Minggu, 30 Januari 2011

Bersepeda


Hidup ini layaknya naik sepeda.
Jika kamu menginginkan keseimbangan,
maka kamu harus bergerak .
-Einstein-

Belakangan ini di beberapa daerah mulai digalakkan kembali gerakan back to bike, bike to work, bike to school, dan sejenisnya, yang pada intinya adalah mengajak untuk menggunakan kembali sepeda sebagai sarana transportasi pengganti kendaraan bermotor. Tentunya hal ini membawa angin segar bagi bumi yang sudah semakin tercemar ini karena bisa mengurangi polusi udara yang kian merajalela. Namun bukan dampak dari penggunaan kembali sepeda sebagai sarana transportasi yang akan dibahas di sini, melainkan filosofi dibalik bersepeda.

Semua pasti tahu, sepeda memiliki dua roda, -kecuali sepeda yang digunakan anak-anak yang masih berlatih bersepeda, karena kadang ditambah dua roda kecil di samping kanan kiri roda belakang- untuk membantu menjaga keseimbangan. Ya, keseimbangan adalah hal yang mutlak diperlukan ketika kita bersepeda, dan keseimbangan akan didapat bila kita menggerakan sepeda itu dengan mengayuhnya tentu saja. Tidak percaya ? Dicoba saja.
Tidak hanya bersepeda saja yang membutuhkan keseimbangan. Hidup ini juga butuh keseimbangan. Keseimbangan di sini salah satunya adalah keseimbangan antara diri kita dengan perkembangan zaman. Mau tidak mau kita harus bisa mengimbangi perkembangan zaman yang semakin pesat ini. Seperti yang dikatakan Einstein tadi, bahwa hidup ini laiknya orang bersepada, jika menginginkan keseimbangan maka bergeraklah.
Jika dikaitkan dengan kehidupan kita sehari-hari, kata-kata Einstein di atas bisa diartikan bahwa kita tidak bisa hanya diam saja, sementara zaman terus berubah. Persaingan semakin hari semakin ketat, baik persaingan dalam prestasi belajar, persaingan dalam mengaktualisasikan bakat yang dimiliki, persaingan dalam mendaftar sekolah favorit, persaingan masuk ke universitas unggulan, juga persaingan dalam dunia kerja kelak, dan persaingan-persaingan lain.
Untuk bisa bersaing di zaman yang semakin maju ini kita tidak bisa hanya berdiam diri di tempat dan berpangku tangan, kita harus ‘bergerak’. Bergeraklah untuk maju. Kita harus terus belajar, memperbanyak pengetahuan dan pengalaman, dan jangan pernah berhenti untuk mengejar mimpi-mimpi kita. Jika sebuah mimpi sudah tercapai, jangan cepat berpuas diri dan berhenti di situ saja. Jangan hanya puas dengan keberhasilan di satu bidang saja. Cobalah hal-hal baru yang ada, hal yang positif tentunya, dan jangan kaget bila kau akan menemukan dunia baru yang begitu menakjubkan. Seperti ketika kita bersepeda, menjelajahi rute-rute baru, kita akan menemukan tempat-tempat baru yang mengagumkan.




Note  :  tulisan iseng ini pernah dikirim ke sebuah media,,tapi tidak naik cetak   -hehe- , jadi drpd cm dianggurin di kompi,,mending dpajang di sini deh ^^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar