Minggu, 13 Maret 2011

Siapa Nama Jepang Kamu?

Sejak saya masih muda (berasa tua sekarang) memang sudah ada ketertarikan dengan yang namanya komik Jepang. Kala masih mengenakan seragam merah putih  saya sudah akrab dengan komik Doraemon, Crayon Shinchan, Detective Conan, serial Candy Candy, komik2 serial misteri dan serial cantik, dan berbagai judul dan seri lainnya. Dan ini berlanjut hingga saya SMP, SMA, dan bahkan sampai sekarang. Hmmm kalau dihitung hitung sudah berapa tahun ya? Kalau tidak salah saya mulai baca komik waktu saya kelas 3 SD dan sekarang saya kuliah di semester 6, itu berarti kalau ditotal kurang lebih 12 tahun!! Lama juga yaa...
Bahkan kemarin ketika libur semesteran saya sempat membaca ulang komik Inuyasha dan One Piece dari awal,,,dan masih belum bosan juga :D
 
FYI, saya ini sudah lama banget ngefans dengan negeri sakura ini. Pengen banget deh suatu saat nanti bisa berkunjung ke sana....Entah kapan, tapi suatu saat nanti harus bisa maen2 ke sana, ada banyak hal yang ingin saya pelajari dari masyarakatnya : kedisiplinannya, kerja kerasnya,kegigihannya, semangatnya, dll

Oh iya, saya juga punya nama Jepang lho...

Nama Panggilan  :  Akane Ajibana
Nama Resmi       :  Yoshikuni Yumi

 Pengen tahu nama Jepang kamu?
Ayo cek di sini :

gampang kok, tinggal klik link di atas, pilih bishoujo/josei kalau kamu cewek
                                                       pilih bishounen/dansei kalau kamu cowok

trus tulis nama kamu, trus klik enter deh.... :D




Related Post :

Jepang Sang Jawara Dunia

Sabtu, 12 Maret 2011

Paulo Coelho


Belakangan ini lagi demen banget baca bukunya Paulo Coelho, mengintip blognya, dan ngikutin tweet2nya....
Hmmm...keren deh....

Dan berikut ini adalah kata-kata bijak yang saya himpun dari blog,buku, dan tweetnya. Sungguh menginspirasi.
    • Minds are like parachutes - they only function when they are open
    • The wise discuss ideas. The fools discuss how people behaves
    • Miracles only happen if you believe in miracles
    • You need to wake up if you want to dream
    • Love never dies by natural causes. It dies because we don't replanish its cup
    • Dreams are not negotiable
    • A great pleasure in life is to do what they say you can't
    • People see the world, not as it is, but as they are
    • When you want something, the whole universe conspires to help you to realise your desire

    • What is a teacher? It isn't someone who teaches something, but someone who inspires the student to give of her best in order to discover what she already knows
    • Only one thing makes a dream impossible : the fear of failure
    • We cannot all see the dreams in the same way
    • Body and soul need new challanges
    • Choosing one path means abandoning others - if you try to follow every possible path you will end up following none
    • Sometimes it is impossible to stop the river of life
    • Love is looking at the same mountains from different angels
    • The challenge will not wait. Life does not look back. A week is more than enoughtime for us to decide
    • Follow your dreams, transform your life

    Jeans Tahan Lama

    Pernah dengar ada orang yang nggak nyuci celana jeansnya selama beberapa minggu bahkan beberapa bulan? Atau jangan-jangan kalian termasuk salah satu orang2 tersebut? Ayo yang merasa angkat tangan... :D

    Ehemm,,,sejujurnya saya juga termasuk salah satu orang yang malas untuk mencuci celana jeans. Eitss....tapi bukan yang parah banget lho yaa... nggak sampai berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan. Paling mentok juga satu bulan....xixixi....Nggak dink,,becanda kok...biasanya kalau sudah dipakai 3-4 kali lansung  saya cuci.. Memang lebih 'awet' dari pakaian lainnya :p. Kalau untuk pakaian lain (selain jins) 1-2 kali pakai juga langsung dicuci deh.


    Trus sebenarnya gimana sih "status" celana jeans yang tidak dicuci bahkan selama beberapa bulan? Logikanya sih bakalan dipertanyakan ke-higienis-annya.

    Tapi tenang.....buat kalian-kalian yang malas nyuci celana jins, ada kabar baik ni....
    Simak potongan artikel di bawah ini, yang saya ambil dari majalah CHIC edisi 23 Februari - 9 Maret 2011

    "Bahannya yang tebal dan berat serta alasan 'takut belel' membuat banyak orang enggan untuk segera mencuci celana jeans jika baru sekali pakai. Amankah untuk kesehatan? IYA. Begitulah hasil studi yang dilakukan oleh Rachel McQueen, seorang asisten profesor dari University of Alberta. Pasalnya, jins berbahan denim ternyata tak memicu perkembangbiakan bakteri secara ekstrem. Mengenakan celana jins selama sebulan tanpa mencucinya masih dianggap aman bagi kesehatan, upss, bahkan hingga 15 bulan lho. Waw! Jika ingin menghilangkan bau, Rachel menyarankan untuk mengangin-anginkannya atau membungkusnya dalam plastik lalu menyimpannya dalam freezer setiap minggunya."

    Jadi ??
    Malas mencuci celana jins? No problemo....

    G a l a u Episode Terakhir

    Setelah sekian lama tidak mewek, akhirnya semalam dan tadi pagi mewek lagi......hahaha....Dan meweknya lebih heboh dari mewek yang biasanya. Kalau biasanya mewek sunyi alias cuma diam dan ngluarin air mata, tadi pagi mewek kenceng deh, mumpung lagi di rumah sendirian. :p
    Jadi kenapa mewek sampai mata bengkak kayak biji salak?


    Dan cerita lama pun muncul kembali. Masih ingat postingan saya beberapa waktu lalu? Di situ saya bilang kalau akhirnyasaya yakin untuk menjadi guru SD. Tapi ketika kemarin saya pulang ke rumah dari Semarang, ketika orang tua saya dan adik saya yang sekarang kelas 3 SMA sedang berdiskusi ke mana adik saya nanti akan mendaftar kuliah, ingatan saya kembali ke kurang lebih 2.5 tahun yang lalu ketika saya juga akan mendaftar kuliah. Kala itu saya hanya diberi satu "anjuran" oleh orang tua saya : kuliah di PGSD. Titik. Keiginan saya untuk mendaftar di jurusan komunikasi sebagai pilihan pertama dan sastra Indonesia/Inggris sebagai pilihan kedua pun tidak didukung oleh keduanya, Dan sekarang? Kenapa ada banyak pilihan untuk adik saya? Ada kedokteran gigi, kebidanan, sastra Inggris, dan pilihan terakhir : PGSD. 

    Dan dengan mendengar diskusi mereka itu, saya kembali galau dengan apa yang saya jalani sekarang ini (baca:kuliah di PGSD). Tiba-tiba saya kembali tidak yakin dengan yang saya jalani sekarang. Karena saya sekarang yakin kalau passion saya adalah di bidang media massa dan penerbitan buku. Segala hal yang berkaitan dengan proses terbitnya suatu majalah, surat kabar, tabloid ataupun segala sesuatu yang berhubungan dengan per-majalah-an, surat kabar, per-buku-an. Itu lah yang sebenarnya saya cintai. Menjadi editor, menjadi proofreader, menjadi jurnalis,  menjadi bagian dari tim kreatif dan tim redaksi dari sebuah media.

    Yang membuat saya menangis adalah kenapa dulu tidak ada dukungan yang diberikan kepada saya untuk melanjutkan kuliah di jurusan komunikasi ataupun sastra. Melainkan hanya memberi saya satu pilihan : PGSD. Bukan PGSD nya yang menjadi masalah, tapi PILIHAN nya. Kenapa saya tidak diijinkan MEMILIH apa yang saya CINTAI.
    Dan puncaknya adalah tadi pagi. Setelah diawali mewek di malam hari, dilanjutkan mewek kenceng di pagi harinya, samai mata bengkak semua. Pengen banget marah, tapi marah ke siapa? Ke orang tua? Jelas tidak mungkin. Apapun yang mereka lakukan, saya yakin itu demi kebaikan saya. Meskipun mereka hanya memberi saya satu pilihan, tapi toh kala itu saya juga menyetujuinya. Dan saya sampai pada satu kesimpulan. Ini semua adalah salah saya. Kalau dulu saya benar-benar serius memperjuangkan apa yang saya inginkan, mungkin ......... mungkin ............ Sudahlah tidak ada gunanya membahas yang sudah berlalu dan tidak mungkin diubah lagi.

