladi yang sebentar lagi merayakan ulang tahunnya yang ke-18. Dia ingin merayakan ulang tahun sendirian. Desa Sawarna menjadi pilihannya untuk “mengasingkan” diri. Suatu ketika dia menyusuri sebuah goa dekat desa tersebut, malang baginya, ketika akan keluar dari goa tersebut, dia pingsan di dalam goa. Untung ada seorang bocah yang menolongnya. Bocah itu bukan bocah biasa, dia bisa meramal masa depan. Ketika siuman dari pingsannya, Keni mendengar bocah itu berkata padanya “Kakak akan mati sebelum 18 tahun.”

Meskipun berusaha untuk tidak percaya pada ramalan itu, tetap saja rasa was-was menghinggapi Keni. Dia pun memutuskan segera meninggalkan desa Sarwana menuju rumahnya, Jakarta. Dalam perjalanan menuju Jakarta ini lah Keni mengalami berbagai kejadian yang ‘menyenggol’ maut. Mulai dari peristiwa makanan beracun, tersesat di hutan, kecelakaan yang menimpa truk yang baru saja ditumpanginya, hingga peristiwa kebakaran di rumah temannya di mana Keni ada di dalam rumah itu ketika terjadi kebakaran. Entah karena beruntung, atau memang Keni masih diberi Tuhan kesempatan untuk mencapai usia 18 tahun, yang jelas dia selalu lolos dari maut ketika peristiwa-peristiwa tadi terjadi. Puncaknya adalah ketika ternyata Keni masih bisa merayakan ulang tahun bersama ibunya yang telah lama berpisah darinya. Keni sangat lega karena ramalan tersebut tidak terbukti. Namun kelegaan Keni langsung pupus ketika sebuah fakta mengejutkan keluar dari mulut ibunya.  Apa yang sebenarnya dikatakan oleh Ibu Keni? Benarkah usia Keni berhenti di angka 18?

Cerita kedua berkisah tentang  Akshara, Bima (pacar Akhsara) , Bumi, dan Koma. Akshara mempunyai pacar seorang pengacara. Saking sibuknya, si pacar seringkali tidak bisa hadir dalam acara-acara penting Akshara, termasuk pada acara launching novel terbaru Akshara, parahnya lagi Bima sama sekali belum pernah membaca satu pun novel Akshara.  Hal tersebut mengundang cibiran dari Bumi, sahabat Akhsara. Katanya pacar tapi kok kayak gitu (kurang lebih seperti itu kali yaa...).  Bumi juga menduga kalau sebenarnya Akhsara tidak benar-benar mencintai Bima. Akshara jelas tidak setuju dengan apa yang diutarakan Bumi. Akshara pun ganti mencibir Bumi yang masih saja sendiri karena masih terkurung pada masa lalunya.

Bahkan Akshara mengajak Bumi untuk bertaruh.  Akshara bertaruh di saat ulang tahunnya nanti, Akshara masih tetap berpacaran dengan Bima, dan menantang Bumi apakah Bumi bisa membawa pacar di saat ulang tahun Akshara yang tinggal beberapa bulan lagi.
Siapa yang menang dalam pertaruhan tersebut? Lalu siapakah Koma?

 

Yah kurang lebih begitulah dua cerita dalam novel Kala Kali (maap kalau sinopsisnya nggak bagus. Saya masih pemula...hehe).
Dari kedua cerita tersebut saya pribadi lebih suka yang pertama. Ide ceritanya nggak biasa, cara berceritanya asik, ngalir, jadi nggak sabar untuk segera membuka lembar berikutnya. Dengan jalan cerita yang nggak mudah ditebak plus twist  yang oke banget di akhir cerita membuat saya tersenyum sendiri bahkan setelah selesai baca ceritanya. Jempol deh buat Vabyo.

