Senin, 23 Mei 2011

Jangan Imbas-Imbis

Yey....baru aja kelar Seminar Pendidikan dengan tema "Profesional Guru Sekolah Dasar melalui Character Building Berbasis Kearifan Lokal" yang diadakan di kampus PGSD tercinta oleh BEM FIP UNNES  Serrrruuu.... Awalnya sih, agak gimana gitu...secara di pamflet tertulis acara : pukul 07.00 WIB. Dan pukul 07.20 ketika saya tiba di sana, baru tampak 2 orang peserta di dalam ruangan, dengan saya dan teman saya berarti total baru 4 orang. 

Tik tok tik tok...sampai jam 08.00 ketika dua pembicara masuk, kursi yang terisi baru separo. Haaa maklum aja deh,,PGSD gitu loh,,mahasiswanya kan rajin-rajin. Rajin pulang kampung maksudnya, jadinya hari Senin gini masih pada di kampung masing-masing deh.

Setelah sambutan dari ketua panitia dan ketua jurusan, dimulailah pembicara satu menyampaikan materi :. Pemateri pertama dosen dari FIP UNNES, Dr. Nugroho. Wajahnya mengingatkan saya pada Pakdhe saya...mirip bokk...

Selesai mengucap salam dan bla bla bla, pak Nugroho bilang "Ubah posisi duduk menjadi Leter U dalam 2 menit!" Sontak para peserta dibantu panitia mengangkat kursi yang semula ditata seperti kursi bioskop menjadi letter U. Dan tau pak Nugroho bilang apa? "Kalian ini masih muda tapi kayak mbah-mbah. Nyusun kursi gitu kok nggak gesit, klemar-klemer! Trus ini, kenapa kursi di depan kosong? Kenapa kalian memilih duduk di belakang? Kalau calon guru aja kayak gini, gimana Indonesia bisa maju? Jadi calon guru jangan imbas-imbis!"

Hahahaha....ngakak dalam hati

Daaann penyampaian materipun dimulai, diawali dengan pemutaran video seorang bapak yang membaca puisi tentang kepalsuan. Siswa yang palsu,Mahasiswa yang palsu, guru yang palsu, nilai yang palsu, pemerintah-pemerintah yang palsu,nilai mata uang yang palsu....semuanya palsuuuuuuuu....

google picture


Merasa tersindir banget dehhh...Setelah saya pikir-pikir saya ini mahasiswa palsu juga. Kuliah di sini karena dorongan ortu, bukan karena niat dalam diri. Dan setelah saya ingat-ingat lagi, begitu banyak kepalsuan dalam diri saya....tidak usah saya sebutkan satu-satu yaaa... cukup saya yang tahu.  ^^
Yang jelas, supaya seminar yang saya ikuti ini juga bukan semata menjadi seminar yang palsu, maka setelah selesai seminar ini saya bertekad harus ada perubahan, saya nggak mau jadi orang yang palsu lagiii dan juga nggak mau jadi calon guru yang imbas-imbis.. :D...


Setelah Pak Nugroho kelar menyampaikan materinya, giliran pembicara kedua,,tapi saya agak llupa namanya siapa,,hehe...Untuk pembicara kedua ini saya sudah mulai tidak konsentrasi,,,tau lah jam-jam segitu adalah jam ngantuk saya....

Secara keseluruhan, yang dapat saya ambil dari seminar ini adalah "to be your self, no matter what they say" dan jadi calon guru jangan imbas-imbis ya...

Minggu, 22 Mei 2011

Lupa Ngerem,,,nabrak lah

 
 
Waktu nulis postingan ini,,rasanya campur aduk,,antara pengen ketawa, malu, bertanya-tanya, bingung, takut...
Jadi ceritanya, besok ada acara seminar di kampus,,nah kebetulan banget kemaren dibeliin Ibu baju batik warna coklat, dan rencananya besok ke seminar pengen pake baju itu. Nah berhubung nggak punya jilbab warna coklat, makanya tadi pagi menyempatkan diri ke pasar raya Salatiga beli jilbab. Jam 10 mandi, dandan, ngeluarin motor, terus tancap gas deh. Daaaaannn musibah memalukan pun terjadi... Bruuukkk....saya menyudruk motor orang dari belakang!
 
Dasaaarrr....gebleg, bisa-bisanya,,padahal jalanan lagi nggak rame, dan bapak-bapak yang motornya saya 'sundul' dari belakang itu jalannya juga pelan. Saya lupa bagaimana kronologisnya, yang jelas saya naek motor dengan kecepatan yang menurut saya lumayan tinggi buat seukuran pengendara pemula seperti saya dan saya MELAMUN! Saya baru ngeh kalo di depan saya ada motor ketika jarak motor saya dengan motor yang saya tabrak kurang dari satu langkah...mau ngerem uda nggak sempet, nabrak deh dan jatuhlah saya.....
Tapi untung,,,motor yang saya tabrak nggak papa...cuma plat nomornya agak bengkok dikit...xixixi....dan untungnya bapaknya juga nggak marah,,huuphhh lega...tapi maluuuuu bokk...
dan motor saya? lecet di spion dan bagian sampingnya...semoga bapak ibuk tidak menyadari kalo motornya lecet...hahaha
 
Sampai di rumah, saya bertanya-tanya sendiri,,kok bisa-bisanya saya melamun ketika mengendarai motor, dengan kecepatan yang lumayan pulaa....Huuuft

Buat bapak-bapak yang tadi saya sudruk motornya dari belakang,,,maap ya paaakkk...bukan maksud hati...


Senin, 16 Mei 2011

Mumpung Masih .....

Huaaaaa.........akhirnya...bangun juga... Setelah dua minggu belakangan ini mood turun seturun-turunnya, mau ngapa-ngapain malesnya minta ampun - pengennya cuma santai-santai, tiduran, nopil (nonton pilm), baca komik, bla bla bla...sampe nggak ada waktu (baca:males) ngerjain tugas kuliah, bahkan sampai bolos kuliah juga...(kalau dipikir itu sih belum seberapa, yang mencengangkan adalah hasrat ngemil juga menurun) – kini akhirnya insyaf juga. Entah karena apa atau entah demi apa saya juga nggak tahu, yang jelas sekarang saya sudah bersemangat lagi. Horeeeee *tepuk tangan* Semangat untuk menuntut ilmu, semangat untuk mencari pengalaman baru, semangat untuk mewujudkan mimpi, semangat untuk kembali 'berproses', dan juga semangat untuk cari gebetan baru... lhoh?! Hahaha...

Intinya, waktu yang diberikan oleh Alloh swt kepada kita untuk hidup di dunia ini terbatas. Jadi jangan sampai kita sia-siakan. Semangat!! Mumpung masih muda, mumpung masih fresh, mumpung masih punya banyak tenaga, dan yang jelas mumpung masih punya waktu...