    Satu pelajaran yang bisa saya ambil : kalau sudah tahu apa yang diinginkan, dan yakin memang itu yang terbaik, perjuangkanlah.



    Btw, setelah puas nangis, sekarang sudah plong rasanya. Dan saya pikir tidak ada gunanya menangisi yang sudah terjadi. Yang saya perlukan sekarang adalah solusi. Bagaimana supaya saya tidak galau lagi dengan pilihan saya ini, karena bagaimanapun saya tidak bisa mundur lagi. Sekarang saya sudah kuliah di semester 6, itu berarti sudah separo perjalanan saya tempuh. Sudah banyak tenaga, pikiran, waktu, dan biaya yang keluar, jadi rasanya kurang bijaksana kalau saya harus mundur.

    Saya pun bertanya pada diri saya sendiri : Kenapa tidak di serius-in aja semuanya? Seorang guru SD yang hebat sekaligus seorang penulis sekaligus seorang editor sekaligus seorang penerjemah. Memang tidak gampang. Bahkan sangat tidak gampang, menjalani semuanya bersamaan. Tapi kenapa tidak dicoba?
     

    Jadi yang harus saya lakukan sekarang adalah berlapang dada, kuliah di PGSD dengan sungguh-sungguh supaya kelak bisa menjadi guru SD yang hebat dan inspiratif :D dan juga harus belajar mandiri mengenai dunia tulis menulis, sastra, dan juga tentang komunikasi di media massa. Karena impian terbesar saya adalah : memproduksi/menerbitkan majalah sendiri. 


    Semoga galau pagi tadi menjadi galau episode terakhir dari masalah ini. Karena sekarang saya sudah tahu apa yang harus saya lakukan dan arah mana yang akan saya tuju.

    Minggu, 06 Maret 2011

    Tak Kenal Maka Tak Sayang


    Baru sadar kalau ternyata saya tidak mengenal diri saya sendiri dengan baik. Sungguh terlalu. Bahkan saya tidak benar-benar tahu siapa saya ini. Saya tidak 100% tahu apa yang sebenarnya saya inginkan, apa yang tidak saya inginkan ; apa yang ingin saya lakukan, apa yang tidak ingin saya lakukan ; mana yang benar-benar saya suka, mana yang saya suka hanya karena sekedar ikut-ikutan ; bahkan sepertinya orang-orang di sekitar saya a.k.a teman dan keluarga lebih tahu bagaimana saya lebih dari saya sendiri. Mereka bisa menebak bagaimana respon saya ketika menghadapi sesuatu, mereka lebih hafal kebiasaan saya dibandingkan saya sendiri. Entah karena saya yang terlalu cuek dan kurang peduli pada diri saya sendiri atau entah apa. Dan inilah yang menjadi PR saya : "MENGENALI  DIRI  SENDIRI". Kalau sudah mengenali diri sendiri, saya rasa melangkah pun akan lebih ringan karena tahu betul ke mana arah yang akan dituju, karena saya akan tahu apa yang benar-benar saya inginkan, apa yang saya suka dan tidak suka dan apa yang menjadi tujuan saya.

    Bangjomu Bukan Bangjoku


    Bisakah kalian bayangkan seperti apa jadinya kalau di jalan-jalan tidak ada lampu lalu lintas a.k.a bangjo? Bisa ditebak deh, bakalan semrawut tu pertigaan n perempatan jalan. Dari arah utara, selatan, barat, timur semua kendaraan berjalan bersamaan, dan apa yang bakalan terjadi? Ruwet? Semrawut? Tidak tertata? Saling tabrak? Ya begitulah....


    Dan kemarin saat berhenti di perempatan jalan  ketika menunggu lampu bangjo berganti hijau, saya berpikir "enak ya kalau saya punya bangjo sendiri." Hmm,,maksud saya bangjo yang benar-benar milik saya, yang akan membantu saya menunjukkan kapan waktunya melaju, kapan waktunya berjalan pelan bersiap berhenti, dan kapan waktunya benar-benar berhenti. Karena terus terang saya masih belum bisa menentukan kapan harus terus berjalan dan kapan harus berhenti (baca : menentukan sampai kapan harus berhenti di sini menunggumu dan kapan harus mulai berjalan tanpa menoleh ke arahmu lagi) #eaaaaa 




    ......................



    M A L U            B E R T A N Y A




    S E S A T           D I    J A L A N



    Yeahhh..... SO TRUE....

    Jumat, 25 Februari 2011

    BlogWalking

    Beberapa hari belakangan ini saya lagi hobi banget blog walking. Lumayan seru! Kalau kemarin-kemarin saya cuma rutin berkunjung ke blognya mbak Ollie dan raditya dika kayaknya mulai sekarang bakalan nambah lagi ni beberapa blog yang bakalan rutin saya sambangi, hehe..... 

    Jadi ceritanya, kemarin waktu blog walking saya 'bertemu' dengan beberapa blog yang (menurut saya) asyik dan inspiring tentunya. Ini dia blog2 itu :

         buat yang pengen belajar nulis (termasuk saya) pasti suka deh

         banyak banget pelajaran hidup yang bisa kita ambil

         pas banget dibaca oleh cewek-cewek chic masa kini,, hehe

        yuk kawula muda, dibaca-baca :D
        bagi yang suka baca cerpen dan puisi
       kaum hawa bakalan betah deh di sini,

    Sementara itu dulu deh.....kapan-kapan blog walking lagiii....







    Sabtu, 19 Februari 2011

    SEKEDAR LEWAT


    Beberapa waktu yang lalu ketika saya sedang berdiri di halte ( daerah Kaligawe, Semarang) menunggu bis jurusan Solo-Semarang, tiba-tiba ada seorang anak laki-laki menghampiri saya, masih mengenakan seragam SD nya dengan membawa es teh di tangannya. Awalnya saya tidak begitu menghiraukan anak itu. Saya pikir dia juga sedang menunggu bis/angkutan umum seperti saya. Namun tiba-tiba dia berkata pada saya “mbak, mau minta tolong bisa?”

    “Minta tolong apa?” jawabku.

    “Mau minta bantuan uang seikhlasnya buat bayar uang sekolah.”

    “Hah?” saya sempat terbengong sejenak. Wah jangan-jangan ini anak suruhan tim minta tolong ni, batin saya. Tau kan? Reality show di R*TI. Tanpa sadar, saya mengedarkan pandangan saya ke depan, ke belakang, ke depan, ke kiri. Tapi sepertinya tidak ada tanda-tanda mencurigakan, seperti orang-orang yang bawa kamera, ataupun kamera tersembunyi yang mungkin diletakkan di pohon, di atap halte, dsb. Bukannya apa-apa, nggak enak aja kalau besok tiba-tiba saya muncul di TV, saya kan nggak suka diekspose....hahaha

    Yak kembali ke anak tadi. Hm, kalau dilihat dari tampangnya sih nggak ada tanda-tanda kalau dia anak yang kurang mampu. Wajahnya bersih, tubuhnya tambun, tasnya saya lihat juga bermerk, dan wajahnya juga nggak melas. Malah kalau dilihat-lihat lagi kayaknya dia anak orang kaya deh. Dan akhirnya saya jawab ”maaf dek, mbak lagi nggak ada uang,” (bukannya pelit ya saudara-saudara :p ,  tapi agak kurang yakin aja, penampakan dan ekspresi wajahnya tu lhoo...lebih mirip anak yang lagi butuh duit buat main PS daripada anak yang lagi butuh duit buat bayar uang sekolah)

    Nah, tidak lama setelah itu, selang sekitar 4-5 hari setelahnya, di tempat berbeda ( Jalan Soedirman, Salatiga) ketika saya sedang berjalan sendirian lagi-lagi ada seorang anak yang menghampiri saya. Anak yang berbeda dari yang saya temui beberapa hari lalu. Tapi anak SD juga. Masih berseragam pula. Bahkan saya mengenali seragamnya, karena itu adalah seragam SD di mana saya sekolah dulu (jadi tu anak adik angkatan gue donk....). Mulanya saya pikir anak itu mau menanyakan arah jalan karena mungkin dia sedang tersesat atau terpisah dari orang tuanya atau mau tanya apalah, yang jelas bukan minta duit buat bayar sekolah. Tapiiiiii..... you-know-what dia bilang apa?? Dia bilang ”mbak, saya minta uang boleh nggak...buat mbayar uang sekolah”.....Langsung speechless deh saya. Ini emang lagi ngetrend ya, anak SD minta duit ke orang yang nggak dikenal buat bayar uang sekolah?

    Kalau sudah begitu serba salah kan jadinya. Mau dikasih tapi nggak yakin apakah anak itu jujur atau bohong, sebaliknya, kalau nggak dikasih, kasian juga kalau ternyata emang mereka benar-benar butuh uang buat bayar sekolah.

    Sama juga dengan kasus pengemis. Nggak dikasih kasian, kalau dikasih sama aja membiasakan mereka untuk menggantungkan hidup pada pemberian orang.

    Solusinya? Tanyakan pada hati masing-masing :D

    Kalau saya sih biasanya main feeling. Kalau feeling saya mengatakan dikasih ya saya kasih, kalau mengatakan enggak, ya nggak saya kasih. Simple kan?
    Tapi  untuk mengatasi hal-hal di atas (mengurangi populasi pengemis, menghilangkan budaya meminta-minta dan menggantungkan hidup dari pemberian orang) tidaklah sesimple itu bahkan sangat tidak simple.

    Rabu, 16 Februari 2011

    Iseng-Iseng Berhadiah ^^

    Emang ya, kalau uda rejekinya nggak akan ke mana. Baru kepikiran buat beli jaket baru, eh kemarin sore dapat kiriman souvenir dari KOMPAS yang ternyata isinya 1 kaos putih dan 1 jaket! Lumayan deh, nggak jadi keluar duit buat beli jaket, hehe

     

    Jadi ceritanya beberapa hari yang argumen saya dimuat di rubrik Kompas Kampus. Nggak nyangka deh, padahal cuma iseng lho ngirimnya.... Jadi semangat nulis lagi deh, setelah sekian lama vakum ( gyaaaaaa...........lagaknya kayak penulis beneran ajaaa...) hahaha

     

    Kamis, 10 Februari 2011

    Andai Semua Bisa Dimisscalled



    Kalau lupa di mana naruh hape, tinggal misscalled trus cari sumber suara dari nada dering hape, trus bisa ketahuan deh di mana posisinya (lupa naruh di tempat umum nggak diitung yaaaa.....kalau lupa naruh di tempat umum sih bakalan digasak orang duluan deh). Tapi kalau lupa naruh buku, kunci kamar/lemari, modul kuliah, dan benda-benda 'kecil' tapi penting lainnya itu yang susah.


    Aku termasuk salah satu orang yang pelupa akut. Lupa naruh buku, modul kuliah, peniti, bros, jam tangan, kucir rambut, dkk sudah menjadi makanan sehari-hari. Diperparah lagi dengan kondisi kamar yang naudzubilah rapinya (baca: kayak kapal pecah) semakin menyulitkan pencarian barang-barang yang 'hilang sementara' itu karena kebanyakan barang-barang itu sebenarnya ada di dalam kamar. Jadinya heboh dan uring-uringan sendiri deh kalau lagi butuh barang-barang itu dan harus mencari di setiap sudut kamar yang kondisinya acak adut. Ah andai buku, modul kuliah, bros, peniti, dkk juga bisa dimiscall kayak hape....Indahnya dunia....hahaha jadi gampang nyarinya deh kalau lupa naruh.

    Oh iya,,,pernah dulu waktu hapeku hilang, teman-teman sekost nggak ada yang percaya kalau hape ku hilang. Mereka mengira hapeku bukan hilang tapi aku yang lupa naruh!! Hmmm....padahal kan emang hilang beneran. Ckckck....

    Yah, semoga saja pikun ini tidak semakin parahhh....



    Minggu, 30 Januari 2011

    Bersepeda


    Hidup ini layaknya naik sepeda.
    Jika kamu menginginkan keseimbangan,
    maka kamu harus bergerak .
    -Einstein-

    Belakangan ini di beberapa daerah mulai digalakkan kembali gerakan back to bike, bike to work, bike to school, dan sejenisnya, yang pada intinya adalah mengajak untuk menggunakan kembali sepeda sebagai sarana transportasi pengganti kendaraan bermotor. Tentunya hal ini membawa angin segar bagi bumi yang sudah semakin tercemar ini karena bisa mengurangi polusi udara yang kian merajalela. Namun bukan dampak dari penggunaan kembali sepeda sebagai sarana transportasi yang akan dibahas di sini, melainkan filosofi dibalik bersepeda.

    Semua pasti tahu, sepeda memiliki dua roda, -kecuali sepeda yang digunakan anak-anak yang masih berlatih bersepeda, karena kadang ditambah dua roda kecil di samping kanan kiri roda belakang- untuk membantu menjaga keseimbangan. Ya, keseimbangan adalah hal yang mutlak diperlukan ketika kita bersepeda, dan keseimbangan akan didapat bila kita menggerakan sepeda itu dengan mengayuhnya tentu saja. Tidak percaya ? Dicoba saja.
    Tidak hanya bersepeda saja yang membutuhkan keseimbangan. Hidup ini juga butuh keseimbangan. Keseimbangan di sini salah satunya adalah keseimbangan antara diri kita dengan perkembangan zaman. Mau tidak mau kita harus bisa mengimbangi perkembangan zaman yang semakin pesat ini. Seperti yang dikatakan Einstein tadi, bahwa hidup ini laiknya orang bersepada, jika menginginkan keseimbangan maka bergeraklah.
    Jika dikaitkan dengan kehidupan kita sehari-hari, kata-kata Einstein di atas bisa diartikan bahwa kita tidak bisa hanya diam saja, sementara zaman terus berubah. Persaingan semakin hari semakin ketat, baik persaingan dalam prestasi belajar, persaingan dalam mengaktualisasikan bakat yang dimiliki, persaingan dalam mendaftar sekolah favorit, persaingan masuk ke universitas unggulan, juga persaingan dalam dunia kerja kelak, dan persaingan-persaingan lain.
    Untuk bisa bersaing di zaman yang semakin maju ini kita tidak bisa hanya berdiam diri di tempat dan berpangku tangan, kita harus ‘bergerak’. Bergeraklah untuk maju. Kita harus terus belajar, memperbanyak pengetahuan dan pengalaman, dan jangan pernah berhenti untuk mengejar mimpi-mimpi kita. Jika sebuah mimpi sudah tercapai, jangan cepat berpuas diri dan berhenti di situ saja. Jangan hanya puas dengan keberhasilan di satu bidang saja. Cobalah hal-hal baru yang ada, hal yang positif tentunya, dan jangan kaget bila kau akan menemukan dunia baru yang begitu menakjubkan. Seperti ketika kita bersepeda, menjelajahi rute-rute baru, kita akan menemukan tempat-tempat baru yang mengagumkan.




    Note  :  tulisan iseng ini pernah dikirim ke sebuah media,,tapi tidak naik cetak   -hehe- , jadi drpd cm dianggurin di kompi,,mending dpajang di sini deh ^^

    Jumat, 14 Januari 2011

    PASSION

    Iri deh kalau lihat orang yang bisa sekolah, kuliah, dan kerja sesuai dengan passionnya, bisa bergelut dan berkarier di bidang yang memang mereka cintai, yang memang mereka inginkan, yang memang menjadi hasrat mereka.

    Sayang, dulu saya terlalu polos (oh noooo....) dan terlalu pintar (????) untuk menyadari bahwa dunia jurnalistik adalah dunia yang menjadi impian saya, bidang di mana saya benar-benar ingin berdedikasi. Impian saya adalah menjadi wartawan/reporter sekaligus editor. Berburu berita, meliput peristiwa-peristiwa penting, mewawancarai orang-orang terkenal, public figur, dan berakhir dengan tulisan saya terpampang di surat kabar dan dibaca banyak orang. Selain itu saya juga pengen banget berkecimpung di penerbitan majalah, menjadi bagian dari tim redaksi, ikut serta dalam “penciptaan” tiap edisi majalah. Pokoknya semua yang berhubungan dengan penerbitan surat kabar, majalah,tabloid,dkk adalah hal yang saya suka.