Sedangkan untuk cerita yang kedua, kalau menurut saya pribadi sih, agak jauh dari ekspektasi awal saya. Ide ceritanya biasa, ya meskipun dikemasnya lumayan menarik sih. Tapi entah kenapa saya kurang suka. Mungkin karena bahasanya lebih ‘berat’ kali ya (buat otak saya tertutama...hihi). Yang saya suka dari cerita kedua ini adalah kalimat-kalimat ‘cantik’ yang terselip di dalamnya. “Setahuku, kalau laki-laki sedang jatuh cinta, ia mendadak bisa mengatur apapun yang rumit demi bertemu pasangannya.” ; “Karena mengalami kehilangan adalah bagian dari kembali kepada menemukan.”
 O ya, saya juga suka bagian tebak-tebakan kata baku dan tidak baku. Lumayan untuk menambah wawasan ^^

Kalau dari segi cover, saya suka banget. Kesannya agak-agak misterius, seperti judulnya : Kala Kali.

Rating :  3.5 dari 5


Senin, 05 November 2012

Menulis Fiksi Itu Seksi


Yang suka baca novel metropop, pasti kenal donk dengan mbak Alberthiene Endah (AE)? Si empunya novel Jodoh Monica, Dicintai Jo, I Love My Boss, Cewek Matre, Selebriti, Nyonya Jetset, dll. Juga si penulis biografi : Seribu Satu KD, Panggung Hidup Raam Punjabi, Titiek Puspa Never Ending Diva, Krisdayanti My Life My Secret, Anne Avantie Aku Anugerah dan Kebaya, Ani Bambang Yudhoyono ‘Kepak Sayap Putri Prajurit’, dan masih banyak lagi.

Yang sudah pernah baca karya-karyanya, pasti tahu gimana cara bertutur ala Mbak AE. Bahasanya renyah, mengalir, deskripsi tokoh dan settingnya jelas banget, bikin pembaca mudah ‘mengimajinasikannya’, plus ide cerita yang kita banget, yang mungkin sering kita jumpai di kehidupan kita. Novel pertamanya mbak AE yang saya baca adalah Dicintai Jo. Bikin nagih. Saking asyiknya baca, rela nggak tidur semalem buat ngelarin baca tu novel (beneran lho, ini nggak lebay. Bukan dibayar untuk promosi juga). Kalo untuk yang biografi sih saya belum pernah baca. Hehe

Saya, yang bercita-cita pengen jadi penulis (oke, baru sebatas cita-cita, belum ada realisasinya :P) seneng donk mbak AE ngeluarin buku berjudul “Menulis Fiksi Itu Seksi”. Isinya tentang trik menulis fiksi ala mbak AE. Agak ragu-ragu juga sih waktu mau beli. Secara ya, harganya 83 ribu. Kalo ditukar dengan novel, bisa dapet 2 novel tu (yang harganya dibawah 50 ribu tentunya...) Tapi karena yang nulis mbak AE  plus penerbitnya Gramedia, cukup menjadi jaminan lah ya untuk kualitas isinya.


Dalam buku “Menulis Fiksi Itu Seksi” mbak AE  menceritakan alasannya mengapa dia menulis, bagaimana dia mendapatkan ide-ide dari apa yang ada di sekitarnya, bagaimana dia menyimpan ide-ide itu di bank ide, bagaimana dia mempertahankan mood dalam menulis novel, apa yang harus dilakukan oleh bakal penulis untuk mulai merealisasikan keinginannya menulis novel, dan sebagainya.

Lumayan memberi gambaran tentang proses kreatif yang dilakukan mbak AE dalam melahirkan sebuah novel. Bisa jadi inspirasi buat yang pengen jadi penulis.

Bagian yang paling saya suka adalah bagian tentang mengembangkan gagasan utama ke dalam bentuk kerangka, yang berfungsi membantu kita untuk mengarahkan perjalanan dalam bercerita, serta catatan-catatan untuk merinci tokoh-tokoh dan karakternya, konflik, juga latar ceritanya.
Dan...oooo...ternyata begitu to caranya agar bisa menciptakan tokoh beserta karakternya, konflik, juga latar cerita yang bisa membangkitkan imajinasi pembaca.

Terima kasih mbak AE, telah berbagi pengalaman.

Jumat, 19 Oktober 2012

Yes, You Can!

Awal2 bikin blog, blog milik Ollie (www.salsabeela.com)adalah salah satu blog yang saya follow setelah blognya raditya dika. Akun twitternya Ollie @salsabeela juga salah satu akun yang saya follow semenjak awal saya punya akun twitter.