Rumah.
Sore hari.Gerimis

Edisi Labil

Kemarin, hari Minggu, berhubung libur dan liburnya juga lumayan panjang (hari Senin nggak ada kuliah plus hari Selasa tanggal merah) saya memutuskan untuk menyempatkan diri beres-beres kamar (ini jarrrrraangg terjadi :D). Mulai dari merapikan tempat tidur (biasanya kayak basar, ada buku, kertas, alat tulis bertebaran di kasur : suer nggak bo'ong), merapikan bagian atas lemari baju, sampai merapikan meja belajar. Nah, pas merapikan meja belajar ini, saya menemukan harta karun saya semasa SMA. Isinya? Ada foto gebetan waktu SMA yang diambil secara diam-diam, ada foto-foto unyu, haha, ada juga coretan-coretan saya yang saya tulis ketika masih labil (sekarang juga masih dink)... Ketawa sendiri deh bacanya.. Ini ni salah satunya....yang setelah saya baca berulang-ulang kok ternyata nggak banget yaa...


Doa di Hari Valentine

Ya Tuhan,
Aku yakin Kau pasti tidak sembarangan ketika menciptakan seseorang
Aku yakin Kau pasti tidak sembarangan ketika menciptakan suatu kejadian
Aku yakin Kau pasti tidak sembarangan ketika mengatur sebuah pertemuan
Begitu pula pertemuanku dengannya
Aku yakin itu bukan pertemuan biasa

Ya Tuhan,
Aku ingin berterima kasih padaMu
Terima kasih,
karena telah menciptakan aku
karena telah menciptakan dia
karena telah mempertemukan aku dengannya
karena telah memberiku sebuah rasa, rasa cinta

Ya Tuhan,
Aku bahagia,
meskipun aku belum bisa bersama denganya
meskipun aku belum bisa memilikinya
karena rasaku belum terbalas olehnya
tapi aku bahagia
bahagia karena bisa memandangnya, walau dari jauh
bahagia karena bisa mengenalnya, walau hanya sejenak
bahagia karena bisa mencintainya, walau dalam hati
karena ku yakin, sekarang belum saatnya,
belum saatnya aku bisa berdampingan dengannya
tapi aku yakin, suatu hari nanti
ya suatu hari nanti pasti akan tiba saatnya, dia menjadi kasihku
dengan seizin-Mu tentunya
karena ku yakin
semua kan indah pada waktunya,
bukankan begitu Tuhan?


Hahahaha.....nggak banget yaa... #maluuu
kalau sekarang sih udah bukan era labil lagi....sekarang eranya era GALAU
:p

My Girlfriend Is A Gumiho ^^

Huaaaa......akhirnya setelah sekian lama tidak nonton drama korea, kemarin, kemarin, kemarinnya lagi saya nonton drama korea lagi, judulnya "My Girlfriend is a Gumiho" Keren banget deh...sukaa

Episode pertama dan kedua nonton bareng teman di kontrakan, dan langsung suka....hahaha gokil, bikin ngakak terus... Pas pulang ke rumah langsung deh nyari di persewaan film, langsung nyewa 4 dvd sampai episode terakhir (episode 16). Dan saya pun terhanyut dengan ceritanya (halah),,,sempet mewek berkali-kali juga di sela-sela ngakak...jadilah ngakak-mewek-ngakak-mewek-ngakak kayak orang nggak jelas deh.

Jadi cerita singkatnya :
Cha Dae Wong tak sengaja membebaskan gumiho (rubah berekor sembilan) yang terperangkap dalam lukisan selama 500 tahun.Rubah itu berubah menjadi seorang gadis yang sangat sangat sangat cantik yang mengikuti Cha Dae Wong ke mana pun ia pergi. Karena gumiho menyukai Cha Dae Wong, dia rela memberikan separuh nyawanya untuk Cha Dae Wong agar Cha De Wong bisa sembuh dari luka yang di dapatnya ketika mengalami kecelakaan. Dan ternyata harus ada konsekuensi yang harus mereka hadapi karena itu. Dan konsekuensi itu tidak main-main,,,sungguh beraaatt..haaa
Cerita lengkapnya? Tonton sendiri aja ya, harap maklum, saya bukan pencerita yang baik, suka belepotan dan acak adut kalau bercerita...

Pokoknya keren deh,, lucu iya, mengharukan iya, romantis iya,,, komplit deh....hahhaha
FYI, kelar nonton sampai episode terakhir, langsung browsing + download soundtraknya deh, komplit 1 album... :D

Rabu, 04 Mei 2011

Tomorrow Will Be Another Great Day

Beberapa waktu belakangan ini saya kerap bertemu dan ngobrol dengan orang-orang keren. Tapi masih kalah keren sih bila dibandingkan dengan Nicolas Saputra, Nicolas nomero uno deh..haha

Tapi, no..no...yang saya maksud bukan keren dalam hal gaya, tampang, kendaraan, dkk.. Yang saya maksud adalah pemikiran mereka. Pola pikir mereka. Cara mereka dalam memandang hidup. Cara mereka mengungkapkan apa yang mereka mau dan tidak mau. Cara mereka mengejar ambisi dan mimpi mereka. Cara mereka memandang suatu masalah. Dan banyak lagi....

Dan yaaa...saya harus banyak belajar dari mereka...
Dan inspirasi pun tidak selalu datang dari orang-orang yang sudah mendunia, orang-orang  yang bahkan perjalanan hidupnya sudah dibukukan dan dibaca banyak umat, tapi juga dari orang-orang di sekililing kita....



Terima kasih kepada kalian yang telah menginspirasi bagaimana saya seharusnya memandang hidup, bagaimana saya memperlakukan hidup, bagaimana saya mencintai hidup saya...
Sepertinya saya harus lebih sering ngobrol dengan kalian....yipieeee...
Dan pastinya saya akan terus belajar dari kalian......hohoho :D

And tomorrow will be another great day, with you guys...

Rabu, 27 April 2011

Susahnya Berkomitmen dengan Diri Sendiri

Tugas, janji, jadwal mengembalikan buku, jadwal kegiatan, dkk sebisa mungkin selalu saya catat di notes mungil saya. Tujuannya, apalagi kalau bukan sebagai pengingat, maklum daya ingat saya lumayan menyedihkan untuk seumuran saya. Dan tiap seminggu sekali saya menyusun jadwal harian selama satu minggu ke depan. Saya tuliskan rencana apa-apa saja yang harus saya lakukan dan saya selesaikan pada masing-masing hari, dengan harapan semua bisa terselesaikan dengan baik tepat pada waktunya. Tapiiiiiiii selalu saja timbul masalah a.k.a ada kesenjangan antara harapan dan kenyataan. Harapannya sih semua bisa berjalan sesuai jadwal, tapi selalu ada saja halangan dan gangguannya....ya yang males lah, yang maen bareng temen lah, yang ngobrol ngalor ngidol gak jelas, yang maen poker bersama temen sekontrakan sampai tengah malam, yang baca komik sampe lupa waktu lah , dan bla bla bla....



Intinya,,,saya seringkali mengkhianati komitmen yang saya buat dengan diri saya sendiri,,,
Berkomitmen dengan diri sendiri saja masih kesulitan apalagi berkomitmen dengan orang lain,,,huaaahhh....
all is (not) well..........

Selasa, 19 April 2011

Belajar dari Kupu-Kupu

Jadi tadi ketika kuliah PPSD (Penelitian Pendidikan SD) Bu Widi, dosen saya menayangkan sebuah slide buat 'memompa' semangat kami, mahasiswanya, maklum sekarang kami sudah berada di semester tua, jadi sudah tidak bisa santai-santai kayak dulu lagi. Mata kuliah semakin sulit, banyak tugas, dan mulai memikirkan nasib masa depan menjelang PPL , KKN, SKRIPSWEET. 