    Ya, mungkin kala itu saya memang terlalu pintar bahkan terlalu jenius sampai-sampai untuk menyadari apa keiginan dan ambisi saya pun tidak mampu. Ckckck...
    Kejeniusan (baca:ketidakpintaran) saya sudah nampak sejak pemilihan jurusan di SMA. Sudah tau kapasitas otak dalam pelajaran eksak dipertanyakan,masih juga kekeuh memilih jurusan IPA hanya demi gengsi. Alhasil bolak-balik remidi matematika, biologi, kimia, dan fisika. Hal ini berlanjut ketika akan memilih jurusan untuk kuliah.
    Musim pendaftaran mahasiswa baru sudah tiba, brosur-brosur profil jurusan tiap-tiap universitas menumpuk di ruang BK, utusan dari beberapa universitas pun berpromosi di kelas-kelas. Dan tak sedikit di antara teman-teman yang sudah mulai mendaftar, lewat jalur beasiswa,PMDK, dll. Dan SAYA??




    Saya masih belum tau mau ke mana saya nanti. Boro-boro milih universitas, punya gambaran jurusan apa yang mau diambil aja belum! Berhubung nggak tau mau lanjut ke mana, kala itu saya sempat mendaftar jurusan TI (helloo?? TI? Itu nggak gue bgt) gara-gara salah satu sahabat saya mendaftar disana. Yah meskipun diterima, tapi tidak jadi saya ambil, alasannya karena sahabat saya juga tidak jadi ambil TI. Ya, tidak perlu dikatakan, saya memang menyedihkan.....nggak punya pendirian :(.


    Dan di saat sedang galau + labil, orang tua saya menyarankan dengan sangat agar saya mendaftar jurusan PGSD ( Pendidikan Guru Sekolah Dasar ) saja. Saya sempat menolak keras, secara tidak pernah terlintas sedikitpun di benak saya untuk menjadi seorang guru, guru SD pula. Tapi berhubung waktu itu sedang galau + labil, ditambah lagi iming-iming adanya sertifikasi guru yang berarti ada tunjangan 1x gaji pokok, plus meledaknya jumlah guru SD yang pensiun di sekitar tahun 2011-2016, yangberarti akan ada pengangkatan PNS besar-besar an untuk guru SD, akhirnya saya luluh dan mengiyakan saran bapak ibu'.
     Dan jadilah saya kuliah di jurusan PGSD. Namun kegalauan saya tidakberhenti sampai disitu. Ketika uang registrasi termasuk uang sumbangan dan biaya semesteran lunas dibayar, dan juga sudah mengikuti kuliah selama beberapa bulan barulah saya sadar kalau BUKAN ini yang saya inginkan, bukan di sini (di PGSD) saya seharusnya berada. 




    Semester awal masuk kuliah benar-benar menjadi masa yang sangat-sangat tidak gampang. Saya tahu, tidak hanya saya yang merasa demikian. Tahun pertama kuliah berarti lingkungan baru, teman baru, suasana baru yang mengharuskan kita untuk beradaptasi. Tapi bukan itu saja masalahnya. Masalah terbesar adalah saya sadar bahwa dunia jurnalistik adalah dunia yang benar-benar saya inginkan, bukannya menjadi guru SD. Bahkan di trimester pertama kuliah, sempat beberapa kali terpikir untuk cabut dari PGSD dan ikut seleksi mahasiswa baru lagi dengan Ilmu Komunikasi – Jurnalisme yang menjadi tujuan saya. Tapi rupanya saya terlalu pengecut untuk melakukan itu. Dan akhirnya saya bertahan di PGSD hingga sekarang.


    Yang menjadi pertanyaan : menyesalkah saya saat ini? Jawabannya adalah : TIDAK. Ya, mungkin di semester-semester awal saya sempat merutuki diri saya sendiri 'kenapa baru sadar sekarang? Coba sadarnya dari dulu...pasti tidak perlu terjebak di PGSD ini' Tapi itu dulu. Semua bermula dari tugas untuk observasi ke SD. Beberapa kali melakukan observasi, beberapa kali pula saya berinteraksi dengan siswa-siswa di sana, dan ternyata It's FUN....totally FUN..Dan juga sempat melatih beberapa siswa menari untuk dipentaskan sebagai tugas salah satu mata kuliah. Sangat menyenangkan bisa 'berteman' dengan mereka. Dan untuk pertama kalinya saya benar-benar merasa ingin menjadi bagian dari mereka. Saya ingin menjadi guru mereka. Menjadi guru anak-anak SD. 




    Lalu bagaimana dengan mimpi saya menjadi wartawan/reporter, mewawancarai orang-orang penting, tulisan hasil liputan terpampang di media?
    Ya, meskipun tidak bisa menjadi wartawan sungguhan, paling tidak saya masih bisa meliput berita tentang saya dan lingkungan sekitar saya ( baca: via diary) ; meskipun tidak bisa mewawancarai public figur, orang-orang penting, tapi saya akan menjadi gurunya calon dokter, gurunya calon pilot, gurunya calon menteri, atau bahkan gurunya calon presiden (who knows?) tapi yang pasti bukan gurunya calon koruptor...:p




    Dan tentang impian saya, meski tidak bisa terwujud tapi bukan berarti lenyap begitu saja. Saya tetap punya kesempatan kok untuk menulis artikel di surat kabar/ majalah asal rajin nulis dan rajin mengirimnya ke berbagai media. 
    Ehem,,, kalau boleh jujur, saya justru jadi bertanya-tanya benarkah jurnalistik adalah passion saya? Atau malah sebenarnya saya belum tahu apa passion saya sesungguhnya? Entahlah,,satu hal yang pasti,, yang dari dulu hingga kini tidak berubah, yaitu mimpi gila saya : punya penerbitan sendiri! Hahaha....
    Last but not least saya ingin mengatakan : “saya bangga menjadi calon guru SD. I LOVE IT....and I LOVE writing too. ^^



    Sabtu, 11 Desember 2010

    Jayussss deh...

    Berhubung hari ini mood lagi nggak bagus, suasana hati lagi kacau, mau ngerjain tugas juga ngga mudeng tugasnya gimana, mau belajar apalagiiiiii.......suasana hati lagi bagus aja belajar ngga masuk-masuk materinya, apalagi suasana lagi kacau..Jadinya saya putuskan untuk menciptakan "dian wisdom"
    siapa tau ntar berguna buat petunjuk. Petunjuk bagi orang-orang yang sudah keblondrok, terperosok,mogok (lhoh??!) biar ngga tambah keblondrok,terperosok,apalagi mogok (apalagi sih ini?) Jayyyuusss dehh.... Tau ah, namanya jug orang lagi jelek moodnya, lagi kacau suasana hatinya, lagi ngga waras jiwanya....... (grrrrr......benar-benar kacau! ngga tau apa yang barusan saya tulis di atas, pokoknya kacau! Jayus pula!)

    Ya sudahlah, daripada tambah jayus, mending mulai menciptakan "dian wisdom" aja lah, siapa tau ntar jadi insaf jayusnya.

    ^ semakin lama kamu menyembunyikan perasaanmu semakin lama pula kamu menyembunyikan isi hatimu.  
       #lhoh? #edisi patah hati

    ^ bagaimana dia bisa tahu, kalau tempe aja belum tahu (???????) 
       RALAT  : 
       bagaimana dia bisa taHU isi hatimu kalau hamu taHU taHU hanya diam membaHU tak maHU 
       memberitaHU isi hatimu #ngawur  #jayus  #wagu  #g mutu

    ^ jika tidak bisa menggapai hatinya, cukuplah menjadi ..... menjadi ..... hmmmm menjadi ......
       patah hati lah #wisdom edisi patah hati 

    ^ jika kamu tidak bisa masuk ke dalam hatinya, buang saja kunci gembok hatinya, biar orang lain juga tidak 
       bisa masuk ke dalam hatinya #wisdom edisi patah hati ( catatan: wisdom barusan hanya berlaku jika dan 
       hanya jika kunci gembok belum digandakan oleh sang pemilik )

    ^ jika kalian sedang punya banyak sisa uang bolehlah sumbangkan ke saya, namun jika kalian sedang
       tidak punya uang jangan minta saya untuk menyumbangkan uang saya kepada kalian #pelit wisdom 

    ^ jika ada sumur di ladang boleh kita berjumpa lagi, jika tidak ada air di sumur boleh kita tak mandi lagi
       #wisdom edisi anak kos kekurangan air #wisdom orang malas mandi 

    ^ jika hati gundah gulana, tontonlah uya emang kuya  #wisdom edisi promosi gratis #bukan wisdom berbayar 

    ^ hidup ini sudah susah, makanya jangn dibikin susah, apalagi nyusahin orang lain  #wisdom agak bener 

    Udaan ahh...uda cape' bikin "dian wisdom" nya ,, tapi kok ya masih buthek aja ya pikirannya; masih jelek juga moodnya; masih kacau juga suasana hatinya....