Kalau tidak salah saya mulai ‘mengenal’ Ollie ketika blognya muncul di majalah CHIC. Langsung deh kagum sama si cantik ini. A writer, blogger, entrepeneur, designer, and many else. Multitalenta banget.

Saya pertama kali mengenal istilah passion juga dari hasil baca-baca tulisan di blognya Ollie.

Dulu saya sempat berandai-andai, kalau saja dikasih kesempatan untuk satu minggu aja nguntit Ollie, ngikutin kemana aja dia pergi, mengamati apa aja aktivitasnya sehari-hari, belajar langsung bagaimana caranya membagi waktu, bertanya bagaimana bisa dia mencapai begitu banyak prestasi di usianya yang masih muda. Ah pasti bakalan seneng banget.


Beruntunglah saya –dan mungkin kawan-kawan lainnya- Ollie baru aja nulis buku berjudul “Yes, You Can!”. Isinya tentang berbagai hal, mulai dari apa yang dialaminya, apa yang diamatinya, apa yang dipelajarinya dari tokoh-tokoh yang menginspirasinya, apa yang dilakukannya untuk menyikapi kejadian-kejadian dalam hidupnya, dan sebagainya.

Buku ini ditulisnya untuk menjawab pertanyaan “Apa rahasia sukses seorang Ollie?” Pertanyaan yang berkali-kali ditujukan padanya.


IMO, lewat buku ini kita bisa lebih jauh mengenal sosok Ollie. Yang mungkin sebelumnya kita hanya tau prestasi-prestasinya aja, lewat buku ini kita bisa memandang hidup dari sudut seorang Ollie.

Disampaikan dengan bahasa sehari-hari membuat buku ini gampang dicerna karena dengan lugas mentransfer pesan yang ingin disampaikan Ollie pada pembacanya.

Yang ingin tahu lebih lanjut seperti apa isi bukunya, langsung baca sendiri aja ya bukunya J   

Sabtu, 29 September 2012

Pensiun Gaul

Teman saya langsung tertawa ketika melihat saya membeli buku Pensiun Gaul. “Baru juga lulus, belum kerja pula, udah mau pensiun aje” kata teman saya itu. Emang sih, saya baru saja resmi melepas status mahasiswa saya, kurang lebih 2 minggu yang lalu.  Belum punya pekerjaan pula, masih berstatus pengangguran bertitle sarjana. Eits, belum bekerja, belum berpenghasilan, bukan berarti saya tidak bisa menerapkan kiat-kiat yang ada dalam buku Pensiun Gaul kan? Kalau orang bilang sedia payung sebelum hujan. Na, saya juga ni, menyiapkan diri untuk PHK, VRP, ataupun pensiun dini. Salah satu dari kiat yang sudah saya terapkan adalah investasi berupa deposito. Sejak satu tahun terakhir ini, tiap bulannya saya mendapat jatah uang (di luar uang saku) dari ayah saya. Biasanya jatah uang tersebut langsung saya masukkan ke tabungan saya dan sampai saat ini jumlahnya sudah lumayanlah bagi seukuran saya. Setelah membaca buku pensiun gaul, saya terinspirasi untuk memindahkan tabungan saya itu ke deposito. Dan rencanannya, setiap beberapa bulan sekali, ketika nominal jatah uang saya itu mencapai jumlah tertentu akan saya depositokan lagi, begitu seterusnya. Kelak saya tinggal memetik hasilnya :D
O ya, buku Pensiun Gaul bisa didapat di toko buku terdekat ^^ 


Minggu, 01 Juli 2012

Coklat Monggo

Kesampaian juga beli coklat Monggo..... *kibas poni*
Pertama tahu coklat Monggo dari twitter. Karena penasaran, seperti apa wujud coklat monggo akhirnya cari sana-sini, dan taraaa ketemu juga di supermarket tanpa sengaja. Kebetulan waktu itu ada 2 pilihan. Yang satu cocoa 59%, yang satunya cocoa 69%. Pilihan jatuh pada cocoa 69%.

Gambar dari : http://chocolatemonggo.com/en/content/monggo-products
Keren nggak tu kemasannya :D Vintage2 gimana gitu.... Sampai dirumah langsung capcus buka ni coklat dan rasanyaaa..... agak pahit,,,,hehe... Secara ya biasanya makan coklat yang manis,,, Tapi setelah kloter kedua, lidah mulai terbiasa dengan pahitnya,, Cocok banget buat temen lembur di malem hari,,,bikin melek.

Dan ternyata coklat Monggo ini asli Indonesia lho. Diproduksi di Kota Gede, Yogyakarta. Dan ternyata juga coklat monggo ada banyak variannya lho... Kalo mau tau lebih banyak tentang coklat Monggo, buka aja website nya http://chocolatemonggo.com/en/

Target selanjutnya coklat Monggo yang rasa ini ni :


 



Kamis, 29 Desember 2011

reporter wanna be

Mbak Noniiiiiiiiiii.....................
Terima kasih, Matur nuwun, Tengkiyu *kecup* sudah menulis buku "Reporter And The City". Haha...SKSD (sok kenal sok deket) banget yaaa...Padahal kenal juga enggak..cuma sering liat di tv aja. Jadi.. siapa itu mbak Noni?


Kalau yang sering nonton Reportase, Fenomena (dulu) pasti tahu deh siapa mbak Noni ini. Sekarang sih nggak tau ditempatkan di divisi mana, atau masih di trans tv-kah, saya nggak tau pasti. Belakangan ini jarang nonton tv soalnya. Nah, mbak Noni -lengkapnya Noni Wibisono- ini adalah salah satu reporter trans tv. Coba cek fotonya berikut ini deh,,
Bagaimana? Pernah liat di tivi? :D


"Reporter and The City" adalah buku karyanya mbak Noni yang berisi tentang pengalaman-pengalaman di balik kamera -yang tentunya  tidak bisa kita saksikan di tv-  saat bertugas menjadi reporter. Seneng deh bacanya. Secara ya..cita-cita terpendam saya (sekaligus cita-cita yang sepertinya tak akan terwujud) adalah menjadi seorang reporter. Nah, dengan membaca bukunya mbak Noni, yang ditulis dengan apik, saya berasa ikut bertugas kesana kemari menjadi reporter, mengumpulkan informasi. Dalam menjalankan tugas ini, tentunya tidak selalu mulus lus. Tapi banyak cerita, kisah, tantangan yang dialami. Dari yang menyenangkan, menyedihkan, menegangkan, menyeramkan, mengharukan, bla bla bla. Begitu banyak pengalaman tak terlupakan yang dialami mbak Noni dalam menjalankan tugasnya itu.


Yang paling bikin saya geli adalah ketika dia ditempatkan di acara Fenomena. Dalam acara tersebut ada segmen 'esek-esek' yang tau sendiri lah membahas tentang yang gitu-gituan. Suatu ketika, mbak Noni dapat tugas meliput seputar transaksi antara pria-pria hidung belang yang haus akan belaian wanita (akakaka) dengan wanita penjaja cinta. Dalam menjalankan tugas tersebut, mbak Noni ditemani beberapa temannya dalam satu tim, di mana mbak Noni cewek sendiri.


Naa, tau kan bagi masyarakat Indonesia, hal-hal berbau ginian ini merupakan sesuatu yang sensitif dan ilegal keberadaannya. Makanya, dalam mencari informasi nggak bisa dilakukan wawancara ataupun liputan secara terang-terangan.Satu-satunya alternatif adalah dengan candid camera a.k.a kamera tersembunyi. Singkat cerita untuk memuluskan liputan tersebut, temen mbak Noni yang cowok berpura-pura menjadi pria hidung belang agar bisa 'memesan' salah satu "wanita penjaja cinta" di puncak itu. Dan supaya orang-orang di sana tidak menaruh curiga, mbak Noni berpura-pura jadi PSK yang emang mereka bawa dari Bandung. Daaann ketika di penginapan, di dalam kamar dia pura-pura bersuara ah eh ah eh ah ah ah....mengeluarkan suara-suara birahi supaya orang-orang nggak curiga ketika mereka masuk ke penginapan untuk mengantarkan wanita yang 'sudah dipesan' tadi.


Ada-ada saja dehhh...


Rasanya seneeeeng deh bisa tahu 'kejadian-kejadian' di balik kamera dan saya juga jadi tahu bagaimana cara kerja seorang reporter. Yaaa meskipun saya tidak bisa menjadi seorang reporter, paling tidak saya bisa 'ikut merasakan' menjadi seorang reporter.