Nah di slide itu diceritakan tentang perjalanan seekor kupu-kupu semenjak masih berupa kepompong. Diceritakan ketika masih menjadi kepompong, kepompong tersebut berusaha keluar dari wadahnya, dia mencoba berjam-jam namun belum bisa keluar juga. Tanpa sengaja, ada seorang laki-laki yang menyaksikan kejadian itu. Dia merasa kasihan pada kepompong itu. Si laki-laki baik hati itu pun memotong wadah tempat kepompong, sehingga kepompong tadi bisa keluar dan akhirnya menjadi kupu-kupu, meskipun dengan sayap yang lemah yang mengakibatkan seumur hidupnya ia tak akan bisa terbang.

Kenapa? Ternyata tindakan 'pertolongan' yang diberikan oleh laki-laki tadi, tanpa sepengetahuannya telah membuat perkembangan sayap kupu-kupu menjadi tidak sempurna. Sebenarnya usaha yang dilakukan oleh kepompong selama berjam-jam agar bisa keluar dari wadahnya merupakan sebuah proses/perjuangan agar sayapnya bisa tumbuh kuat dan bisa terbang dengan sempurna.

Yang menjadi poin pelajarannya adalah perjuangan hidup yang harus kita lalui sebenarnya merupakan proses pendewasaan kita, semua perjuangan itulah yang akan membuat kita lebih kuat dan pada akhirnya menjadikan kita manusia dewasa....

Senin, 18 April 2011

No Romance Novel Anymore

Sejak kecil, sejak mulai mengenal a-b-c-d-.... saya sudah dibelikan buku cerita oleh orang tua saya. Sepertinya sejak saat itu (kalau tidak salah ingat,hehehe) saya mulai suka membaca, meskipun harus mengeja huruf per huruf dan belum tentu mudeng dengan apa yang saya baca. Aku ingat ibu saya pernah bilang "Kamu dulu baru tamat TK aja udah bisa lancar baca koran lho," 
"Masa sih?" tanyaku. 

"He em, katanya orang-orang, kalau masih kecil aja udah pinter baca ntar gedenya pasti jadi orang pinter. Tapi kamu kok nggak ya? (nggak pinter maksudnya-red)" Gubrak...
Haaaa Ibu' kok gitu sih? *Tapi emang bener juga sih....hahaha*

Ya sudahlah, sekarang kan katanya orang pinter kalah sama orang bejo... Ya semoga saja saya termasuk dalam golongan orang-orang yang bejo... :p

Yak, kembali ke awal,,,,jadi dari kecil emang saya sudah gemar membaca,,sampai sekarang juga masih. Tapiiiiiiii......hanya untuk buku-buku tertentu saja...alias cuma suka baca komik, cerpen, novel. Kalau untuk buku-buku pelajaran, kuliah, buku-buku yang serius, pokoknya buku-buku yang butuh pemikiran tingkat tinggi saya ogah deh. Dulu pernah nyoba baca buku-buku tentang psikologi tapiii hampir semua mandeg di BAB 1, pernah juga nyoba baca novel sastra, nyerah juga... Ha, emang susah ya punya kemampuan otak yang pas-pasan. Intinya, saya suka baca buku yang punya alur cerita (yang alurnya simple tentunya :p)

Kalau dulu waktu masih berseragam merah putih saya hanya berminat pada komik dan cerpen anak yang ada di majalah BOBO, beranjak SMP dan SMA saya mulai merambah novel teenlit dan novel-novel cinta romantis. Nah seingat saya, hampir di semua novel cinta-cinta an yang saya baca, mengisahkan kisah cinta seorang cewek dengan prince charmingnya yang endingnya bisa dipastikan hampir semua selalu happy ending, happy ever after. Tanpa sadar novel-novel romantis yang saya baca itu turut membentuk pola pikir saya waktu itu. Makanya, saya selalu berpikir (seperti yang ada di novel-novel cinta) bahwa yang namanya cinta itu pasti indah, yang namanya cinta itu selalu berakhir bahagia.


Namun seiring berjalannya waktu, seiring bertambahnya usia, dan yang jelas semakin bertambahnya pengalaman, saya jadi tahu kalau cinta itu tidak selalu indah, tidak selalu bahagia, tidak selalu happy ending. Semakin ke sini saya semakin tahu kalau cinta itu tidaklah semanis kisah cinta di novel-novel romantis yang konon dengan cinta bisa membawa orang terbang hingga ke langit ke-7. awawawawa...haha
Ya benar, cinta itu tidak hanya manis tapi adakalanya juga pahit. Kadang indah tapi juga tak urung menyakitkan. Maka dari itu mulai saat ini saya akan jaga jarak dengan yang namanya novel cinta-cintaan dari pada menyebabkan masalah ( baca : kesenjangan antara harapan dan kenyataan ) :p
Maka dari itu mulai sekarang No Romantic Novel Anymore..... Saya akan baca novel-novel thriller aja dehhh... :D hehe

Rabu, 13 April 2011

You Are What You ( . . . . . )

Pernah dengar kalimat "You Are What You Eat" di iklan produk makanan? Atau "You Are What You Drive" di iklan produk mobil?


Berarti kalau mau menawarkan produk fashion, "You Are What You Wear", kalau sales man/girl "You Are What You Say",,,nah kalo yg mau lagi nyalon jadi pejabat, wakil rakyat berarti "You Are What You Promise" yah meskipun "kadang" (atau malah sering ya) pada suka lupa dengan janjinya sendiri waktu kampanye dulu  :p

Kalau saya sih nggak mau ya menganut "You Are What You bla bla" di atas. Hahaha...Secara ya "You Are What You Drive" lhah,,transportasi andalan saya  kan bis, angkot, dan...ojek,,
Kalau "You Are What You Wear",,sudah jelas saya terpinggirkan....hahaha...liat aja deh penampilan saya sehari-hari,,,gitu-gitu aja, nothing special,,dan jauh deh dari fashionable..xixi



Kalau begitu saya menganut "You Are What You Dream" aja deh..... Karena cuma itu yang saya punya... meskipun banyak orang yang berkomentar "halah,,nggak usah ketinggian deh kalau bermimpi, ntar kalau jatuh sakit" parahnya lagi ada yang bilang "penting ya punya mimpi?"  ketika saya bercerita pada mereka tentang mimpi-mimpi saya.... Tapi so what?? Saya suka bermimpi dan saya suka punya banyak mimpi. Karena saya yakin, semua berawal dari mimpi....Mimpilah yang membuat hidup  lebih berwarna  (#gombalan yang gagal). Dan perjalanan dalam mewujudkan mimpi itulah yang membuat hidup menjadi lebih "berasa". :D



picture : NOEEEEE.TUMBLR.COM

Senin, 11 April 2011

Jalan-Jalan ke Museum Ronggowarsito

Akhirnya,,,setelah hampir 3 tahun kuliah di Semarang, kesampaian juga jalan-jalan ke Museum Ronggowarsito yang terletak di Jalan Abdurrahman Saleh Semarang.
 