    Tau ahhhh.........
    LA lalala  lalalalalal


     

    Rabu, 03 November 2010

    Bus oh Bus

    Bus adalah salah satu roda transportasi yang tak terpisahkan lagi dariku. Minimal satu minggu sekali aku berinteraksi dengan bus. Di antara sekian banyak bus, ada dua bus kesayanganku. Safari dan taruna. Keduanya masih satu induk. Bisa dikatakan kembar identik lah. Keduanya selalu setia mengantarku ke Semarang lalu kembali lagi ke Salatiga. Mungkin bagi kebanyakan orang dua bus itu nggak ada bedanya dengan bus-bus AC lain. Tapi bagiku, dua bus itu adalah pujaan hatiku,,kalau bisa dijadiin pacar,pasti udah dipacarin dari dulu deh... (kelainan kali yaaaa....)


    Sebenarnya nggak ada yang istimewa banget dari bus-bus itu,,tapi nggak tau kenapa aku demen banget sama taruna/safari. Pertama kali lihat safari/taruna langsung kepincut deh...secara warna body nya ijo..warna favoritku..trus waktu naik,,jadi makin kepincut deh...Auranya beda dari bus2 lain...Kacanya bening jadinya di dalem bus ttep terang benderang...Jok nya nyaman buat duduk...Pokoknya ahoy deh..

    Soal body? Jangan ditanya... Hm,lumayan ramping dan gesit...Salip sana salip sini...


    Bagimana? Seksi bukan busnya? Kalau liat hawanya pengen langsung naikin deh...;D

    Tapi sayang...kalau Senin pagi busnya suka penuh....dan jumlah penumpang yang berdiri dibatasi ,Jadinya dengan terpaksa kalau berangkat ke Semarang Senin pagi naik bus muncul deh.... Bus patas tapi serasa bukan patas. Yupzzz....ngakunya sih patas alias cepat dan terbatas,,tapi dasar sopir dan kondektur nggak mau rugi,,jadinya tiap Senin pagi busnya berubah jadi bus 'patas yang nggak patas' deh...Mana busnya udah tuwir... Yah,,tapi mau gimana lagi... direla-relain deh berjubel,berdesak-desakan dengan penumpang lain...serasa naik bus ekonomi...



    Oh ya,,di saat berjubel dengan penumpang lain,,terkadang terpikir ide jail....pengen nyoba kentut di dalem bus... Nggak kebayang deh,,bisa2 penumpangnya pada teler...secara busnya ber AC,,nggak ada jendela dibuka... Grrr...tapi aku tidak setega itu...xixi...takut senjata makan tuan juga...nggak lucu kan pingsan di bus gara2 menghirup bau kentut sendiri...

    Sabtu, 30 Oktober 2010

    SEDANG INGIN BERCERITA

    Pagi tadi ketika kuamati ayah ibuku sedang membaca koran di ruang tamu, kurasa ada yang berubah pada mereka. Sudah muncul beberapa uban di rambut mereka. Oh ralat, bukan hanya ‘beberapa’ tapi sudah banyak rupanya. Menandakan mereka sudah tidak semuda ketika aku masih TK dulu, ketika mereka masih sering menggendongku dan menyuapi aku.

    Kemarin, saat aku jalan-jalan, aku bertemu dengan mbah Kardi, kakeknya Puput, teman dekatku waktu SD. Kulihat kulitnya sudah keriput sekali. Menandakan mbah Kardi sudah semakin menua.

    Kemarin-kemarinnya lagi, entah empat atau lima hari yang lalu, aku bertemu Retno, teman SMP ku. Kami saling bertukar cerita. Aku baru tahu kalau dia tidak akan menamatkan SMA nya. Dia mengundurkan diri pada bulan ke-3 nya dia bersekoah di SMA, dan memutuskan untuk bekerja sebagai buruh di pabrik garmen. Meskipun putus sekolah karena ketiadaan biaya adalah suatu hal yang tidak diinginkannya, toh dia tetap berlapang dada. Dia memilih bekerja untuk membantu keuangan keluarganya, supaya adik-adiknya tidak mengalami hal yang sama dengannya. Dan untuk itu aku salut padanya.

    Hmm,jadi ingat, nanti siang aku punya janji bertemu dengan Nadia, teman SMP ku juga, tapi melanjutkan di SMA yang berbeda dari aku. Dia akan mentraktirku hari ini. Minggu lalu dia baru mendapat honor pertamanya dari menjadi model catwalk. Dia senang sekali bisa tampil di catwalk. Menurutnya ini adalah awal yang bagus. Kelak dia bercita-cita menjadi seorang model papan atas seperti Cathrine Wilson.

    Tanpa kusadari orang-orang di sekitarku telah berubah. Orang tuaku sudah tidak muda lagi, mbah Kardi juga begitu, dia sudah menua. Retno, meskipun harus putus sekolah dia tetap ingin maju, bekerja untuk memperbaiki keuangan keluarganya. Dan Nadia, dia sudah mulai merintis karirnya di bidang modeling. Dan kurasa tidak hanya orang-orang di sekelilingku saja yang telah berubah. Dunia luar sana juga pasti sudah berubah. Listrik-listrik sudah tersedia di hampir seluruh daerah pelosok, teknologi-teknologi juga sudah semakin canggih.

    Lalu, aku? Bagaimana dengan aku? Aku tidak merasakan ada perubahan yang berarti pada diriku, yah kecuali rambutku yang semakin panjang dan tinggi badanku yang bertambah 3 cm dari tahun lalu. Aku malu pada diriku sendiri. Di saat orang lain sudah mengalami kemajuan, aku hanya berdiam diri di sini, tidak berpindah tempat. Gitu-gitu aja. Aku belum berkarya. Aku belum memikirkan masa depanku. Dan juga aku masih kekanak-kanakkan.

    Kupikir aku tidak bisa terus menerus seperti ini. Aku juga harus maju ke depan. Mulai menuliskan cita-cita, impian, dan harapanku. Lalu berusaha keras untuk menggapai cita-cita, impian, dan harapanku itu, dan juga mengukir prestasi. Jangan buang-buang waktu lagi dan mulai berkarya dari sekarang. Semangat !!!

    Jika Saya Punya Saudara Kembar

    Jika saya punya saudara kembar, dia pasti akan lebih rapi dari saya. Dia akan selalu merapikan meja belajarnya, menyusun buku-buku pelajaran secara alfabetis, dan dia tidak akan membiarkan bulpen dan pensilnya berserakan tidak karuan di atas meja.
    Jika saya punya saudara kembar, dia pasti akan lebih bersih dari saya. Dia akan mencuci sepatu ketnya empat hari sekali, mencuci tas sekolahnya minimal seminggu sekali, memandikan si Barney -kucingnya- setiap hari, dan dia pasti akan segera mengambil vacuum cleaner ketika dia melihat ada sedikit debu di karpet kamarnya.
    Jika saya punya saudara kembar, dia pasti akan lebih rajin dari saya. Dia akan selalu mengulang kembali semua pelajaran yangbtadi didapatnya di sekolah, mengerjakan PR dengan penuh tanggung jawab, belajar sampai larut malam, dan akhirnya mendapat nilai sempurna di semua mapel eksak.


    Jika saya punya saudara kembar, dia pasti akan lebih feminim dari saya. Di pesta ulang tahun kakek nanti, dia pasti akan memakai gaun yang cantik, make up minimalis yang cantik, sepatu highheels yang membuatnya tampak anggun. Dia terlihat begitu mempesona, bagaikan seorang putri dari negeri 1001 dongeng, dan semua mata akan tertuju padanya.


    Jika saya punya saudara kembar, saya yakin dia pasti akan sangat menyebalkan. Dia akan menganggap dirinya adalah seorang primadona. Dia berfikir semua orang menyanjung dan mengaguminya.


    Jika saya punya saudara kembar, dia pasti akan menganggap saya sebagai seingannya. Dia akan memberi tahu semua orang bahwa dia jauh lebih hebat dari saya. Dan dia akan membuat saya terlihat seperti orang bodoh.


    Jika saya punya saudara kembar, saya yakin suatu saat nanti dia pasti akan merebut Rony, pacar saya.