Louph you mbak Noni...


Judul : Reporter and The City
Penulis  :  Noni Wibisono
Penerbit : Gagas Media

Minggu, 21 Agustus 2011

Poconggg Juga Pocong

Begitu tahu kabar dari twitter kalo buku PJP a.k.a Poconggg juga pocong langsung ludes di toko-toko buku di hari pertama keluar, saya jadi penasaran berat, pengen baca. Tapi berhubung lagi bokek (perasaan kok bokek mulu ya :P), diempet dulu deh keinginan buat beli buku PJP. Tapi emang ya, kalo udah rejeki nggak bakalan ke mana. Tanpa dinyana-nyana, sepulang dari Jogja adek saya bawa buku PJP ini. Ya udah dehhh...numpang mbaca...



Jujur, setelah kelar baca, ternyata..........tak seperti yang saya bayangkan. Emang sih ada beberapa cerita yang bikin ngakak guling-guling, tapi tak sedikit juga yang biasa aja,-kurang nendang- bahasa gaulnya. Tapi over all bags kok.... Lanjutkan Congggg...

Nah ada cuplikan yang saya demen ni dari PJP :


"Awalnya gue nggak begitu ngerti, tapi setelah gue telusuri lagi, gue baru sadar. Nyari pacar itu emang ribet."

"Nyari pacar itu kayak nyari angkot. Nunggu, antri, usaha, ngejer, dan belum tentu dapet.


Nyari pacar itu kayak nyari angkot. Walaupun udah sering tapi masih bisa salah pilih angkot.

Nyari pacar itu kayak nyari angkot. Nggak ada angkot yang baru yang lama pun nggak apa-apa.


Nyari pacar itu kayak nyari angkot. Kadang angkot yang kita mau udah dinaikin sama orang.


Nyari pacar itu kayak nyari angkot. Terkadang kita naikin angkot yang udah pernah dinaikin temen kita, begitu pun sebaliknya.


Pacaran itu kayak naik angkot. Kadang sampai tujuan, kadang berhenti di tengah jalan."

Sabtu, 04 Juni 2011

Feel : what i want in life

 Judul     : Feel
 Penulis  : Wulan Guritno & Adilla Dimitri
 Penerbit : Edelweiss
 Terbit     : Oktober 2009
 Tebal     : 239 hlm + cover
 ISBN    : 978-979-19624-9-0
"Apa yang kamu inginkan dalam hidupmu?". Itulah pertanyaan terakhir dari Tammy sesaat sebelum kecelakaan naas terjadi, yang akhirnya merenggut nyawa Tammy, sahabat satu-satunya Kanya. Mungkin bukan pertanyaan yang sulit, tapi tidak begitu dengan jawabannya, setidaknya bagi Kanya. Dalam keadaan berduka yang sangat mendalam ditambah lagi rasa bersalah karena dia menganggap dialah penyebab kematian Tammy, pertanyaan itu selalu muncul dalam benaknya, namun belum juga dia temukan jawabannya.

Pertanyaan dari Tammy mau tidak mau menyadarkan Kanya, bahwa apa yang dijalaninya selama ini -bekerja di kantor papanya-  sebenarnya bukanlah yang dia inginkan. Lalu apa yang diinginkan Kanya? Kanya sendiri pun tak tahu. Demi mencari jawaban akan pertanyaan itu, Kanya memutuskan mundur dari perusahaan papanya, dan pergi ke Bali, tempat yang penuh kenangannya ketika masih kecil, ketika masih ada Tammy dan juga almarhum mamanya. Hingga akhirnya dia bertemu dengan seorang pria Bali, Gala. Mampukah Gala membantu Kanya menemukan jawaban pertanyaan itu? Akankah Kanya menemukan apa yang sebenarnya dia inginkan?

***

Ringan, tapi mengena. Terutama bagi orang-orang yang masih galau dengan apa yang dijalaninya sekarang, seperti: SAYA ! Menyadarkan kita bahwa banyak hal yang kita jalani, tapi ternyata tidak sesuai dengan kata hati kita, tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan sebenarnya.