Museum Ronggowarsito  ini merupakan museum terlengkap di Semarang. Di dalamnya ada koleksi sejarah, alam, arkeologi, kebudayaan, era pembangunan dan wawasan nusantara. Pokoknya nggak nyesel deh jalan-jalan ke sini.

Al-Quran yang ditulis tangan

bersama fosil gajah, tapi belalainya di mana ya?
ababil a.k.a Anak yang Bukan Abege lagi tapi masih Labil

 

Minggu, 27 Maret 2011

HB Jassin


Gemes deh, baca berita kalau Pusat Dokumentasi Sastra (PDS) HB Jassin, yang terletak di kawasan TIM  terancam tutup karena kekurangan dana untuk biaya perawatan. Padahal di sana tersimpan ribuan dokumen dan naskah sastra, puisi yang ditulis oleh Chairil Anwar pun juga tersimpan di sana. 
Dan ternyata,  perpustakaan dan pusat dokumentasi di beberapa daerah juga tak kalah  menyedihkan. Sebut saja Perpustakaan Bung Hatta di Jalan Adi Sutjipto, Yogyakarta yang telah ditutup sejak tahun 2006. Gedungnya kini bocor di sana-sini, seperti rumah hantu. Padahal perpustakaan itu menyimpan lebih dari 40.000 buku yang kini dititipkan di Perpustakaan Gadjah Mada "Semua buku diikat, entah bagaimana perawatannya," ujar Edi Swasono, Ketua Dewan Pembina Yayasan Hatta ( Kompas, 27 Maret 2011 ). 

Tak jauh bereda dengan 'teman' lainnya, Museum Negeri Sulawesi Tenggara di Kendari yang menyimpan sekitar 5.000 koleksi benda kuno, termasuk diantaranya 100 naskah tua pun kini sudah rusak karena tak terurus lantaran sudah satu dekade ini museum tak lagi mendapat anggaran perawatan dan pemeliharaan.
Hua...andai aja saya seorang milionaire, saya mau deh nanggung biaya perawatan...untuk perpustakaan2 itu... Sedih aja liat buku-buku berharga, arsip dan dokumen-dokumen kuno rusak tak terawat seperti itu. 
Untung aja, masih ada orang-orang yang peduli pada perpustakaan-perpustakaan itu. Mereka tidak mau tinggal diam menyaksikan aset-aset berharga itu musnah begitu saja. Mereka -yang bagi saya orang2 keren ini- meggalang dana melalui #koin sastra untuk HB Jassin, agar Pusat Dokumentasi sastra tersebut tidak ditutup. Yuk, bagi temen-temen yang  mau ikut nyumbang di #koin sastra bisa cari info dari twitter dengan memakai hastag #koinsastra


Sabtu, 19 Maret 2011

Eat Smart (1)

Udang Untuk Jantung 

Bagi beberaa orang, udang dihindari karena dianggap mengandung kolestrol tinggi, sama seperti makanan laut lain. Ternyata, "si bungkuk" ini bagus untuk jantung. Menurut penelitian Rockefeller University dan Harvard University, setelah dicoba beberapa tipe diet rendah lemak untuk orang normal, makan udang seperempat kilogram sehari tidak menaikkan kadar kolestrol tubuh. Disarankan untuk makan udang dengan kulitnya sebab kulit udang mengandung glucosamine yang membantu pembentukan tulang muda di tubuh. Serta mengurangi risiko pengapuran. Dan lebih sehat udang dikukus atau panggang daripada digoreng.


Khasiat Semangka

Kandungan air semangka sangat tinggi sehingga bagus dimakan saat cuaca panas. Selain itu mengandung banyak zat yang baik untuk tubuh, seperti antioksidan, vitamin, dan dikenal sebagai buah rendah lemak Buah yang ditemukan pertama kali di Mesir ini, juga mengandung thiamin, potassium, magnesium, dan kalium yang membantu kerja jantung serta menormalkan tekanan darah. Buah ini dapat dimakan begitu saja atau dibuat jus. Namun disarankan jangan dicampur dengan gula aren karena akan terbentuk racun yang menimbulkan kejang dan diare bagi yang lambungnya lemah.

Kayu Manis

Menurut penelitian Maryland's Beltsville Human Nutrition Research Centre, kayu manis membuat sel tubuh lebih responsif terhadap insulin. Membantu mengurangi sindrom metabolisme, yang menyebabkan obesitas dan diabetes. Rempah yang stau ini bisa dimasukkan pada makanan Anda. Misalnya, mencampurnya dengan brown sugar untuk bahan roti lapis Anda, pada potongan buah segar seperti apel dan pisang, atau sebagian taburan pada pancake. Juga bisa ditambahkan pada secangkir cokelat atau kopi panas, sedap diminum saat cuaca dingin.


Note  :  Tulisan ini hasil CoPas dari majalah CHIC edisi 84 ( 9-23 Maret 2011 )

Minggu, 13 Maret 2011

Siapa Nama Jepang Kamu?

Sejak saya masih muda (berasa tua sekarang) memang sudah ada ketertarikan dengan yang namanya komik Jepang. Kala masih mengenakan seragam merah putih  saya sudah akrab dengan komik Doraemon, Crayon Shinchan, Detective Conan, serial Candy Candy, komik2 serial misteri dan serial cantik, dan berbagai judul dan seri lainnya. Dan ini berlanjut hingga saya SMP, SMA, dan bahkan sampai sekarang. Hmmm kalau dihitung hitung sudah berapa tahun ya? Kalau tidak salah saya mulai baca komik waktu saya kelas 3 SD dan sekarang saya kuliah di semester 6, itu berarti kalau ditotal kurang lebih 12 tahun!! Lama juga yaa...
Bahkan kemarin ketika libur semesteran saya sempat membaca ulang komik Inuyasha dan One Piece dari awal,,,dan masih belum bosan juga :D
 
FYI, saya ini sudah lama banget ngefans dengan negeri sakura ini. Pengen banget deh suatu saat nanti bisa berkunjung ke sana....Entah kapan, tapi suatu saat nanti harus bisa maen2 ke sana, ada banyak hal yang ingin saya pelajari dari masyarakatnya : kedisiplinannya, kerja kerasnya,kegigihannya, semangatnya, dll

Oh iya, saya juga punya nama Jepang lho...

Nama Panggilan  :  Akane Ajibana
Nama Resmi       :  Yoshikuni Yumi

 Pengen tahu nama Jepang kamu?
Ayo cek di sini :

gampang kok, tinggal klik link di atas, pilih bishoujo/josei kalau kamu cewek
                                                       pilih bishounen/dansei kalau kamu cowok

trus tulis nama kamu, trus klik enter deh.... :D




Related Post :

Jepang Sang Jawara Dunia

Sabtu, 12 Maret 2011

Paulo Coelho


Belakangan ini lagi demen banget baca bukunya Paulo Coelho, mengintip blognya, dan ngikutin tweet2nya....
Hmmm...keren deh....

Dan berikut ini adalah kata-kata bijak yang saya himpun dari blog,buku, dan tweetnya. Sungguh menginspirasi.
    • Minds are like parachutes - they only function when they are open
    • The wise discuss ideas. The fools discuss how people behaves
    • Miracles only happen if you believe in miracles
    • You need to wake up if you want to dream
    • Love never dies by natural causes. It dies because we don't replanish its cup
    • Dreams are not negotiable
    • A great pleasure in life is to do what they say you can't
    • People see the world, not as it is, but as they are
    • When you want something, the whole universe conspires to help you to realise your desire

    • What is a teacher? It isn't someone who teaches something, but someone who inspires the student to give of her best in order to discover what she already knows
    • Only one thing makes a dream impossible : the fear of failure
    • We cannot all see the dreams in the same way
    • Body and soul need new challanges
    • Choosing one path means abandoning others - if you try to follow every possible path you will end up following none
    • Sometimes it is impossible to stop the river of life
    • Love is looking at the same mountains from different angels
    • The challenge will not wait. Life does not look back. A week is more than enoughtime for us to decide
    • Follow your dreams, transform your life

    Jeans Tahan Lama

    Pernah dengar ada orang yang nggak nyuci celana jeansnya selama beberapa minggu bahkan beberapa bulan? Atau jangan-jangan kalian termasuk salah satu orang2 tersebut? Ayo yang merasa angkat tangan... :D

    Ehemm,,,sejujurnya saya juga termasuk salah satu orang yang malas untuk mencuci celana jeans. Eitss....tapi bukan yang parah banget lho yaa... nggak sampai berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan. Paling mentok juga satu bulan....xixixi....Nggak dink,,becanda kok...biasanya kalau sudah dipakai 3-4 kali lansung  saya cuci.. Memang lebih 'awet' dari pakaian lainnya :p. Kalau untuk pakaian lain (selain jins) 1-2 kali pakai juga langsung dicuci deh.


    Trus sebenarnya gimana sih "status" celana jeans yang tidak dicuci bahkan selama beberapa bulan? Logikanya sih bakalan dipertanyakan ke-higienis-annya.

    Tapi tenang.....buat kalian-kalian yang malas nyuci celana jins, ada kabar baik ni....
    Simak potongan artikel di bawah ini, yang saya ambil dari majalah CHIC edisi 23 Februari - 9 Maret 2011

    "Bahannya yang tebal dan berat serta alasan 'takut belel' membuat banyak orang enggan untuk segera mencuci celana jeans jika baru sekali pakai. Amankah untuk kesehatan? IYA. Begitulah hasil studi yang dilakukan oleh Rachel McQueen, seorang asisten profesor dari University of Alberta. Pasalnya, jins berbahan denim ternyata tak memicu perkembangbiakan bakteri secara ekstrem. Mengenakan celana jins selama sebulan tanpa mencucinya masih dianggap aman bagi kesehatan, upss, bahkan hingga 15 bulan lho. Waw! Jika ingin menghilangkan bau, Rachel menyarankan untuk mengangin-anginkannya atau membungkusnya dalam plastik lalu menyimpannya dalam freezer setiap minggunya."

    Jadi ??
    Malas mencuci celana jins? No problemo....

    G a l a u Episode Terakhir

    Setelah sekian lama tidak mewek, akhirnya semalam dan tadi pagi mewek lagi......hahaha....Dan meweknya lebih heboh dari mewek yang biasanya. Kalau biasanya mewek sunyi alias cuma diam dan ngluarin air mata, tadi pagi mewek kenceng deh, mumpung lagi di rumah sendirian. :p
    Jadi kenapa mewek sampai mata bengkak kayak biji salak?


    Dan cerita lama pun muncul kembali. Masih ingat postingan saya beberapa waktu lalu? Di situ saya bilang kalau akhirnyasaya yakin untuk menjadi guru SD. Tapi ketika kemarin saya pulang ke rumah dari Semarang, ketika orang tua saya dan adik saya yang sekarang kelas 3 SMA sedang berdiskusi ke mana adik saya nanti akan mendaftar kuliah, ingatan saya kembali ke kurang lebih 2.5 tahun yang lalu ketika saya juga akan mendaftar kuliah. Kala itu saya hanya diberi satu "anjuran" oleh orang tua saya : kuliah di PGSD. Titik. Keiginan saya untuk mendaftar di jurusan komunikasi sebagai pilihan pertama dan sastra Indonesia/Inggris sebagai pilihan kedua pun tidak didukung oleh keduanya, Dan sekarang? Kenapa ada banyak pilihan untuk adik saya? Ada kedokteran gigi, kebidanan, sastra Inggris, dan pilihan terakhir : PGSD. 

    Dan dengan mendengar diskusi mereka itu, saya kembali galau dengan apa yang saya jalani sekarang ini (baca:kuliah di PGSD). Tiba-tiba saya kembali tidak yakin dengan yang saya jalani sekarang. Karena saya sekarang yakin kalau passion saya adalah di bidang media massa dan penerbitan buku. Segala hal yang berkaitan dengan proses terbitnya suatu majalah, surat kabar, tabloid ataupun segala sesuatu yang berhubungan dengan per-majalah-an, surat kabar, per-buku-an. Itu lah yang sebenarnya saya cintai. Menjadi editor, menjadi proofreader, menjadi jurnalis,  menjadi bagian dari tim kreatif dan tim redaksi dari sebuah media.

    Yang membuat saya menangis adalah kenapa dulu tidak ada dukungan yang diberikan kepada saya untuk melanjutkan kuliah di jurusan komunikasi ataupun sastra. Melainkan hanya memberi saya satu pilihan : PGSD. Bukan PGSD nya yang menjadi masalah, tapi PILIHAN nya. Kenapa saya tidak diijinkan MEMILIH apa yang saya CINTAI.
    Dan puncaknya adalah tadi pagi. Setelah diawali mewek di malam hari, dilanjutkan mewek kenceng di pagi harinya, samai mata bengkak semua. Pengen banget marah, tapi marah ke siapa? Ke orang tua? Jelas tidak mungkin. Apapun yang mereka lakukan, saya yakin itu demi kebaikan saya. Meskipun mereka hanya memberi saya satu pilihan, tapi toh kala itu saya juga menyetujuinya. Dan saya sampai pada satu kesimpulan. Ini semua adalah salah saya. Kalau dulu saya benar-benar serius memperjuangkan apa yang saya inginkan, mungkin ......... mungkin ............ Sudahlah tidak ada gunanya membahas yang sudah berlalu dan tidak mungkin diubah lagi.

    Satu pelajaran yang bisa saya ambil : kalau sudah tahu apa yang diinginkan, dan yakin memang itu yang terbaik, perjuangkanlah.



    Btw, setelah puas nangis, sekarang sudah plong rasanya. Dan saya pikir tidak ada gunanya menangisi yang sudah terjadi. Yang saya perlukan sekarang adalah solusi. Bagaimana supaya saya tidak galau lagi dengan pilihan saya ini, karena bagaimanapun saya tidak bisa mundur lagi. Sekarang saya sudah kuliah di semester 6, itu berarti sudah separo perjalanan saya tempuh. Sudah banyak tenaga, pikiran, waktu, dan biaya yang keluar, jadi rasanya kurang bijaksana kalau saya harus mundur.

    Saya pun bertanya pada diri saya sendiri : Kenapa tidak di serius-in aja semuanya? Seorang guru SD yang hebat sekaligus seorang penulis sekaligus seorang editor sekaligus seorang penerjemah. Memang tidak gampang. Bahkan sangat tidak gampang, menjalani semuanya bersamaan. Tapi kenapa tidak dicoba?
     

    Jadi yang harus saya lakukan sekarang adalah berlapang dada, kuliah di PGSD dengan sungguh-sungguh supaya kelak bisa menjadi guru SD yang hebat dan inspiratif :D dan juga harus belajar mandiri mengenai dunia tulis menulis, sastra, dan juga tentang komunikasi di media massa. Karena impian terbesar saya adalah : memproduksi/menerbitkan majalah sendiri. 


    Semoga galau pagi tadi menjadi galau episode terakhir dari masalah ini. Karena sekarang saya sudah tahu apa yang harus saya lakukan dan arah mana yang akan saya tuju.

    Minggu, 06 Maret 2011

    Tak Kenal Maka Tak Sayang


    Baru sadar kalau ternyata saya tidak mengenal diri saya sendiri dengan baik. Sungguh terlalu. Bahkan saya tidak benar-benar tahu siapa saya ini. Saya tidak 100% tahu apa yang sebenarnya saya inginkan, apa yang tidak saya inginkan ; apa yang ingin saya lakukan, apa yang tidak ingin saya lakukan ; mana yang benar-benar saya suka, mana yang saya suka hanya karena sekedar ikut-ikutan ; bahkan sepertinya orang-orang di sekitar saya a.k.a teman dan keluarga lebih tahu bagaimana saya lebih dari saya sendiri. Mereka bisa menebak bagaimana respon saya ketika menghadapi sesuatu, mereka lebih hafal kebiasaan saya dibandingkan saya sendiri. Entah karena saya yang terlalu cuek dan kurang peduli pada diri saya sendiri atau entah apa. Dan inilah yang menjadi PR saya : "MENGENALI  DIRI  SENDIRI". Kalau sudah mengenali diri sendiri, saya rasa melangkah pun akan lebih ringan karena tahu betul ke mana arah yang akan dituju, karena saya akan tahu apa yang benar-benar saya inginkan, apa yang saya suka dan tidak suka dan apa yang menjadi tujuan saya.

    Bangjomu Bukan Bangjoku


    Bisakah kalian bayangkan seperti apa jadinya kalau di jalan-jalan tidak ada lampu lalu lintas a.k.a bangjo? Bisa ditebak deh, bakalan semrawut tu pertigaan n perempatan jalan. Dari arah utara, selatan, barat, timur semua kendaraan berjalan bersamaan, dan apa yang bakalan terjadi? Ruwet? Semrawut? Tidak tertata? Saling tabrak? Ya begitulah....


    Dan kemarin saat berhenti di perempatan jalan  ketika menunggu lampu bangjo berganti hijau, saya berpikir "enak ya kalau saya punya bangjo sendiri." Hmm,,maksud saya bangjo yang benar-benar milik saya, yang akan membantu saya menunjukkan kapan waktunya melaju, kapan waktunya berjalan pelan bersiap berhenti, dan kapan waktunya benar-benar berhenti. Karena terus terang saya masih belum bisa menentukan kapan harus terus berjalan dan kapan harus berhenti (baca : menentukan sampai kapan harus berhenti di sini menunggumu dan kapan harus mulai berjalan tanpa menoleh ke arahmu lagi) #eaaaaa 




    ......................



    M A L U            B E R T A N Y A




    S E S A T           D I    J A L A N



    Yeahhh..... SO TRUE....

    Jumat, 25 Februari 2011

    BlogWalking

    Beberapa hari belakangan ini saya lagi hobi banget blog walking. Lumayan seru! Kalau kemarin-kemarin saya cuma rutin berkunjung ke blognya mbak Ollie dan raditya dika kayaknya mulai sekarang bakalan nambah lagi ni beberapa blog yang bakalan rutin saya sambangi, hehe..... 

    Jadi ceritanya, kemarin waktu blog walking saya 'bertemu' dengan beberapa blog yang (menurut saya) asyik dan inspiring tentunya. Ini dia blog2 itu :

         buat yang pengen belajar nulis (termasuk saya) pasti suka deh

         banyak banget pelajaran hidup yang bisa kita ambil

         pas banget dibaca oleh cewek-cewek chic masa kini,, hehe

        yuk kawula muda, dibaca-baca :D
        bagi yang suka baca cerpen dan puisi
       kaum hawa bakalan betah deh di sini,

    Sementara itu dulu deh.....kapan-kapan blog walking lagiii....







    Sabtu, 19 Februari 2011

    SEKEDAR LEWAT


    Beberapa waktu yang lalu ketika saya sedang berdiri di halte ( daerah Kaligawe, Semarang) menunggu bis jurusan Solo-Semarang, tiba-tiba ada seorang anak laki-laki menghampiri saya, masih mengenakan seragam SD nya dengan membawa es teh di tangannya. Awalnya saya tidak begitu menghiraukan anak itu. Saya pikir dia juga sedang menunggu bis/angkutan umum seperti saya. Namun tiba-tiba dia berkata pada saya “mbak, mau minta tolong bisa?”

    “Minta tolong apa?” jawabku.

    “Mau minta bantuan uang seikhlasnya buat bayar uang sekolah.”

    “Hah?” saya sempat terbengong sejenak. Wah jangan-jangan ini anak suruhan tim minta tolong ni, batin saya. Tau kan? Reality show di R*TI. Tanpa sadar, saya mengedarkan pandangan saya ke depan, ke belakang, ke depan, ke kiri. Tapi sepertinya tidak ada tanda-tanda mencurigakan, seperti orang-orang yang bawa kamera, ataupun kamera tersembunyi yang mungkin diletakkan di pohon, di atap halte, dsb. Bukannya apa-apa, nggak enak aja kalau besok tiba-tiba saya muncul di TV, saya kan nggak suka diekspose....hahaha

    Yak kembali ke anak tadi. Hm, kalau dilihat dari tampangnya sih nggak ada tanda-tanda kalau dia anak yang kurang mampu. Wajahnya bersih, tubuhnya tambun, tasnya saya lihat juga bermerk, dan wajahnya juga nggak melas. Malah kalau dilihat-lihat lagi kayaknya dia anak orang kaya deh. Dan akhirnya saya jawab ”maaf dek, mbak lagi nggak ada uang,” (bukannya pelit ya saudara-saudara :p ,  tapi agak kurang yakin aja, penampakan dan ekspresi wajahnya tu lhoo...lebih mirip anak yang lagi butuh duit buat main PS daripada anak yang lagi butuh duit buat bayar uang sekolah)

    Nah, tidak lama setelah itu, selang sekitar 4-5 hari setelahnya, di tempat berbeda ( Jalan Soedirman, Salatiga) ketika saya sedang berjalan sendirian lagi-lagi ada seorang anak yang menghampiri saya. Anak yang berbeda dari yang saya temui beberapa hari lalu. Tapi anak SD juga. Masih berseragam pula. Bahkan saya mengenali seragamnya, karena itu adalah seragam SD di mana saya sekolah dulu (jadi tu anak adik angkatan gue donk....). Mulanya saya pikir anak itu mau menanyakan arah jalan karena mungkin dia sedang tersesat atau terpisah dari orang tuanya atau mau tanya apalah, yang jelas bukan minta duit buat bayar sekolah. Tapiiiiii..... you-know-what dia bilang apa?? Dia bilang ”mbak, saya minta uang boleh nggak...buat mbayar uang sekolah”.....Langsung speechless deh saya. Ini emang lagi ngetrend ya, anak SD minta duit ke orang yang nggak dikenal buat bayar uang sekolah?