    Tapi saya tidak akan mengizinkan semua hal itu terjadi. Jangan harap saya akan diam saja. Saya akan menunjukkan padanya bahwa saya lebih baik dari dia. Saya tidak akan memberikan kesempatan padanya untuk memperlakukan saya seenaknya. Akan saya tunjukkan bahwa saya lebih berharga dari dia.


    Puihhhh....tapi betapa leganya saya, karena saya tidak punya saudara kembar

    * * *

    Jepang sang "Jawara" Dunia

    ( pernah diikutsertakan dalam lomba menulis essai tentang Jepang yang diselenggarakan oleh The Japan Foundation, tahun 2006. )




    Jika ada yang bertanya pada saya : “Negara mana yang sangat ingin Anda kunjungi?”, dengan penuh keyakinan saya akan menjawab : “Jepang!:” Mengapa Jepang ? “Karena saya penggemar berat negara Jepang. Saya sangat mengagumi negeri Sakura ini, ada segudang keistimewaan yang tersimpan di dalamnya”.

    Saya pertama kali ‘berkenalan’ dengan Jepang ketika saya duduk di kelas tiga Sekolah Menengah Pertama (SMP). Waktu itu di pelajaran Geografi saya mempelajari bentang alam, iklim, sistem pemerintahan, industri, penduduk, dan hal-hal lain yang berkaitan dengan Jepang. Dari situ saya mulai tertarik untuk mengenal Jepang lebih jauh. Setiap kali browsing di internet, saya menyempatkan diri untuk membuka situs-situs yang berhubungan dengan Jepang. Dan …. saya hanya bisa berkata “wow!” ketika saya tahu bahwa ada begitu banyak keistimewaan yang mungkin hanya dimiliki oleh Jepang seorang.

    Yang paling membuat saya tertarik adalah penduduk Jepang yang terkenal dengan kedisiplinannya yang sangat tinggi dan semangat yang luar biasa untuk bekerja keras. Sudah bukan hal yang asing lagi bila sebagian masyarakat Jepang bekerja hingga larut malam. Dan yang membuat saya terkagum-kagum adalah kemandirian yang dimiliki oleh remaja-remaja Jepang. Banyak diantara remaja-remaja yang rata-rata masih bersekolah mengisi waktu luang mereka dengan bekerja sambilan. Baik yang berasal dari kalangan menengah hingga kalangan menengah ke atas. Mereka berusaha untuk memenuhi kebutuhan mereka dari keringat sendiri. Seperti yang sering saya baca di komik-komik terbitan Jepang yang menggambarkan kehidupan remaja-remaja di Jepang yang sebagian dari mereka bekerja sambilan sepulang sekolah. Ada yang bekerja di restoran menjadi waiter/waitress, ada yang menjadi pelayan toko, bahkan ada juga yang bekerja sambilan sebagai guru privat yang biasanya memberi tambahan pelajaran pada siswa-siswa yang akan menempuh ujian. Khusus guru privat ini dilakukan oleh mereka yang prestasi belajarnya plus plus tentu saja.

    Mungkin bagi kita yang notabene bukan orang Jepang akan berpikir, ”Apa tidak capek kalau dari pagi sampai sore belajar di sekolah, lalu dilanjutkan kerja sambilan sampai malam, kapan istirahatnya?’. Pertanyaan berikutnya yang timbul adalah ”Jika dari pagi sampai malam mereka terus beraktifitas di luar rumah, kapan mereka mengerjakan tugas-tugas sekolah mereka? Bagaimana prestasi mereka di sekolah?”

    Itulah masyarakat Jepang, disiplin, dan suka bekerja keras. Beraktifitas di luar rumah dan bekerja hingga larut malam tampaknya tidak menghalangi mereka untuk tetap berprestasi. Mereka tetap menunjukkan prestasi yang luar biasa cemerlangnya di sekolah. Ini terbukti dengan tingginya tingkat pendidikan di Jepang. Saya pernah mendengar kalau hampir 100% penduduk Jepang tamat SMA dan hampir tidak ada yang buta huruf. Sungguh merupakan prestasi yang luar biasa. Bahkan presentase lulusan S-1 yang melanjutkan S-2 sangat besar, di Osaka University misalnya, tercatat hampir 70% mahasiswanya melanjutkan S-2 dan 10% lebih melanjutkan S-3.

    Tingkat pendidikan masyarakat yang tinggi tentu sangat menguntungkan bagi Jepang yang minim Sumber Daya Alam (SDA). Didukung dengan semangat kerja keras dan kedisiplinan yang luar biasa mengantar Jepang yang dulu pernah diluluhlantahkan dalam Perang Dunia II kini bangkit menjadi sebuah bangsa besar di dunia yang mampu menyejajarkan diri dengan negara-negara modern di dunia, bahkan muncul sebagai raksasa baru dalam Iptek dan ekonomi.

    Jepang memang negara yang menomorsatukan pendidikan. Bagi Jepang, SDM merupakan central atau pusat suatu negara. Oleh karena itu orang yang ekonominya pas-pasan tapi berpendidikan tinggi lebih dihormati ketimbang orang yang kekayaannya berlimpah tapi kurang pendidikannya. Seperti yang dikatakan Fukuzawa, bapak pendidikan Jepang yang hidup pada zaman Meiji :
    ”Kedudukan manusia dalam suatu negara harus ditentukan oleh status pendidikannya, bukan oleh nilai-nilai yang dibawa sejak lahir sebagai warisan”.

    Kesadaran akan pentingnya pendidikan inilah yang membawa Jepang menjadi sebuah bangsa besar yang sangat sarat dengan kemajuan iptek. Ini dimulai sejak zaman Meiji. Diawali oleh usaha besar-besaran kaisar Meiji (1868-1912) untuk merombak Jepang yang semula negara terisolasi dan miskin menjadi negara yang modern. Beberapa usaha yang dilakukannya dalam bidang pendidikan adalah mengubah sistem pendidikan Jepang dari tradisional menjadi modern, mengirim mahasiswanya untuk belajar ke luar negeri, serta meningkatkan anggaran sektor pendidikan secara drastis. Dan hasilnya, bisa kita lihat Jepang sekarang ini.

    Sisi lain yang menarik dari Jepang selain kemajuan pesat di bidang pendidikan adalah masyarakatnya yang ’gila baca’. Dalam keterbatasan waktu mereka tetap menyempatkan diri untuk membaca. Tak peduli ruang dan waktu. Konon sudah umum dijumpai penumpang kereta api yang tenggelam dalam buku bacaan mereka sembari menunggu kereta berjalan sampai ke tujuan mereka. Begitu juga di tempat-tempat umum lainnya, di bus dan di taman misalnya.

    Selain hobby mengonsumsi buku-buku bacaan, ternyata orang Jepang juga ahli dalam menulis. Dalam sebuah situs disebutkan bahwa 8 dari 10 pemuda Jepang memiliki skill menulis. Banyak karya-karya yang mereka hasilkan yang tidak hanya beredar di Jepang tapi juga di negara-negara lain, Indonesia misalnya. Banyak sekali komik-komik Jepang yang beredar di Indonesia yang jumahnya mencapai ratusan judul.

    Demam komik Jepang (manga) di Indonesia memang luar biasa. Baik dari kalangan anak-anak, remaja maupun dewasa banyak yang menggemari komik-komik Jepang. Salah satu yang menggemari komik-komik Jepang adalah saya!. Ya, saya sangat suka membaca komik-komik Jepang. Mulai dari komik ’Shinchan’ karya Yoshito Usui yang bisa membuat pembacanya terpingkal-pingkal bila membacanya. Ada juga serial detektif yang sangat saya gemari seperti ’Detective Conan’ karya Aoyama Gosho dan serial detektif ’Dan Detective School’ karya S.Amagi – F.Sato. Selain itu banyak juga komik serial cantik yang biasanya digandrungi oleh remaja-remaja cewek. Seperti komik ’Heart’ karya Takada Rie, yang menggambarkan betapa indahnya masa-masa remaja.

    Penggemar manga di Indonesia sangat luar biasa banyaknya, sampai-sampai banyak komik-komik yang dibuat versi film animasinya. Sebut saja Dragon Ball, Conan, Shinchan, Naruto, DDS, dan lain-lain. Bahkan ada juga merchandise hingga versi video gamenya.