    Kalau sudah begitu serba salah kan jadinya. Mau dikasih tapi nggak yakin apakah anak itu jujur atau bohong, sebaliknya, kalau nggak dikasih, kasian juga kalau ternyata emang mereka benar-benar butuh uang buat bayar sekolah.

    Sama juga dengan kasus pengemis. Nggak dikasih kasian, kalau dikasih sama aja membiasakan mereka untuk menggantungkan hidup pada pemberian orang.

    Solusinya? Tanyakan pada hati masing-masing :D

    Kalau saya sih biasanya main feeling. Kalau feeling saya mengatakan dikasih ya saya kasih, kalau mengatakan enggak, ya nggak saya kasih. Simple kan?
    Tapi  untuk mengatasi hal-hal di atas (mengurangi populasi pengemis, menghilangkan budaya meminta-minta dan menggantungkan hidup dari pemberian orang) tidaklah sesimple itu bahkan sangat tidak simple.

    Rabu, 16 Februari 2011

    Iseng-Iseng Berhadiah ^^

    Emang ya, kalau uda rejekinya nggak akan ke mana. Baru kepikiran buat beli jaket baru, eh kemarin sore dapat kiriman souvenir dari KOMPAS yang ternyata isinya 1 kaos putih dan 1 jaket! Lumayan deh, nggak jadi keluar duit buat beli jaket, hehe

     

    Jadi ceritanya beberapa hari yang argumen saya dimuat di rubrik Kompas Kampus. Nggak nyangka deh, padahal cuma iseng lho ngirimnya.... Jadi semangat nulis lagi deh, setelah sekian lama vakum ( gyaaaaaa...........lagaknya kayak penulis beneran ajaaa...) hahaha

     

    Kamis, 10 Februari 2011

    Andai Semua Bisa Dimisscalled



    Kalau lupa di mana naruh hape, tinggal misscalled trus cari sumber suara dari nada dering hape, trus bisa ketahuan deh di mana posisinya (lupa naruh di tempat umum nggak diitung yaaaa.....kalau lupa naruh di tempat umum sih bakalan digasak orang duluan deh). Tapi kalau lupa naruh buku, kunci kamar/lemari, modul kuliah, dan benda-benda 'kecil' tapi penting lainnya itu yang susah.


    Aku termasuk salah satu orang yang pelupa akut. Lupa naruh buku, modul kuliah, peniti, bros, jam tangan, kucir rambut, dkk sudah menjadi makanan sehari-hari. Diperparah lagi dengan kondisi kamar yang naudzubilah rapinya (baca: kayak kapal pecah) semakin menyulitkan pencarian barang-barang yang 'hilang sementara' itu karena kebanyakan barang-barang itu sebenarnya ada di dalam kamar. Jadinya heboh dan uring-uringan sendiri deh kalau lagi butuh barang-barang itu dan harus mencari di setiap sudut kamar yang kondisinya acak adut. Ah andai buku, modul kuliah, bros, peniti, dkk juga bisa dimiscall kayak hape....Indahnya dunia....hahaha jadi gampang nyarinya deh kalau lupa naruh.

    Oh iya,,,pernah dulu waktu hapeku hilang, teman-teman sekost nggak ada yang percaya kalau hape ku hilang. Mereka mengira hapeku bukan hilang tapi aku yang lupa naruh!! Hmmm....padahal kan emang hilang beneran. Ckckck....

    Yah, semoga saja pikun ini tidak semakin parahhh....



    Minggu, 30 Januari 2011

    Bersepeda


    Hidup ini layaknya naik sepeda.
    Jika kamu menginginkan keseimbangan,
    maka kamu harus bergerak .
    -Einstein-

    Belakangan ini di beberapa daerah mulai digalakkan kembali gerakan back to bike, bike to work, bike to school, dan sejenisnya, yang pada intinya adalah mengajak untuk menggunakan kembali sepeda sebagai sarana transportasi pengganti kendaraan bermotor. Tentunya hal ini membawa angin segar bagi bumi yang sudah semakin tercemar ini karena bisa mengurangi polusi udara yang kian merajalela. Namun bukan dampak dari penggunaan kembali sepeda sebagai sarana transportasi yang akan dibahas di sini, melainkan filosofi dibalik bersepeda.

    Semua pasti tahu, sepeda memiliki dua roda, -kecuali sepeda yang digunakan anak-anak yang masih berlatih bersepeda, karena kadang ditambah dua roda kecil di samping kanan kiri roda belakang- untuk membantu menjaga keseimbangan. Ya, keseimbangan adalah hal yang mutlak diperlukan ketika kita bersepeda, dan keseimbangan akan didapat bila kita menggerakan sepeda itu dengan mengayuhnya tentu saja. Tidak percaya ? Dicoba saja.
    Tidak hanya bersepeda saja yang membutuhkan keseimbangan. Hidup ini juga butuh keseimbangan. Keseimbangan di sini salah satunya adalah keseimbangan antara diri kita dengan perkembangan zaman. Mau tidak mau kita harus bisa mengimbangi perkembangan zaman yang semakin pesat ini. Seperti yang dikatakan Einstein tadi, bahwa hidup ini laiknya orang bersepada, jika menginginkan keseimbangan maka bergeraklah.
    Jika dikaitkan dengan kehidupan kita sehari-hari, kata-kata Einstein di atas bisa diartikan bahwa kita tidak bisa hanya diam saja, sementara zaman terus berubah. Persaingan semakin hari semakin ketat, baik persaingan dalam prestasi belajar, persaingan dalam mengaktualisasikan bakat yang dimiliki, persaingan dalam mendaftar sekolah favorit, persaingan masuk ke universitas unggulan, juga persaingan dalam dunia kerja kelak, dan persaingan-persaingan lain.
    Untuk bisa bersaing di zaman yang semakin maju ini kita tidak bisa hanya berdiam diri di tempat dan berpangku tangan, kita harus ‘bergerak’. Bergeraklah untuk maju. Kita harus terus belajar, memperbanyak pengetahuan dan pengalaman, dan jangan pernah berhenti untuk mengejar mimpi-mimpi kita. Jika sebuah mimpi sudah tercapai, jangan cepat berpuas diri dan berhenti di situ saja. Jangan hanya puas dengan keberhasilan di satu bidang saja. Cobalah hal-hal baru yang ada, hal yang positif tentunya, dan jangan kaget bila kau akan menemukan dunia baru yang begitu menakjubkan. Seperti ketika kita bersepeda, menjelajahi rute-rute baru, kita akan menemukan tempat-tempat baru yang mengagumkan.