    Meski telah berkembang menjadi negara modern, Jepang tetap melestarikan tradisi dan budaya mereka. Mereka sering menggelar festival-festival dan perayaan-perayaan. Salah satu festival yang terkenal adalah festival Takayama yang konon pertama digelar pada tahun 1586, tapi sempat vakum selama 40 tahun, dan akhirnya dimulai lagi pada tahun 1692. Dalam festival Takayama ini masyarakat Jepang di sebuah kota kecil bernama Takayama menunjukkan kebolehannya mendandani kereta dorong besar, yang di atasnya terdapat sebuah bangunan yang mirip pagoda atau mirip rumah tradisional. Festival ini merupakan ungkapan rasa syukur masyarakat setempat atas berbagai karunia yang diberikan Sang Pencipta. Mereka juga berharap mendapat keberuntungan dalam hidup ini. Selain festival Takayama, digelar juga festival Toko-matsuri atau festival layang-layang hias.

    Membicarakan Jepang mungkin tak akan ada habisnya. Semua hal yang berkaitan dengan Jepang memang menarik untuk diperbincangkan. Mulai dari masyarakatnya, kedisipluinannya, teknologinya, komik-komiknya, festival-festivalnya, juga gaya-gaya anak muda Jepang yang unik dan fashionable.

    Ngomong-ngomong tentang fashion, saya jadi teringat gaya Harajuku. Harajuku adalah gaya berpakaian anak muda Jepang yang tidak mengenal atau tidak terikat pada sistem tertentu. Tidak heran jika harajuku ini digandrungi anak-anak muda di dunia karena dianggap mewakili jiwa mereka yang pola pikir fashionnya tidak mau terikat dengan aturan tertentu.

    Harajuku ini ternyata berasal dari nama sebuah kota di Jepang yang disukai oleh para turis untuk dikunjungi dan tempat yang paling digemari anak muda untuk nogkrong. Tempat ini terlihat lebih menarik saat akhir pekan. Karena pada hari itu banyak anak muda yang unjuk kebolehan mereka. Kita bisa melihat mereka ber-harajuku-ria mengenakan kostum-kostum tokoh-tokoh anime Jepang, seperti Final Fantasy, Sailor Moon, ataupun Ganesha.

    Begitu banyak keunikan-keunikan Jepang yang membuat saya ’jatuh cinta’ padanya. Saya ingin suatu saat nanti bisa berkunjung ke Jepang. Saya ingin makan makanan khas Jepang seperti sushi, atau okonamiyaki misalnya. Selain itu saya juga ingin berkunjung ke tempat-tempat wisata yang ada di Jepang.

    Yang sangat ingin saya kunjungi adalah Gunung Fuji yang terkenal dengan salju abadinya dan keidahan pemandangan lima danau yang terletak di kaki gunung tertinggi di Jepang ini. Tempat kedua yang ingin saya kunjungi adalah Osaka Castle, puri termegah di Jepang yang dibangun oleh Hideyoshi Toyomi di abad 16.

    Selain berwisata ke Gunung Fuji dan Osaka Castle, saya juga ingin bertemu dengan Mai Kuraki penyanyi yang tidak hanya terkenal di Jepang tapi juga di Asdia dan Amrik.

    Hmm...semakin banyak yang saya dengar dan saya tahu tentang Jepang, semakin besar keinginan saya untuk bisa berkunjung ke Jepang. Semoga saja suatu saat nanti saya punya kesempatan untuk berkunjung ke Jepang, negara idolaku. Two thumbs up for Jepang!!!

    * * *

    SEKSI

    ( dimuat di majalah GADIS no 31 tahun 2007 )


    Cewek mana sih yang nggak pengen tampil seksi di depan cowoknya. Itulah yanga ada di pikiran Cathy saat ini. Semenjak jadian dengan Rony seminggu yang lalu, Cathy memang banyak merubah penampilannya. Dulu dia nyaman dengan mengenakan celana jeans, kaos sedikit kebesaran, dipadu dengan sepatu kets biru favoritnya. Rambutnya dikucir ekor kuda Tapi Cathy yang sekarang penampilannya berbeda, dia terobsesi untuk tampil seksi.

    Sabtu ini Rony mengajaknya keluar. Kencan pertama. Dan Cathy ingin kencan pertamanya ini berjalan dengan sukses. Dia ingin terlihat seksi di depan Rony. Sudah hampir satu jam Cathy berkutat di depan cermin. Cathy mengenakan blus lengan panjang berwarna biru muda dipadu rok yang sangat mini. Memakai sepatu highheels yang baru dibelinya kemarin. Rambut yang biasanya diikat ekor kuda kini digerai, menurutnya supaya terlihat lebih dewasa.

    Ting tong.
    Itu pasti Rony, katanya dalam hati. Sebelum turun menemui Rony, Cathy mengecek sekali lagi penampilannya di depan cermin, kalau-kalau ada yang kurang. Benar saja, Cathy merasa ada yang salah dengan blusnya. Ya, blusnya kurang seksi. Tanpa pikir panjang dia melepas kancing blusnya yang paling atas, hingga memperlihatkan sedikit belahan dadanya. ’Sempurna’ batinnya.

    Sejam kemudian Cathy dan Rony sudah duduk manis berhadap-hadapan menikmati crepe keju dan es krim vanila bertabur kacang di atasnya di sebuah cafe.

    ”cath, aku ke toilet bentar ya,” kata Rony sambil beranjak dari kursinya.

    ”Jangan lama-lama ya . . . ”pinta Cathy. Dia merasa agak waswas ditinggal di sini sendirian. Soalnya di pojokan cafe ada segerombol cowok yang mirip preman yang dari tadi pada melototi Cathy sambil cekikikan. Bukannya apa-apa sih, hanya saja Cathy takut kalau diapaapain sama mereka. Menurut pengalaman beberapa temannya, cowok-cowok model preman kayak mereka ini sukanya gangguin cewek yang lagi sendirian apalagi . . . yang pakai baju seksi . . . Hi . . .syerem . . .amit-amit deh.

    Firasat buruk Cathy terbukti. Cowok-cowok preman tadi berjalan ke arahnya. Aduh gimana nih mereka kesini . . . Rony juga belum keliatan lagi. Aduh, kalo mereka gangguin aku gimana ya . . . batin Cathy.

    ”Hai manis, sendirian bih, mana cowoknya? Jalan-jalan ma kita-kita aja yuk . . .” kata salah satu dari preman-preman tadi.

    Cathy takut setengah mati ’disapa’ preman-preman itu. Dan parahnya lagi mereka semakin mendekat bahkan duduk di kursi kosong sebelah Cathy sambil ngliatin rok super mininya Cathy plus blus yang sedikit memperlihatkan belahan dadanya. Cathy panik setengah mati.

    Ah, itu Rony, batin Cathy. Dia segera berlari menghampiri Rony dan menarik tangan Rony untuk segera keluar dari café.

    ”Ron, kita pergi dari sini sekarag. Cepet !!!,” Cathy menarik tangan Rony tanpa persetujuan yang punya.

    ”Kamu ini napa sih Cath?” tanya Rony saat mereka sudah berada di mobil Rony.

    ”Kamu nggak liat, aku tadi digangguin preman-preman sialan itu?”

    ”O . . . kirain napa . . . ternyata . . .”kata Rony santai.

    ”Kamu ini gimana sih, ceweknya digangguin preman kok malah santai kayak gitu. Kalau tadi aku diapaapain gimana?”

    ”Salah kamu juga sih. Siapa suruh pakai baju seksi kayak gitu. Kan jadi mendorong orang lain buat berbuat yang nggak-nggak.”

    ”Iya juga sih, sebenarnya aku juga kurang nyaman pakai baju yang seksi kayak gini. Tapi . . . ”
    ”Kalau nggak nyaman kenapa dipakai ?”

    ”Uh . . . kamu ini memang nggak ngerti perasaan cewek! Cewek mana sih yang nggak pengen terlihat seksi di mata cowoknya.”

    ”Jadi gara-gara itu kamu merubah penampilan kamu. Dangkal banget sih kamu . . . Supaya terlihat seksi tu nggak harus pake baju yang terbuka kayak gini, tapi kesan seksi bisa muncul bila seseorang mengenakan baju yang nyaman dipaianya sehingga menimbulkan rasa percaya diri si pemakai. Asal tau aja ya, aku lebih suka kamu yang dulu, pakai celana jins dan kaos yang biasa kamu pakai, sama sepatu kets. Dengtan penampilanmu yang seperti itu kamu terlihat sporty. Dan jujur, kamu jauh terlihat lebih seksi dengan penampilan kamu yang dulu.’

    ”Hah . . . pakai celana jeans plus kaos gombrong kamu bilang seksi?”

    ”Yup,” kata Rony mantap.

    *****

    Pinjam Donk

     
    Pernah nggak sih barang kamu -novel, CD, kaset, buku catatan, baju, jam tangan, dll- dipinjam temanmu terus dibalikinnya lamaaaa banget, atau parahnya malah nggak balik ?

    Uh. . . pasti gemes banget deh kalau hal itu sampai terjadi. Contohnya aja ni, kejadian yang pernah menimpa Gita. Ceritanya si Gita itu besok ada ulangan matematika, nah malamnya pas mau belajar, doi malah sibuk ngobrak-abrik buku-buku di meja belajarnya demi mencari buku catatan matematikanya. Nah, setelah mencari-cari ke sana kemari, ibaratnya dari sabang sampai ,merauke (lebay ah…) dan yang dicari belum juga menampakkan diri, doi baru ingat kalau buku catatannya itu masih dipinjam Rony. Yah, alhasil malam itu doi nggak jadi belajar matematika deh, secara rumahnya Rony tu jauh, so nggak mungkin kan Gita minta Rony balikin buku catatannya malam itu juga.

    Lain lagi dengan Dian. Dari tadi siang wajahnya manyun mulu gara-gara novel kesayangannya dipinjam secara berantai tanpa seizinnya. Maksudnya? Gini ni ceritanya, kira-kira satu bulan yang lalu ada seorang teman yang meminjam novel punya Dian, sebut saja si ‘A’. Hari demi hari, minggu demi minggu berlalu, namun si A tadi belum juga mengembalikan novel yang dipinjamnya. Lalu Dian berinisiatif buat ‘nagih’ novelnya ke A. Eh, nggak taunya pas Dian nagih ke A, si A bilang “Oh, novelnya dipinjam B”. Lalu Dian nagih ke B, si B pun bilang “Novelnya dibawa C”. Dian belum putus asa, dicarilah si C. Ups, tatkala ditagih si C bilang “Masih dibawa D”. Si D juga sama saja,katanya masih dibawa si ini si itu bla bla bla . . .”. Uh pokoknya tu novel berpindah dari si peminjam pertama, kedua, ketiga, lanjut, lanjut, dan lanjuuut….tanpa sepengetahuan Dian. Giliran sekarang Dian lagi butuh tu novel buat tugas pelajaran Bahasa Indonesia bikin resensi, belum ketahuan deh batang hidungnya siapa yang pinjam terakhir.

    Kelihatannya sih masalah pinjam meminjam barang seperti itu merupakan hal yang sepele. Tapi jangan dianggap remeh lho!! Coz itu bisa mengurangi tingkat kredibilitas alias tingkat kepercayaan seseorang. Contohnya aja kasusnya Dian. Taruhan deh, pasti kedepannya Dian bakalan mikir dua kali, tiga kali atau bahkan berkali-kali buat meminjamkan lagi novelnya ke A. Itu berarti tingkat kepercayaan Dian ke A jadi berkurang kan ?

    Makanya, kalau meminjamkan barang ke orang lain, meskipun itu ke teman sendiri, kita harus hati-hati. Eitzz,, tapi jangan salah, hati-hati di sini bukan berarti pelit dan nggak mau meminjamkan barang kita ke orang lain lho yaa…Intinya jangan sampai deh kejadian yang dialami Gita dan Dian atau pun kejadian lain yang tidak mengenakkan berkenaan dengan masalah pinjam-meminjam itu terjadi pada kita.
    Begitu juga sebaliknya , kalau kita berada di posisi sebagai si peminjam (orang yang meminjam), maka kita juga harus disiplin dan bertanggung jawab. Kalau emang sudah selesai , segera kembalikan. Kita juga harus menjaga barang yang kita pinjam itu, jangan sampai lecet, rusak, atau parahnya lagi sampai hilang!

    Dan satu hal lagi yang mesti diingat! Ketika mengembalikan barang yang kita pinjam ke pemiliknya, jangan lupa ucapkan TERIMA KASIH!!

    Ayo,,,saatnya kita menjadi peminjam yang disiplin, bertanggung jawab, dan beretika! Biar orang lain nggak kapok deh kasih pinjeman ke kita! Hehehe….


    Note : Pernah dimuat di Suara Merdeka edisi 18 Oktober 2009 di rubrik Swara Muda

    hu ha hu ha

    Ckckckck.....

    Ehem,,niatnya mau rutin nulis di sini,,tapi berhubung kondisi tidak mendukung (baca : males) jadinya sampai sekarang belum ada postingan baru deh...

    Kasihan juga ni blog....g diurusin ma empunya...
    Sebagai gantinya,,ngepost tulisan2 jadul aja ahhhh...tulisan-tulisan yang selama ini cuma mentok tersimpan di file kompi...ada juga sih beberapa yang udah sempat dikirim ke media...ada yang naik cetak,tapi nggak sedikit juga yang entah gimana kabarnya...

    Rabu, 11 Agustus 2010

    Ramadhan

    Marhaban Ya Ramadhan....

    Bahagianya masih diberi kesempatan untuk bertemu dengan bulan Ramadhan lagi. Semoga di bulan yang suci ini, aku mendapat berkah dari-Nya. Dan selanjutnya menjadi orang yang lebih baik lagi.
    Amin.

    Selasa, 20 Juli 2010

    Mr.Right ???



    Pernah terpikir dia adalah Mr.R alias Mr.Right ku. Jadi bagiku bukanlah sebuah kesalahan menunggunya, menunggu dia untuk memberikan hatinya untukku. Tidak cukup setahun dua tahun aku menunggunya. Menutup hatiku untuk leki-laki manapun dan hanya membukanya lebar-lebar untuknya seorang.


    Hampir empat tahun aku menunggunya. Tak peduli orang lain menganggapku bodoh, aku tetap menunggunya, mengabaikan kenyataan bahwa dia jelas-jelas telah memilih orang lain, bukan aku. Yang ada di pikiranku adalah tak masalah sekarang dia bersama orang lain, toh nanti pada akhirnya dia akan datang padaku juga, karena dia adalah Mr.Right ku. 



    Banyak yang mengira aku ini gadis yang ringan dalam menghadapi hidup, selalu bahagia seolah tak punya masalah. Tapi mereka salah, aku tak sebahagia itu, aku tak sekuat itu. Kalau boleh jujur, sebenarnya aku ini orang lemah, sangat lemah. Aku sering menangis saat aku sendirian.

    Sebagai manusia biasa, aku juga merasakan yang namanya lelah. Ya, aku sudah merasa lelah, lelah untuk terus menantinya, lelah untuk memikirkannya, lelah terus menerus menutup hati, terutama lelah meyakinkan diriku sendiri bahwa dialah Mr.Right ku. Lelah.....



    Entah aku yang bodoh, karena tak pernah menunjukkan rasa ku padanya, hingga mungkin dia tak tahu isi hatiku yang sebenarnya. Atau mungkin memang semesta tidak mengizinkan aku bersamanya. Yang jelas sekarang aku sudah lelah, sangat lelah. Dan di saat rasa lelah sudah mencapai puncaknya, yang bisa kulakukan hanyalah melepasnya, mengikhlaskannya, mengubur semua angan-angan bahwa dia adalah mr.Right ku.


    picure from http://flickr.com
    Sudah cukup semuanya. Aku tak ingin mengingatnya lagi, mengenangnya lagi, terlebih aku tak ingin menyakiti hatiku lebih dalam lagi. Aku ingin benar-benar bisa melepaskan semua hal tentangnya. Aku tak ingin menutup hatiku lagi.


    Mulai sekarang aku kan mencoba membuka hatiku setelah empat tahun aku menutupnya rapat-rapat. Juga mengejar semua cita-cita, impian, dan ambisiku yang sudah lama terbengkalai. Saatnya bangkit menjemput masa depan yang indah dan meraih kebahagian yang sudah menungguku.




    Lirik lagu Bodohnya Diriku
    by : AOP


    Kau pernah melukai aku
    Ku sadar itu
    Kau pernah meninggalkan aku
    Dan ku sadar semua itu


    Tak pernah kusangka dirimu tak bisa cintai ku
    Jika ku tetap mengharap dirimu
    Mungkin itu maumu


    Reff:
    Bodohnya diriku selalu menunggumu
    yang tak pernah untuk bisa mencintai aku
    Oh Tuhan tolonglah beri aku cara
    untuk dapat melupakan dia dan cintanya