    Note  :  tulisan iseng ini pernah dikirim ke sebuah media,,tapi tidak naik cetak   -hehe- , jadi drpd cm dianggurin di kompi,,mending dpajang di sini deh ^^

    Jumat, 14 Januari 2011

    PASSION

    Iri deh kalau lihat orang yang bisa sekolah, kuliah, dan kerja sesuai dengan passionnya, bisa bergelut dan berkarier di bidang yang memang mereka cintai, yang memang mereka inginkan, yang memang menjadi hasrat mereka.

    Sayang, dulu saya terlalu polos (oh noooo....) dan terlalu pintar (????) untuk menyadari bahwa dunia jurnalistik adalah dunia yang menjadi impian saya, bidang di mana saya benar-benar ingin berdedikasi. Impian saya adalah menjadi wartawan/reporter sekaligus editor. Berburu berita, meliput peristiwa-peristiwa penting, mewawancarai orang-orang terkenal, public figur, dan berakhir dengan tulisan saya terpampang di surat kabar dan dibaca banyak orang. Selain itu saya juga pengen banget berkecimpung di penerbitan majalah, menjadi bagian dari tim redaksi, ikut serta dalam “penciptaan” tiap edisi majalah. Pokoknya semua yang berhubungan dengan penerbitan surat kabar, majalah,tabloid,dkk adalah hal yang saya suka.




    Ya, mungkin kala itu saya memang terlalu pintar bahkan terlalu jenius sampai-sampai untuk menyadari apa keiginan dan ambisi saya pun tidak mampu. Ckckck...
    Kejeniusan (baca:ketidakpintaran) saya sudah nampak sejak pemilihan jurusan di SMA. Sudah tau kapasitas otak dalam pelajaran eksak dipertanyakan,masih juga kekeuh memilih jurusan IPA hanya demi gengsi. Alhasil bolak-balik remidi matematika, biologi, kimia, dan fisika. Hal ini berlanjut ketika akan memilih jurusan untuk kuliah.
    Musim pendaftaran mahasiswa baru sudah tiba, brosur-brosur profil jurusan tiap-tiap universitas menumpuk di ruang BK, utusan dari beberapa universitas pun berpromosi di kelas-kelas. Dan tak sedikit di antara teman-teman yang sudah mulai mendaftar, lewat jalur beasiswa,PMDK, dll. Dan SAYA??




    Saya masih belum tau mau ke mana saya nanti. Boro-boro milih universitas, punya gambaran jurusan apa yang mau diambil aja belum! Berhubung nggak tau mau lanjut ke mana, kala itu saya sempat mendaftar jurusan TI (helloo?? TI? Itu nggak gue bgt) gara-gara salah satu sahabat saya mendaftar disana. Yah meskipun diterima, tapi tidak jadi saya ambil, alasannya karena sahabat saya juga tidak jadi ambil TI. Ya, tidak perlu dikatakan, saya memang menyedihkan.....nggak punya pendirian :(.


    Dan di saat sedang galau + labil, orang tua saya menyarankan dengan sangat agar saya mendaftar jurusan PGSD ( Pendidikan Guru Sekolah Dasar ) saja. Saya sempat menolak keras, secara tidak pernah terlintas sedikitpun di benak saya untuk menjadi seorang guru, guru SD pula. Tapi berhubung waktu itu sedang galau + labil, ditambah lagi iming-iming adanya sertifikasi guru yang berarti ada tunjangan 1x gaji pokok, plus meledaknya jumlah guru SD yang pensiun di sekitar tahun 2011-2016, yangberarti akan ada pengangkatan PNS besar-besar an untuk guru SD, akhirnya saya luluh dan mengiyakan saran bapak ibu'.
     Dan jadilah saya kuliah di jurusan PGSD. Namun kegalauan saya tidakberhenti sampai disitu. Ketika uang registrasi termasuk uang sumbangan dan biaya semesteran lunas dibayar, dan juga sudah mengikuti kuliah selama beberapa bulan barulah saya sadar kalau BUKAN ini yang saya inginkan, bukan di sini (di PGSD) saya seharusnya berada. 




    Semester awal masuk kuliah benar-benar menjadi masa yang sangat-sangat tidak gampang. Saya tahu, tidak hanya saya yang merasa demikian. Tahun pertama kuliah berarti lingkungan baru, teman baru, suasana baru yang mengharuskan kita untuk beradaptasi. Tapi bukan itu saja masalahnya. Masalah terbesar adalah saya sadar bahwa dunia jurnalistik adalah dunia yang benar-benar saya inginkan, bukannya menjadi guru SD. Bahkan di trimester pertama kuliah, sempat beberapa kali terpikir untuk cabut dari PGSD dan ikut seleksi mahasiswa baru lagi dengan Ilmu Komunikasi – Jurnalisme yang menjadi tujuan saya. Tapi rupanya saya terlalu pengecut untuk melakukan itu. Dan akhirnya saya bertahan di PGSD hingga sekarang.


    Yang menjadi pertanyaan : menyesalkah saya saat ini? Jawabannya adalah : TIDAK. Ya, mungkin di semester-semester awal saya sempat merutuki diri saya sendiri 'kenapa baru sadar sekarang? Coba sadarnya dari dulu...pasti tidak perlu terjebak di PGSD ini' Tapi itu dulu. Semua bermula dari tugas untuk observasi ke SD. Beberapa kali melakukan observasi, beberapa kali pula saya berinteraksi dengan siswa-siswa di sana, dan ternyata It's FUN....totally FUN..Dan juga sempat melatih beberapa siswa menari untuk dipentaskan sebagai tugas salah satu mata kuliah. Sangat menyenangkan bisa 'berteman' dengan mereka. Dan untuk pertama kalinya saya benar-benar merasa ingin menjadi bagian dari mereka. Saya ingin menjadi guru mereka. Menjadi guru anak-anak SD. 




    Lalu bagaimana dengan mimpi saya menjadi wartawan/reporter, mewawancarai orang-orang penting, tulisan hasil liputan terpampang di media?
    Ya, meskipun tidak bisa menjadi wartawan sungguhan, paling tidak saya masih bisa meliput berita tentang saya dan lingkungan sekitar saya ( baca: via diary) ; meskipun tidak bisa mewawancarai public figur, orang-orang penting, tapi saya akan menjadi gurunya calon dokter, gurunya calon pilot, gurunya calon menteri, atau bahkan gurunya calon presiden (who knows?) tapi yang pasti bukan gurunya calon koruptor...:p




    Dan tentang impian saya, meski tidak bisa terwujud tapi bukan berarti lenyap begitu saja. Saya tetap punya kesempatan kok untuk menulis artikel di surat kabar/ majalah asal rajin nulis dan rajin mengirimnya ke berbagai media. 
    Ehem,,, kalau boleh jujur, saya justru jadi bertanya-tanya benarkah jurnalistik adalah passion saya? Atau malah sebenarnya saya belum tahu apa passion saya sesungguhnya? Entahlah,,satu hal yang pasti,, yang dari dulu hingga kini tidak berubah, yaitu mimpi gila saya : punya penerbitan sendiri! Hahaha....
    Last but not least saya ingin mengatakan : “saya bangga menjadi calon guru SD. I LOVE IT....and I LOVE writing too. ^^